
Adam mendekati sang kakek lalu menuntun kakek yang sedang berdiri dan membawanya duduk dikursi dan memijat-mijat pundak sang kakek yang sangat di hormati nya itu.
"Kenapa kakek bertanya seperti itu? tanya Adam sambil melanjutkan aktifitasnya itu
"Kakek hannya melihat kamu dan Amanda seperti menjaga jarak,kakek tidak ingin kamu merasa terpaksa menjalani pernikahan mu ini," ucap kakeknya hingga Adam merasa tersentuh.Adam takut kalau kakek mengetahui pernikahannya yang tidak sehat kakeknya akan drop karna dulu itu sudah pernah terjadi sehingga kakeknya di rawat sampai tiga Minggu di rumah sakit.
"Kakek,Adam baik-baik saja tolong jangan berpikiran yang aneh-aneh,takutnya kakek malah drop lagi kayak dulu," ucap Adam menyakinkan sang kakek.
Sementara itu sang kakek sudah mulai kecewa dengan sipat Amanda yang telah berani berhianat dari keluarga mereka,sang kakek masih belum melakukan tindakan karna dia ingin masih mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan Amanda dengan suami orang dan juga musuh keluarga mereka.
"kakek...."Tiba-tiba Amanda membuka pintu ruang perpustakaan lalu dia mendekati mereka berdua.
"Kakek,kita makan dulu biar Amanda siapin ya kek," ucap Amanda,
"Aku belum lapar Amanda."jawab sang kakek dengan wajah yang cukup dingin membuat Amanda sedikit curiga melihat sipat kakeknya yang kurang bersahabat beberapa hari ini.Adam yang melihat itu juga merasa ada yang aneh dengan sipat kakeknya terhadap Amanda belakangan ini Adam melihat sang kakek begitu menjaga jarak dengan Amanda,berbeda dengan yang dulu saat mereka baru menikah dimana sang kakek sangat memanjakan Amanda bahkan kakek memberikan mereka tiket keliling benua Eropa sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.
"Kakek..aku antar ke kamar ya biar kakek bisa istrahat jangan memaksakan diri kakek,kesehatan itu lebih penting,"ucap Adam sambil membawa kakeknya kedalam kamar dan meninggalkan Amanda begitu saja di dalam ruangan buku itu.
"Kakek malam ini aku ada acara pertemuan dengan beberapa teman lama kakek disini dulu nga papa ya kek?"ucap Adam dan sang kakek hannya memberikan senyuman kepada cucu kesayangannya itu.
Hari sudah gelap Andini keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, dia cukup kaget melihat pelayan yang baru duduk dengan santai di sopa, sambil menonton drama Korea yang sangat romantis. Dia melihat Susi pelayannya itu menonton di temani kopi dan snack yang dia ambil dari kulkas.
__ADS_1
"Susi,tolong siapkan makanan aku sangat lapar," ucap Andini dari kamar hingga membuat Susi terkejut lalu dia mengambil gelas berisi kopi dan snack yang berada di meja,
"Maafkan aku nyonya,aku bosan jadi aku menonton," ucap Susi dengan nada memohon,dia takut kalau Andini melapor perbuatannya kepada Adam suaminya.
"Cepat lah aku sudah sangat lapar," ucap Andini lagi sehingga Susi langsung beranjak ke dapur dan segera membuatkan makanan untuk Andini.
Andini langsung duduk di sopa dan menikmati acara televisi tetapi dia merasa kurang bersemangat karna dia tidak melihat keberadaan Adam suaminya di apertemenya untuk bertanya kepada asisten dia lumayan gengsi,ahirnya Andini kembali ke kamar dan melihat isi ponselnya.Saat dia melihat ponsel ternyata Adam tidak memberi kabar apa-apa kepadanya membuat dua kurang semangat.
Kehadiran Adam dalam hidupnya membuat Andini lumayan tersentuh dia sangat menikmati saat Adam perhatian kepadanya,apalagi di saat Andini mengalami hal yang sulit Adam selalu memberinya kenyamanan hal itu yang membuat hati Andini mulai tumbuh benih-benih cinta.
