
Adam begitu panik saat Riko berlari menemuinya dan memberitahu berita pertengkaran itu,Adam langsung menyetir sendiri dan langsung menemui Andini di mall.
Adam sedikit beruntung karna pada saat itu jalanan begitu sepi hingga dia tidak memakan waktu lama untuk sampai ke pusat perbelanjaan itu.
Sesampainya di sana dia langsung melihat kerumunan orang-orang yang sedang sibuk menonton kejadian itu Tampa rasa simpati sedikit pun,bahkan menejer gedung itu,dan juga para security terlihat sedang menonton keributan itu.
"Amanda...." Adam lalu menarik tangan Amanda dan langsung melayangkan tamparan ke wajah wanita itu.
"Plak....Aku sudah menghubungi polisi,kamu akan mendekam di penjara,karna sudah melampaui batas.Adam langsung memeluk Andini yang terlihat sangat syok.Adam belum bisa pergi keluar membawa Andini kerumah sakit karna polisi belum datang ke TKP.Adam terlihat sangat marah kepada para security dan juga menejer gedung itu.
"Dasar kalian manusia-manusia sampah,bisa-bisanya kalian menonton sementara seorang wanita hamil sedang di aniaya di tempat ini.Security itu sangat takut melihat Adam yang begitu marah.
"Selamat siang pak Adam kami mohon maaf karna sedikit terlambat."
"Tidak perlu basa-basi cepat amankan wanita itu, karna dia sudah menganiaya istri,sekarang juga bawa dia ke kantor polisi jangan biarkan dia lolos."
"Adam...aku tidak mau di penjara." Amanda menjerit sangat keras,dia berusaha berlari melepaskan diri dari,pegangan seorang pria yang telah menahannya.Adam meminta pertolongan seorang pria yang kebetulan lewat dari depannya,karna dia sudah begitu emosi melihat menejer toko itu dan juga security nya.
"Adam..kamu pria bajingan,brengsek bisa-bisanya kamu membiarkan mereka menangkap ku,aku akan menghancurkan kalian berdua." Amanda terus menjerit hingga polisi membawanya keluar dari gedung itu,lalu Tampa pikir panjang Adam menggendong tubuh Andini dan membawanya ke rumah sakit bersama kedua pelayannya.
Sesampainya di kantor polisi,Amanda di masukkan ke tahanan,dia terus berusaha melepaskan diri tapi para polisi itu berusaha dengan terus memasukkannya keruangan itu hingga mengunci pintunya.
"Kalian akan menyesal telah memasukkan ku ruangan ini,kalian belum tau siapa aku,pria itu adalah suamiku dia hannya berselingkuh dengan wanita lain makannya aku menghajarnya." Ucap Amanda dengan lantang,polisi itu sama sekali mengabaikan ucapan Amada,dengan kesal Amanda lalu menghubungi mertuanya yang selalu berdiri di belakangnya untuk mendukungnya.
__ADS_1
Tidak berapa lama, Rania menemui Amanda di kantor polisi.
"Amanda... kamu dimana,dengan setengah berlari wanita itu langsung menemui polisi di ruangan itu.
"Mana...Dimana menantu,berani-beraninya kalian menangkapnya,apa kalian tidak tau dia dari keluarga seperti apa, keluaaaarkan dia dari ruangan itu,apa perlu aku menghubungi Kapolri agar kalian dipecat hah..."Seorang polisi dengan sigap langsung melepaskan Amanda dari ruangannya.
"Mama.....aku tidak tahan lagi ma...lebih baik Amanda tanda tangani saja surat cerainya,aku sudah lelah ma,bisa-bisanya dia menamparku di depan wanita itu.
"Tidak boleh seperti itu sayang...kamu tidak boleh cerai dari Adam.Ayo kita meninggalkan pergi,mama muak berada disini.
"Siapa yang ingin pergi...kamu...Amanda,kamu tidak bisa pergi dari kantor polisi ini,kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu,bapak polisi silahkan masukkan kembali wanita ini.
Dan kamu amanda,Mulai saat ini aku bersaksi atas nama Allah bahwa aku dan kau bukan suami istri lagi! Aku Adam Smith menjatuhkan talak kepada mu Amanda Putri ."Amanda sangat kaget mendengar ucapan Adam hingga dia merasa seluruh tubuhnya begitu gemetaran,dia tidak mampu lagi menahan bobot tubuhnya hingga dia langsung duduk di lantai.
"Bapak polisi,kalian harus menahan wanita ini,jika kalian berani melepaskannya maka,aku akan membawa lembaga ini ke jalur hukum." Ucap Adam lalu meninggalkan ibunya yang masih sibuk mengurusi Amanda.
"Adam....tunggu,mama belum selesai ngomong "Adam mengabaikan panggilan ibunya dia lalu memasuki mobilnya dan meninggalkan kantor polisi.
"Ma...apa yang kulakukan ma jika Adam menceraikan aku,hari ini saja dia sudah memberikan talak kepadaku ma..Hiks...hiks ..hiks" Amanda menagis di pelukan mertuanya dia begitu kaget dengan semua ucapan Adam hari ini.
"Lebih baik kita pulang,semua ucapannya tidak akan berlaku,karna kamu sedang hamil anaknya."
"Maaf Bu,wanita ini harus tetap berada di tempat ini karna dia sudah terbukti bersalah,kami tidak mau menanggung resiko dari pak Adam."
__ADS_1
"Kamu kenal siapa Adam?"
"Kenal Bu,dia pria yang cukup sukses di negara ini.Dan dia memiliki banyak bisnis,kami tidak ingin menanggung resiko saat dia menuntut kami."
"Jika kamu mengenal Adam,harusnya kamu kenal dia siapa,dia itu istrinya,mereka hannya salah paham,hingga membuat anakku begitu marah."
"Tapi Bu..."
"Sudahlah tidak perlu banyak bicara,aku yang akan mengurusnya jika berani menuntut lembaga ini." Rania menarik tangan Amanda dan pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan kantor polisi itu.
"Terlalu susah memang berurusan dengan para konglomerat,mereka berpikir negara ini miliknya hingga bisa melakukan sesuka hatinya." Ucap polisi itu,dia begitu takut jika Adam berani menuntut lembaga itu dia akan mempertaruhkan jabatannya sebagai kepala bagian di kantor itu.
Semenjak Adam menjatuhkan talak kepadanya,Amanda merasa dirinya begitu tidak bersemangat lagi.Dia hannya mengurung diri dikamar,bahkan dia hannya makan saat mertuanya memaksanya untuk makan.
"Jangan menyiksa diri Amanda,Tante akan menyelesaikan masalah kalian,kamu yakin saja suamimu pasti akan kembali kepada mu,tetap jaga janin yang ada di perutmu.
Pada saat dia ingin memasukkan sendok kedalam mulutnya tiba-tiba pelayan menghampirinya,
"Nyonya amanda,keluarga nyonya sedang menunggu anda di luar"
Amanda langsung merasa gemetaran,tiba-tiba saja perasaanya tidak enak,dia takut jika Adam mencabut semua sahamnya,dan membatalkan semua dana yang sudah lama di nikmati keluarga itu hingga perusahaan itu kembali bangkrut.
**bersambung**
__ADS_1