
Adam dan Andini tampak memasuki sebuah butik terkenal di kota ini,itu adalah butik untuk kalangan papan atas,di mana yang datang kesana adalah para artis papan atas dan juga para konglomerat.Butik ini di rekomendasikan seorang klien hebat Adam,karna Adam tidak mau mendatangi butik yang merancang busananya dulu bersama Amanda.
"Selamat pagi tuan Adam dan nyonya Andini terima kasih sudah datang ke butik kami silahkan masuk dan lihat semua brosur yang ada di meja sana " Ucap sang pelayan dengan sangat sopan.Dia takut jika melakukan kesalahan sedikit saja karna itu bisa mengakibatkan fatal untuk kariernya.
Andini hannya tersenyum membalas keramahan sang pelayan,pelayan berjalan membawa mereka ke sopa.Sebelum memberikan memberikan brosur pelayan terlebih dulu menyuguhkan kopi untuk mereka berdua.
"Silahkan tuan!" Ucap sang pelayan lalu mengambil beberapa brosur untuk model pakaian pernikahan para konglomerat dan juga para artis papan atas.
"Sayang kamu lihat kamu maunya yang gimana?" Tanya Adam,dia sedikit heran dengan istrinya karna dari kemarin Andini terlihat sangat pendiam dan tidak biasanya.
__ADS_1
"Terserah mas saja aku ngikut sama mas saja." Ucap Andini Adam lalu menarik napas kasar lalu dia mengeluarkan ke udara.
"Tolong tinggalkan kami sebentar,aku akan memanggilmu lagi jika sudah selesai." Ucap Adam.Sang pelayan tersenyum lalu meninggalkan kedua pasangan itu,dia memberikan ruang kepada pasangan itu.
"Sayang..Apa yang terjadi pada mu semenjak kemarin wajahmu terlihat murung apa ada yang salah?" Tanya Adam penuh perhatian.Andini hannya menggelengkan kepala dia sebenarnya enggan memberitahu tentang Amanda kepada suaminya apalagi Adam tidak tau kalau Amanda sudah keluar dari markas besarnya.
"Apa Amanda,sejak kapan wanita itu keluar dari markas bukankah dia sedang di tahan disana." Tanya Adam tiba-tiba saja amarahnya naik dia langsung mengambil ponsel dan ingin menghubungi Riski orang yang bertanggung jawab kepadanya.
"Mas...Tidak bisakah kamu menahan emosimu,aku belum selesai bicara tapi sudah marah lebih dulu." Andini meninggikan nada suaranya hingga Adam langsung menahan amarahnya dia jarang melihat istrinya ini marah,jadi dia sangat takut jika istri nya benar-benar marah.
__ADS_1
Adam langsung diam dan menunggu amarah istrinya reda dia tidak ingin mereka harus ribut hannya karna sebuah masa lalu yang sudah mereka lewati dengan susah payah selama ini.
Andini lalu menarik napas dan melepaskannya dengan kasar ke udara setelah dia itu dia berusaha untuk tidak terbawa emosi melihat sikap suaminya yang terlalu lebay baginya.
"Mas,nyonya Amanda sudah sangat jauh berubah bahkan penampilannya sekarang benar-benar sederhana kami sempat mengobrol di cafe,tetapi dia sepertinya sangat sulit menerima semua kenyataanya,mas bisa kah mas bujuk kakek agar saham milik baby Adrian yang dua persen diberikan kepada mikaila setengahnya biar bagaimana pun dia juga mantan istrimu anggap saja itu itu sebagai santunan untuknya mas,toh juga dia tidak mendapat apa pun dari mu setelah dia menanda tangani surat cerainya." Ucap Andini dia terlihat memohon kepada Adam dan kali Adam benar-benar bangga dengan sikap Andini,wanita itu sudah seperti malaikat saja menurutnya.
Adam tersenyum saat Andini menyudahi pembicaraannya bahkan dia menyentuh tangan istrinya." Sayang terima kasih karna kamu begitu baik,di saat wanita lain ingin mendapat semuanya kamu malah rela membagi milik anak kita,sekali lagi terima kasih.Aku akan mencoba membujuk kakek dan menjelaskan kepadanya." Ucap Adam dan memeluk istrinya.Pelayan Butik begitu terharu melihat pasangan romantis itu.
***bersambung***
__ADS_1