
Tidak bosan-bosannya Adam terus memeluk istrinya,dia begitu bahagia melihat keadaan istrinya yang sangat sehat bahkan wajahnya terlihat sangat chubby.
"Sayang,kamu terlihat begitu sehat,apa kamu sangat bahagia di tempat ini." Tanya Adam,Andini hannya menghela napasnya.
"Itu semua karna paman dan bibi Sarah yang begitu perhatian untukku,mereka setiap hari memancing ikan yang masih segar-segar dan di berikan untukku."Jawab Andini,ingin sekali Andini bertanya kepada Adam tentang wanita yang menghubunginya semalam tetapi Andini merasa malu karna mereka semua berkumpul di rumah ini.
"Baiklah,karna hari ini adalah hari yang sangat bahagia untukku, bagaimana kalau kita merayakan malam ini dengan pesta,dan besok kita baru kembali ke Jakarta." Ucap Adam,Robi dan semua pengawal merasa bahagia mendengar ucapan Adam.
"Kami sangat setuju tuan."
"Kalau begitu,paman tolong temani asistenku, untuk membeli Ikan segar,daging dan juga lobster pokoknya semuanya apa pun yang kalian inginkan silahkan beli untuk malam ini, dan besok kita di kota akan tetap merayakannya.
Robi dan paman Antoni pergi ke laut setelah Adam memberikan sejumlah uang kepada mereka,sangat beruntung pada saat itu Adam menyediakan uang tunai karna dia sepertinya bisa menebak kalau di pulau itu tidak akan ada ATM.
Semua pengawal,Marni dan bibi Sarah sibuk mempersiapkan,keperluan untuk pesta kecil mereka.Sementara Adam membawa Andini ke dalam kamar yang ditunjukkan oleh Andini.
"Sayang kaki mu kenapa,kok dari tadi jalanmu kelihatan pincang sini biar aku pijat." Lalu Adam mengambil kedua kaki Andini dan meletakkannya di pangkuannya.
"Sayang,aku benar-benar minta maaf karna tidak memperhatikanmu sehingga kejadian ini bisa terjadi pada mu,dan aku sudah membawa Nadia ke apertemen kita,kamu bisa menghajarnya sepuasnya." Andini hannya terus diam Tampa menjawab sedikit pun setiap ucapannya.
"Sayang apa yang salah kenapa kamu diam,apa kamu tidak senang bertemu denganku." Tanya Adam lalu dia memeluk Andini sekali lagi.
"Siapa wanita yang mengangkat ponselmu kemarin." Tanya Andini,sebenarnya dia malu tapi dia tidak merasa puas jika tidak mendengar penjelasan suaminya."
__ADS_1
"Sayang,itu sekretaris ku,aku merasa pusing karna nomor itu terus menghubungiku akhirnya aku menyuruh Winda untuk mengangkatnya,kamu cemburu sayang,kamu tidak tau seberapa gilanya aku saat kamu pergi meninggalkan aku." Ucap Adam,pria itu sangat bahagia karna Andini merasa cemburu dengannya.
"Itu karna aku sangat merindukan mu,aku ingin mendengar suaramu untuk mengobati rinduku,dan mungkin juga anak kita sangat rindu dengan mu." Adam lalu mengusap-usap perut Andini dan berbicara seolah-olah bayi itu sudah berada di pangkuannya.
"Baby....kamu merindukan papa...Maafkan papa ya nak karna belum bisa menjaga mama dengan baik,tapi mulai sekarang papa akan menjaga kalian dengan sebaik mungkin." Adam lalu mencium perut Andini dan terus mengusapnya.
"Tuan....apa daging ini akan di panggang semuanya." Tanya salah satu pengawal yang paling berani,dia sengaja menganggu Adam dan Andini agar mereka ikut bergabung bersama mereka.
Adam lalu bangkit dan membuka pintu,dia begitu geram karna sudah di ganggu oleh pengawalnya itu.
"Apa mesti hal seperti itu kamu tanyakan kepadaku."
"Maafkan aku tuan,permisi." Lalu pria itu pergi dari depan kamar tuannya, dia sangat puas karna bisa membuat Adam marah karna ulah bodohnya.
