Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 11 ~ Kehilangan~


__ADS_3

Riko dan Yuni sudah lama mencari keberadaan Andini tetapi keberadaan Andini tetap tidak ditemukan oleh mereka,Yuni merasa curiga atas kehilangan sahabatnya karna tidak biasanya Andini melakukan hal seperti ini,sekeras apa pun Andini disiksa oleh orang tuanya dia tidak pernah pergi apalagi sampai berminggu-minggu.


Siang itu Yuni bertemu dengan Riko di waktu jam istrahat mereka,


"Aku heran kepada Andini, pergi Tampa pamit? Andini sudah biasa disiksa oleh orang tuanya tetapi dia belum pernah menghilang sampai selama ini!"ucap Yuni di sela-sela makan siangnya bersama Riko,


"Maksud kamu apa Yuni,emang siapa yang menyiksa Andini? tanya Riko


"Emang Andini tidak pernah cerita kalau dia tiap hari di siksa oleh orang tua dan adiknya? pacar macam apa kamu tidak tau penderitaan apa yang di alami kekasih mu tiap hari? ucap Yuni dengan nada sinis Riko cukup kaget mendengar penjelasan Yuni disini dia baru paham kenapa Nadia selalu tidak suka saat Riko bertanya tentang Andini.


Riko semakin merasa bersalah saat dia mengkhianati Andini dan Riko semakin sadar ternyata Nadia menjebak dia supaya Andini membencinya dengan memberitahukan kalau mereka siang itu sedang berada di hotel.


"Yuni,aku mau cerita sesuatu kepada mu,"ucap Riko dan Yuni menoleh ke arah Riko


"Tentang apa?" tanya Yuni,


"Sejujurnya Yuni, siang itu saat Andini ijin mau keluar sebentar dari perusaahan,Andini memergoki ku sedang melakukan hubungan intim di sebuah hotel bersama Nadia,saat itu dia kabur entah kemana,aku sudah mengejarnya tetapi aku kehilangan jejaknya,aku sangat menyesalinya Yuni,ternyata adiknya sangat licik,"ucap Riko dengan nada yang hampir tidak kedengaran.


"Apa..? kamu mengkhianati Andini..? dasar brengsek kamu Riko, pantas saja Andini pergi ini semua karna perbuatan mu padahal dia sangat setia kepada mu bahkan, dia menolak banyak pria karna kamu tetapi kamu malah mengkhianatinya."ucap Andini lalu menyiram wajah Riko dengan air minum yang ada di meja itu lalu pergi meninggalkan Riko dan beberapa orang melihat ke arah Riko.Riko tidak bisa mengelak semua yang dikatakan oleh Yuni benar adanya Andini pergi karna perbuatannya.Tiba-tiba Nadia mengirim pesan kepadanya dan meminta Riko menemuinya di sebuah restoran.

__ADS_1


Riko lalu pergi menemui Nadia,berharap Nadia memberi kabar baik tentang Andini.Se sampainya di restoran Nadia pura-pura menangis di hadapan Riko mencari simpati dari Riko.


"Ada apa kamu menangis,apa kamu sudah tau keberadaan Andini?"tanya Riko membuat Nadia sangat kesal.


"Andini..Andini...Andini Terus yang kamu pikirkan kak apa Kaka tidak pernah sedikit pun memikirkan ku,biarkan saja dia kak mau mati pun Andini aku tidak peduli kak," Nadia menjerit di restoran itu hingga beberapa mata melihat ke arah mereka dan Riko sangat malu,


"pelan kan suara mu, ini bukan di rumah mu,terus aku harus bagaimana Andini pergi juga karna mu kamu telah menjebak ku hari itu,"ucap Riko membuat Nadia semakin kesal kepada Riko.


"Kak sejujurnya aku menyuruh Kaka kesini karna aku mau kasih tau kalau aku hamil kak,"ucap Nadia dengan enteng membuat Riko sangat kaget


"Apa...hamil gila kamu,apa kamu pikir aku ini pria bodoh yang gampang di jebak ya,semua lelaki juga pasti dengan mudah bisa mencicipi tubuh mu itu,kamu jangan sembarangan aku tidak mau berurusan dengan mu lagi aku tetap mencari Andini karna dia adalah calon istriku."ucap Riko lalu pergi meninggalkan Nadia di restoran itu.