"nyonya,makanannya sudah siap," ucap Susi tetapi Andini tidak memperdulikan Susi sama sekali, Andini merasa hatinya sedang kacau dia kurang semangat melakukan apa pun, hingga perutnya yang lapar tiba-tiba tidak berselera untuk makan.
Andini yang berada di ruang tamu merasa sangat risau dari tadi pikirannya tidak tenang dia selalu kepikiran kepada Adam dia tau kalau Adam pasti pulang ke rumah istrinya dan hal itulah membuat hatinya semakin tidak tenang ingin rasanya Andini menghubungi Adam tapi dia masih punya sedikit gengsi hingga dia mengabaikannya dan kembali menonton drama Korea walaupun dia tidak pokus sedikit pun.
Sementara Adam,kakek dan istrinya sedang melakukan makan malam,Adam ternyata hannya pergi sebentar karna acara pertemuan mereka tidak jadi ahirnya Adam memutuskan pulang ke mansion nya menemani kakeknya makan malam.
Di saat mereka sedang asik makan tiba-tiba ponsel Adam berbunyi Adam cukup terkejut karna yang menghubunginya Andini Adam langsung mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja dan langsung men silent panggilan itu Adam tidak ingin kakeknya curiga,
"Angkat saja mana tau itu penting,"ucap sang kakek tetapi Adam masih berpura-pura mengabaikannya pada hal sebenarnya dia sudah sangat ingin menjawabnya.
"Kakek,aku keluar sebentar," ucap Adam lalu pergi dengan buru-buru menjauh dari kakek dan Amanda sementara Amanda sudah sangat kesal kepada Adam.
__ADS_1
📞 halo..ada apa Andini?
📞Sedang dimana tuan ?tanya Andini basa basi,dia mengumpulkan keberaniannya untuk menghubungi Adam sebenarnya dia sangat malu untuk melakukan itu tetapi dia selalu cemas saat Adam tidak memberinya kabar.
📞Aku lagi berada di mansion apa terjadi sesuatu?tanya Adam membuat nyali Andini semakin menciut
📞tidak tuan maafkan aku karna sudah menganggu kebersamaan tuan bersama nyonya Amanda."ucap Andini lalu memutuskan hubungan teleponnya dia cukup malu kepada Adam karna sudah bertingkah seperti anak-anak.
Sementara Adam merasa aneh dengan sikap Andini yang tiba-tiba menghubunginya dan menanyakan posisinya ini adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh Amanda.Setelah Andini memutuskan sambungan teleponnya Adam kembali ke meja makan dan bergabung bersama kakek dan istri pertamanya itu.Amanda melihat perubahan wajah Adam yang biasanya dingin dan angkuh sekarang wajahnya tersirat senyuman dan berseri-seri.
Sementara Andini yang berada di apertemen kelihatan seperti orang bodoh dia menukul-mukul kepalanya,
"Bodoh,dasar emang aku bodoh nanti tuan Adam mengira aku sudah gila apa sih yang kulakukan ini kenapa aku bisa sebodoh ini," ucap Andini Susi yang keluar dari kamarnya heran melihat Andini berbicara sendiri sambil kepalannya dia pukul-pukul.
Lalu Andini melepmparkan hapenya ke sopa dia tidak ingin melakukan hal bodoh lagi menghubungi suaminya yang sedang bersama istri pertama,
"Tunggu,apa sih yang terjadi kepada ku apa mungkin Riko memukul kepala ku sehingga aku bisa menjadi gila seperti ini?"Andini masih berbicara sendiri hingga Susi terpancing untuk mendekati Andini.
"Nyonya,apa terjadi sesuatu dari tadi saya lihat nyonya berbicara sendiri dan nyonya memukul kepala nyonya?tanya Susi membuat Andini semakin malu
👉bersambung👉
__ADS_1