Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 25 ~ pura-pura tidak tau~


__ADS_3

Selesai makan malam bersama kakek,Adam mengantar kakeknya masuk kamar dan membiarkan kakek istrahat.Setelahbitu dia keluar dari kamar kakek dan melihat Amanda sudah menunggunya di samping kamar kakeknya.


"Aku mau bicara!"ucap Amanda serius, sementara itu Adam ingin segera pergi ke apertemen Andini untuk melihat keadaannya.


"Aku ada urusan lain kali aja," ucap Adam lalu segera pergi dari depan kamar sang kakek,tetapi Amanda mengikuti langkah Adam kemana dia akan pergi,


"Adam,kapan kamu akan menceraikan istri siri mu itu, apa kamu ingin kakek mengetahui semua perbuatan mu dibelakangnya?ucap Amanda berteriak saat Adam pergi menuju garasi mobilnya lalu Adam menghentikan langkahnya dan membalikkan badan lalu melihat ke arah Amanda,


"itu bukan urusan mu,biarkan aku yang menjelaskan suatu saat kepada kakek,kamu tinggal nikmati aja apa yang bisa kamu nikmati di mansion ini sebelum kamu hengkang dari istanaku, dan pastikan perusahaan keluargamu sudah mulai maju sebelum kita cerai," ucap Adam hingga membuat wajah Amanda merah padam dia tidak menyangka kalau Adam akan tetap pada pendiriannya untuk cerai,sementara Adam langsung menaiki mobilnya lalu pergi dengan kecepatan tinggi.


"Sialan kamu Adam,aku harus bertindak lebih dulu sebelum dia menceraikan ku," ucap Amanda lalu pergi ke kamarnya dengan sangat kesal.


Sementara itu Adam,pergi ke apertemen Andini untuk melihat keadaan Andini apalagi Andini yang menghubunginya dia takut terjadi sesuatu kepada istri keduanya itu.


Andini,yang dari tadi gelisah nga menentu ahirnya memutuskan masuk kembali ke kamar karna menonton pun pikirannya tidak pokus,lalu dia mematikan televisi dan kembali ke kamarnya Tampa menyentuh makanan padahal tadi perutnya sangat lapar tapi karna dia tidak melihat keberadaan Adam seketika itu juga nafsu makannya hilang.


Di saat matanya hampir terlelap dia mendengar suara pintu terbuka dia heran malam-malam begini siapa yang datang apa mungkin Susi membawa orang,terapi dia tidak beranjak sama sekali dari kamar dan samar-samar mendengar suara Adam di ruang tamu lalu dia kembali-pura-pura tidur.


"Susi,apa nona sudah makan malam?tanya Adam disaat susi keluar kamar saat mengetahui kalau tuannya datang menemui istrinya,

__ADS_1


"Belum tuan dari tadi nona kelihatan gelisah aku tidak tau dia kenapa gelisah trus makanan yang ku masak belum di sentuh oleh nona sama sekali." ucap Susi memberitahu apa yang dia ketahui.


"kenapa dia tidak makan apa masakan mu tidak enak," tanya Adam


"Nga tau tuan nona belum melihat sama sekali masakan yang sudah ku hidangkan." Ucap Susi berkata jujur lalu Adam langsung meninggalkan Susi dan masuk ke kamar istri keduanya itu.


Di saat Adam masuk ke kamar Andini, dia melihat Andini sedang tidur,lalu dia mendekati Andini dan membangunkannya,


"Andini,ayo bangun kamu belum makan malam kenapa kamu tidak makan?tanya Adam disaat Andini membuka matanya dan mengucek -ngucek matanya,


"Kamu datang tuan,kenapa bisa datang se larut ini apa nyonya Amanda tidak marah jika kamu meninggalkan dia malam-malam," tanya Andini pura-pura padahal sesungguhnya dia sangat bahagia saat dia tau Adam mengunjunginya.


