
Pagi ini Nadia sudah bersiap-siap hendak menemui Adam di kantornya.Ibunya enggan menemani Nadia ahirnya memberi alamatnya kepada Nadia.
"Ma,kenapa tidak mau menemani ku?"ucap Nadia di saat dia hendak berangkat,"
"Sudah lah kamu pergi aja sendiri mama kan baru dari sana nga enak dong mama harus kesana lagi,tunggu uangnya habis dulu baru mama kembali menemui pria itu."Ucap Fatimah kepada anaknya Nadia.
"Ya sudah ma Nadia jalan dulu ya."jawab nadia lalu mencium tangan ibunya dan dan segera pergi menaiki angkutan umum tujuan kantor besar, Adam.
Sesampainya di tujuan, Nadia sangat mengangumi mewahnya perusahaan suami dari kakaknya itu,
"Wow,mewah sekali kantor ini,beruntung sekali Andini bisa menjadi Suami pemilik perusahaan ini,kenapa sih dari dulu aku harus kalah dari Andini sialan itu," ucap Nadia sambil terus memperhatikan kantor itu hingga dia tidak sadar security telah di depannya,
"Selamat siang nona apa yang bisa kami bantu?" ucap security itu membuat Nadia tersadar dari lamunannya.
"Maaf pak,saya mau bertemu Abang ipar saya pak Adam," ucap Nadia penuh percaya diri,lalu security memandangi Nadia dari atas kebawah security curiga kepada Nadia karna semua kariawan di perusaahan ini tau kalau istri dari pemilik perusahaan ini tidak mempunyai adik.
"Maksudnya pak Adam pemilik perusahaan ini?"tanya security itu memastikan kebenarannya
"bapak Adam belum tiba di kantor ini apa anda sudah membuat janji dengan beliau," tanya security itu dia agak sedikit curiga dengan tingkah Nadia.
"Jika anda belum membuat janji anda harus membuat janji dulu dengan sekretarisnya." ucap security itu kembali.
"Aku menunggunya disini saja pak."ucap Nadia lalu pergi meninggalkan security itu karna nadia tidak mau semakin banyak pertanyaan kepada Nadia,lalu Nadia duduk di sebuah kursi yang sudah di sedia kan bagi para tamu di ruangan itu.
__ADS_1
Sementara itu Adam bersiap-siap hendak berangkat ke kantor,dengan terpaksa Adam harus membawa Amanda ke kantornya karna kakeknya serta kedua orang tuanya akan mengunjungi mereka ke perusahaan.Kakeknya meminta Adam supaya istrinya dibawa ke kantornya.
"Apa,kakek bakalan berkunjung kekantor?" tanya amanda,Adam memberitahunya disaat mereka sedang melakukan rutinitas sarapan pagi.
"hm mereka meminta membawamu menemui mereka,tolong nanti disana jaga sipat dan ucapannya."ucap Adam dingin.padahal hari ini Adam berencana membawa Andini jalan-jalan tetapi rencananya gagal di saat asistennya memberitahu kalau kakek dan kedua orang tuanya sedang berkunjung ke perusahaannya.
Adam memperhatikan Andini,yang duduk sambil menikmati sarapan paginya Adam berharap supaya Andini cemburu tetapi yang dia lihat Andini hannya santai tidak menanggapi sama sekali ucapan Adam kepada istri pertamanya dan dia malah menikmati sarapannya dengan santai.
"apa dia tidak cemburu kalau aku pergi dengan Amanda apa dia tidak memiliki rasa kepada ku,"batin Adam,dia sangat berharap Andini bisa cemburu kepadanya.
Setelah selesai sarapan Tampa permisi Andini meninggalkan meja makan dan naik ke lantai atas.Andini sangat kesal saat Adam mengajak istrinya ke perusahaan menemui orang tuanya.
Andini yang berdiri di balkon sambil menikmati udara pagi hari ini perasaanya sangat tidak menentu dia tidak tau kenapa hatinya terusik saat Adam pergi bersama istrinya.