"Alex...kemana Adam dan asistennya pergi,seharian mereka tidak kelihatan di kantor,kenapa dia semakin tidak bertanggung jawab dalam pekerjaannya." Tanya tuan Smith di saat keluarga itu selesai menikmati makan malam.
"Maaf tuan,kata sekretarisnya,tuan muda dan asistennya sedang pergi menjemput nona Andini,karna dia sudah ditemukan,tuan muda sudah memberitahunya kepada sekretarisnya."
"[Deg......Apa wanita itu masih hidup,bagaimana ini,aku tidak akan membiarkan wanita itu kembali ke kota ini,apalagi mungkin sebentar lagi dia akan melahirkan bisa-bisa saham yang di janjikan kakek tua ini akan jatuh kepada bayi itu." Suara hati Andini,tiba-tiba saja wajahnya pucat dan keringatnya bercucuran.]
"Amanda,ada apa dengan mu sayang kenapa wajah mu pucat dan keringat mu begitu banyak." Rania lalu menempelkan tangannya di kening Amanda.
"Mah...tiba-tiba kepada ku sangat sakit,aku mau istrahat ma..pa,kakek aku masuk kamar dulu."
__ADS_1
"Alex, antar Amanda ke kamarnya." Alex lalu menuntun Amanda menuju kamarnya,tiba-tiba saja wanita itu merasa dunianya berputar dia tidak bisa berpikiran dengan jernih.
"Keluar kamu brengsek,dasar pria tak berguna,bisa-bisanya wanita itu bisa kembali ke kota ini,jika kamu ingin anakmu selamat,bantu aku untuk membunuh Andini." Alex sangat terkejut,dengan ucapan Amanda,dia tidak menyangka wanita secantik Amanda bisa memiliki hati iblis.
"Jadi ternyata yang membuang Andini adalah kamu?" Tanya Alex,dia berusaha untuk menyakinkan apa yang di ucapkan oleh Adam.
"Pikirkan aja sendiri,sekali lagi aku katakan,bunuh Andini untukku agar anak yang ada di kandungan ku ini bisa selamat." Ucap Amanda.
"plakkk....Dasar wanita iblis,bisa-bisanya kamu ingin membuatku masuk penjara,apa perlu aku membongkar semua kebusukan mu ini." Amanda begitu kaget,dengan tamparan yang diberikan oleh Alex,Tampa berpikir panjang Alex meninggalkan Amanda,dia tidak ingin di kuasai wanita itu lebih lama lagi.Dan dia takut Amanda berbuat sesuatu yang buruk kepadanya.
Sementara Adam dan semua pengawal serta pemilik rumah itu,merayakan malam ini dengan memasak berbagai menu yang sangat enak di mata Andini,rasanya dia ingin memakan semua yang sudah tersaji di meja yang sangat sederhana itu.
"Paman,sekali lagi aku sangat berterima kasih kepada kalian,karna sudah menjaga istriku selama tinggal di pulau ini,aku sangat berharap besok paman dan bibi ikut dengan kami ke kota,agar di rumah ada yang menjaga Andini,karna aku adalah pria yang sangat sibuk." Ucap Adam.
"Iya paman,bibi, ikutlah dengan kami kita tinggal bersama di kota,bibi dan paman sudah tua jika terjadi sesuatu kepada kalian aku merasa takut,kalian sudah saya anggap sebagai orang tuaku." ucap Andini,kedua suami istri itu sangat terharu dengan kebaikan hati Andini.Lalu Sarah mendekati Andini dan memeluknya,wanita itu tidak pernah merasa hidup sebahagia ini.
"Iya sayang,paman dan bibi akan ikut bersamamu,terima kasih sayang kamu wanita yang sangat baik." Ucap Sarah,wanita itu meneteskan air mata haru,dia seakan-akan membayangkan anaknya yang telah hilang dulu sudah kembali kepadanya.
Hingga akhirnya keesokan harinya mereka bersiap-siap hendak berangkat kekota dengan menaiki kapal yang di bawa oleh pengawal Adam.
Andini merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa kembali ke kota,dia sangat berharap dia tidak berurusan dengan Nadia dan juga Amanda manusia yang selalu menginginkan dia pergi dari hidup Adam.
***Bersambung*****
__ADS_1
Terima kasih Kaka karna masih setia menunggu karyaku ini.