"Sialan ternyata dia bukan pria yang gampang di permainkan,aku harus bisa mendapatkan mu,"ucap Nadia sambil keluar dari restoran itu.


Sesampainya di rumahnya,Nadia malah mendapat orang tuanya sedang ribut ayahnya yang pemalas tidak bisa menafkahi mereka lagi.Semenjak Andini pergi dari rumahnya untuk makan saja mereka sudah tidak bisa lagi, utang di warung juga sudah menumpuk dan suami malah tidak mau mencari pekerjaan taunya hannya makan,minum,tidur, membuat ibunya semakin emosi.


"Dasar pria tak berguna kamu,selama ini kamu hannya mengandalkan Andini saja sekarang Andini sudah pergi kita untuk makan saja tidak mampu lagi,"ucap istrinya dengan sangat geram melihat Rahmat yang bisanya cuma tiduran.


"Kamu yang kerja sana,kamu sebagai istri gunanya apa hah..?" Rahmat malah berteriak membuat Nuri istrinya semakin kesal lalu dia melempar suaminya bantal hingga mengenai kepalanya.

__ADS_1


"Udah pa..ma.. malu lah sama anak sendiri lebih baik kita semua pergi cari uang Nadia pusing ma tiap hari melihat kalian ribut jika Andini kembali ke rumah ini Nadia akan menghajarnya, ini semua karna ulah dia,"ucap Nadia dengan emosi membuat ayahnya terdiam.


Setelah selesai mengucapkan kata-katanya Nadia masuk ke kamarnya lalu Menganti pakaian dia ingin pergi mencari uang untuk biaya hidup mereka dia tidak tahan melihat kedua orang tuanya setiap hari taunya hannya ribut.


***


Di mansion Adam,tidak ingin kecolongan lagi semenjak keributan yang terjadi beberapa hari yang lalu Adam tidak mengijinkan Amanda keluar dari kamarnya dia tetap mengunci Amanda sendirian,berulang kali Amanda menghubunginya tetapi Adam malah memblokir panggilan Amanda.


Hari ini Adam masuk ke kamar Amanda sambil mengantar makanan Amanda,


"dasar brengsek kamu Adam kamu mengunciku di kamar ini,aku akan melaporkan perbuatannya kepada kakek,"ucap Amanda dengan nada yang tinggi sambil melemparkan bantal ke arah Adam.


"jika kamu melaporkan ku kepada kakek itu artinya kamu sudah siap bercerai dariku, maka aku pun akan melaporkan perselingkuhan mu dengan anak pemilik PT Adaro,kamu tau kan kakek sangat membenci keluarga itu."ucap Adam dengan nada mengancam membuat Amanda hannya diam jika Adam melaporkan Amanda kepada kakek sudah di pastikan Amanda dan Adam bercerai dan Amanda tidak mendapat apa pun dari Adam.


"Sekarang jika kamu masih ingin bertahan silahkan tetapi jangan terlalu banyak menuntut kepada ku,dan jangan pernah berani menyentuh wanita itu karna dia akan melahirkan anak untukku."ucap Adam dengan nada mengancam


"Aku juga bisa melahirkan anak untuk mu Adam,kamu saja yang dari dulu tidak pernah mengharapkan kehadiranku." ucap Amanda.


Sebenarnya Amanda sadar kalau dari dulu Adam tidak pernah menyukai dia,bahkan disaat dia sudah berusaha menjadi istri yang baik tetapi Adam tetap sulit untuk dia taklukkan.

__ADS_1


"Kamu bisa bebas mulai hari ini tetapi jaga ucapan dan sipat mu kepada wanita itu jangan sekali-kali membuat keributan di mansion ku ini."ucap Adam lalu pergi meninggalkan Amanda di kamarnya.


__ADS_2