
Hampir jam sepuluh malam,ahirnya semua dokumen-dokumen yang diberikan Alex,ahirnya selesai di periksa dan di tanda tangani oleh Adam.
"Sayang,malam ini kita pulang atau kita menginap di mansion ini saja?"Tanya Adam,dia merasa kasihan kepada istrinya karna sudah kelihatan mengantuk karna menunggunya sepanjang menyelesaikan pekerjaannya.
"Kita pulang aja mas,aku merasa nga enak sama nyonya Amanda,biar bagaiman pun aku akan tetap menghargainya sebagai istri pertama mas."Ucap Andini,Adam merasa terharu dengan ucapan Andini,lalu Adam menarik Andini ke pelukannya dan memberikan kecupan di kening istrinya itu.
"Sabar ya sayang,jika sudah waktunya kamu akan menjadi nyonya Smith satu-satunya.Selamanyan kamu akan menjadi belahan hatiku,semoga secepatnya kita diberikan bayi kecil di rahim mu ini." Ucap Adam sambil meraba-raba perut Andini.
Mereka tidak tau kalau, Amanda sudah menatap mereka dari kejauhan.Hati Amanda semakin bergemuruh melihat Adam yang begitu perhatian kepada Andini.Saat melihat Adam dan Andini keluar dari ruangan itu dia bergegas masuk kembali ke kamarnya.Dia merasa hidupnya sangat tidak berarti saat Adam tidak pernah menganggapnya ada di dalam hidupnya.
Ahirnya Adam dan Andini memutuskan untuk pulang ke rumah mereka,Andini tidak ingin membuat Amanda semakin marah kepadanya.Dia juga sebagai wanita pasti akan merasa marah jika posisi Amanda,di posisnya.Adam menyetir mobilnya dengan santai apalagi karna sudah malam jalanan juga tidak se macet tadi sore.
Setelah Adam dan Andini pergi meninggalkan mansion,Amanda mengikuti mereka dari belakang dia ingin tau Andini tinggal di mana dan seberapa besar rumah yang diberikan oleh Adam kepadanya.
"Aku tidak membiarkan mu menikmati suamiku lebih lama lagi Andini! jika aku membiarkan mu lebih lama,bisa-bisa aku benar-benar di buang dari mansion,aku tidak ingin usahaku selama ini sia-sia,untuk mempertahankan suami yang tidak mencintaiku.Dia terus mengikuti mobil Adam hingga sampai ke perumahan elit,dia melihat Adam terus menyetir mobilnya dia sangat jauh di belakang karna dia tidak mau Adam curiga dengan keberadaannya.
__ADS_1
"Ternyata mewah juga rumah yang dia berikan kepada pelakor itu." Ucap Amanda saat dia sudah berada di sebuah rumah yang tampilannya sederhana tapi terlihat sangat mewah.Bahkan perumahan itu adalah perumahan para konglomerat dan juga para pejabat tinggi di negara ini.
"Hebat kamu Andini,dari wanita rendahan, dan miskin, ahirnya bisa menjadi kalangan sosialita hannya modal tampang dan merebut suami orang.Tapi aku tidak akan membiarkan mu untuk menikmati ini lebih lama lagi karna aku sudah tau kamu tinggal di daerah ini." Ucap Amanda lalu pergi meninggalkan perumahan itu menuju sebuah bar.Dia masuk untuk sekedar minum membuang semua masalah Yang ada di pikirannya.
*****
Hari ini Adam merasa kurang semangat, karna sang asisten memberitahu, kalau orang tua dan kakeknya akan tiba sore ini di Indonesia.Adam tau jika sang kakek kembali ke Indonesia kebersamaanya bersama Andini akan sangat berkurang karna,sang kakek akan terus mengawasinya dengan sangat ketat.
Pekerjaan Adam semua berantakan karna dia sama sekali tidak pokus untuk memeriksa semua berkas-berkasnya.Lalu tiba-tiba dia berdiri dan mengambil kunci mobilnya,dia ingin kembali pulang menemui istrinya,setidaknya dia akan menghabiskan waktu sampai sore nanti bersama istrinya Andini.
"Tuan,mau kemana? sebentar lagi kita akan melakukan pertemuan dengan perusahaan Aditama group.Kita sudah membatalkan pertemuan dengan mereka sebanyak tiga kali Minggu kemarin,tidak mungkin hari ini kita membatalkan lagi."ucap Robi,lalu Adam menatapnya dengan sinis dia selalu merasa enggan untuk berbicara kepada Robi sejak kejadian Andini di aniaya pembantu akibat kelalaian Robi
Adam pulang menemui istrinya,dia menyetir dengan kecepatan tinggi karna dia ingin segera bertemu Andini.Sesampainya di rumah Andini,dia langsung berlari masuk,ke rumah dan melihat istrinya sedang membersihkan kamar mandi.
"Loh kok kamu pulang sayang,bukan kah hari ini kamu ada meeting bersama klien mu?" Ucap Andini lalu mendekati suaminya yang sudah duduk di meja makan,dengan cekatan Andini memberikan kopi untuk suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu kok kerja sih sayang,kan aku Uda bilang secepatnya pelayan akan datang kesini,aku sudah memesan ya dari yayasan,karna kalau Dea kesini takutnya kakek curiga." Ucap Adam lalu meminum kopi yang diberikan oleh Andini.
"Biarin aja,mas kenapa pulang apa hari ini nga jadi pertemuannya dengan klien?" Ucap Andini,bukannya menjawab malah Adam langsung membopong tubuh istrinya ke kamar dan merebahkannya di atas ranjang.
"Sayang,kita sudah lama tidak melakukannya hari ini kamu harus melayani ku,aku sudah tidak tahan lagi ucap Adam,Tampa menunggu jawaban Andini Adam langsung melucuti pakaian Andini dan melemparkannya ke lantai,lalu dia ******* bibir alami Andini,dan memainkan kedua gunung kembar Andini.Tidak sabar lagi Adam langsung membuka semua pakaiannya,
Andini sangat kaget melihat milik suaminya yang sudah berdiri tegak,lalu Adam langsung memasukkan miliknya ke milik Andini hingga Andini menjerit manja,membuat Adam semakin bergairah.
Adam sangat lama mencapai puncaknya membuat Andini benar-benar sangat kelelahan.Bahkan miliknya sudah lecet akibat gesekan milik Adam.
"Sabar sayang,sebentar lagi akan selesai."Ucap Adam hingga ahirnya dia mencapai puncaknya lalu tidur dengan menindih tubuh Andini yang sangat ramping,membuat Andini sesak menahan beratnya tubuh suaminya.
"Sayang,badan mu itu terlalu berat." Ucap Andini,lalu Adam langsung turun dan tidur di samping Andini sambil memeluk tubuh Andini dengan sangat mesra.
"Sayang,mungkin beberapa hari ke depan,kita akan jarang tidur bersama kalau malam karna,orang tua dan kakekku akan sampai nanti sore di kota ini." Ucap Adam,dia merasa sangat takut memberitahunya kepada Andini,tapi dia tidak mau Andini nanti akan kecewa karnanya.
__ADS_1
"Nga papa sayang,mau gimana lagi,aku ngerti kok posisi mu."Ucap Andini,walaupun sebenarnya dia nga rela,tapi dia harus ikhlas karna dia tau posisinya.Dia tau kalau keluarga besar suaminya tidak tau kalau Adam memiliki istri siri.
👉bersambung👉