"Benarkah,tuan akan selalu meluangkan waktu padaku?"tanya Andini hingga membuat Adam terkejut lalu dia menatap mata Andini dan memegangi tangan Andini,


"Kenapa?apa kamu sangat bahagia kalau aku berada di samping mu?tanya Adam


Andini sangat malu mengakuinya kalau dia sangat bahagia sekarang ini entah kenapa tiba-tiba dia takut kehilangan Adam.Kehidupan Andini pelan-pelan mulai berubah,dulu setiap hari dia mendapat siksaan dari orang tuanya,belum lagi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan adiknya sekarang walaupun dia masih sering mendapat penganiayaan paling tidak dia sudah ada pelindungnya.Untuk makan pun sekarang ini Andini sudah bisa bebas memilih padahal dulu jangankan memilih makanan kadang nasi basi pun harus dia makan yang penting perutnya kenyang.


Mengingat semua itu Andini sangat bersyukur menjadi istri dari Adam walaupun dia di cap wanita pelakor tetapi bagi Andini itu tidak menjadi masalah yang penting bukan dia yang merusak rumah tangga suaminya itu dia sendiri yang memaksanya jadi istri sirinya.

__ADS_1


Tetapi walaupun Andini sering merasa bersyukur menjadi istri Adam di dalam hati kecilnya sering sekali dia ketakutan kalau Adam akan menceraikannya dia tidak tau bagaimana melanjutkan hidupnya jika Adam benar-benar menceraikannya tidak mungkin dia kembali kepada keluarganya yang bejat itu.


"Andini...Kok kamu sering kali melamun,apa yang kamu pikirkan?" tanya Adam


"Aku takut tuan kalau suatu saat tuan menceraikan aku," ucap Andini tiba-tiba Adam yang mendengar ucapan Andini benar-benar kaget,


"Apa kamu bilang cerai?aku tidak akan pernah menceraikan mu sayang kamu akan menjadi istriku yang sah suatu hari nanti." ucap Adam lalu dia memeluk tubuh Andini dan menciumi Andini dia tidak menyangka kalau Andini akan berpikir sejauh itu.


Tiba-tiba Adam langsung mengangkat tubuh Andini dari ranjang dan membawanya ke ruang tamu,


"Lepasin aku tuan aku sangat malu," ucap Andini dengan manja membuat Adam semakin gemas melihat istri muda nya itu,


"Kalau saja tadi kamu sudah makan,pasti kita gantian aku sekarang yang memakan mu tapi berhubung kamu belum mengisi perut mu sekarang kamu makan dulu biar nanti kamu punya tenaga di saat melayani suami mu ini," ucap Adam membuat wajah Andini sangat merah dia begitu malu saat Adam menggodanya.


"melayani apaan sih tuan?"ucap Andini malu-malu dan Adam yang melihat pipi Andini merah merona sangat lah bahagia karna ternyata istrinya itu sangat pemalu.Lalu Adam memasukkan udang yang ada di piring itu ke mulutnya dan langsung meraih mulut Andini dan memasukkan udang yang di mulutnya ke mulut Andini.


Andini sangat malu saat Adam menyuapi dia pakai mulut Adam,dia tidak menyangka kalau Adam akan melakukan seperti itu kepadanya Andini yang belum pernah mendapat perlakuan seperti itu langsung kaget dia membesarkan matanya dan Adam tidak melepaskan bibirnya dari bibir Andini Dian menikmati bibir Andini yang begitu manis,saat Andini berusaha melepaskan bibirnya,Adam langsung menjilati bibir Adam karna saos udang itu menempel semua di bibir Andini membuat Adam semakin menikmatinya.


Pada saat mereka sedang melakukan permainan bibir tiba-tiba Susi keluar dari kamar karna dia berpikir tuannya sudah masuk kamar,dia hendak membereskan meja makan, tapi betapa kagetnya dia saat melihat kedua pasangan suami istri itu sedang berciuman.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2