Sebelum berangkat,Adam pergi naik keatas menemui Andini istri keduanya.Pada saat dia hendak masuk ke kamarnya dia melihat Andini sedang berdiri di balkon sambil menikmati udara pagi hari.
"Andini,aku jalan dulu ya kamu di rumah hati-hati kalau bosan kamu bisa menghubungiku," ucap Adam sambil memeluk Andini dari belakang dan menciumi kepala Andini.Andini hannya diam menanggapi ucapan suaminya itu lalu Adam membalikkan tubuh Andini dan melihat mata andini seperti habis menangis.
"kamu menangis ada apa ?" tanya Adam tetapi Andini menepis tangan Adam yang sedang menyentuh wajahnya,
"kamu pergi aja nanti keluargamu menunggu mu dikantor," ucap Andini lalu pergi meninggalkan Adam dan langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam.Adam yang sedang bingung langsung turun kebawah dan segera pergi bersama Amanda.Dia masih bingung kenapa Amanda sampai menangis.
Di halaman gedung perusahaannya Adam dan istrinya di sambut oleh beberapa security dan pintu mobilnya dibukakan oleh Robi asistennya.Nadia yang menebak-nebak langsung berdiri dan mulai berjalan mendekati Adam.
__ADS_1
"Tuan, nona ini ingin bertemu dengan anda," ucap salah seorang security yang ada di belakang Adam.
Dan Nadia langsung mendekati Adam dan istrinya
"Tuan perkenalkan namaku Nadia adik dari kakakku andini," ucap Nadia dan Amanda yang mendengar kata Andini langsung merasa jijik
"Ada apa kamu datang menemui suamiku kesini apa kamu berniat menjual tubuh mu itu juga kepada suamiku," ucap Amanda dengan nada yang sangat sinis, tetapi Nadia tidak merasa tersinggung sedikit pun dia hannya membalas senyuman kepada Amanda.
"Tidak nyonya saya hannya ingin berkenalan dengan tuan Adam suami dari Kaka ku."ucap Nadia penuh percaya diri.Lalu Adam langsung pergi naik Tampa memperdulikan keberadaan nadia.dan para security yang mendengar ucapan istri dari atasan mereka merasa curiga tetapi mereka tidak berani bertanya lebih karna itu bukan lah Rana mereka.
Nadia tidak merasa putus asa saat Adam sama sekali tidak memperdulikan dia,lalu Nadia mengikuti langkah Adam dari belakang dia
"nona tolong keluar dari kantor ini dan tolong jangan membuat keributan disini," ucap salah satu security itu dan menarik tangan Nadia supaya pergi dari kantor itu
"Aku ingin berbicara dengan Abang ipar ku!"ucap Nadia dengan keras,lalu Adam menghentikan langkahnya dia tidak ingin terjadi keributan di kantornya.
"Ijinkan dia masuk," ucap Adam lalu pergi meninggalkan mereka,lalu Nadia mengikuti langkah Adam dan istrinya.
"Apa yang ingin kamu katakan kepadaku, cepat katakan karna aku tidak ingin melihat wajah mu dikantor ku ini."ucap Adam setelah mereka sampai di ruangannya,dan duduk di kursi kebesarannya. Dia sudah tau kalau Nadia sama saja dengan ibunya penjilat dan mata duitan.
"Aku hannya ingin memberitahu kepada mu tuan kalau Riko pacar Andini ingin sekali bertemu dengan Kaka ku," ucap Nadia mencari alasan dia sudah merencanakan niat kotor supaya Andini di ceraikan oleh Adam.Karna Nadia tidak ingin Andini bisa menikmati hidup bahagia.
Mendengar Nama Riko, Adam merasa sesak di hati lalu dia melonggarkan dasinya, dan keluar dari mejanya lalu duduk di sopa yang ada di ruangannya itu.
__ADS_1
👉bersambung👉