Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 70 ~ Kedatangan mertua ~


__ADS_3

Andini tertidur sampai jam sepuluh pagi,kehamilannya benar-benar telah menyiksanya.Makan tidak selera,dan Indra penciumannya benar-benar tajam sehingga dia terus mengalami muntah-muntah apalagi jika hari sudah pagi.


Andini keluar dari kamar,menuju dapur dia ingin mengambil air putih karna dia merasa sangat kehausan.Dia mencari-cari keberadaan sang pembantu tetapi dia tidak menemukannya,karna mungkin dia masih belum kembali dari pasar.


Tiba-tiba Andini mendengar pintu di ketuk dari luar,lalu Andini bergegas menuju pintu dan membukanya.


"Nyonya.....!!!!"Andini sangat ketakutan saat melihat Amanda dan seorang wanita berdiri persis di depan pintunya.Lalu dengan kasar wanita paruh baya itu mendorong tubuh Andini,lalu masuk kedalam ruangan itu.


"Kenapa kamu masih berdiri disitu,ambilkan kami minuman."


"Baik Nyonya." Andini langsung bergegas ke dapur dan mengambil dua gelas air putih,lalu memberikannya kepada Amanda dan mertuanya.Andini merasa tubuhnya sangat gemetaran karna melihat aura wanita itu sangat menakutkan.


"Siapa nama mu?"


"Andini nyonya."


"Sudah berapa lama hubungan mu dengan anakku Adam." Andini terlihat kaget,karna menyadari wanita yang ada di hadapannya adalah mertuanya.


"Aku tidak marah kepada mu,dan saat aku masih meminta dengan baik-baik kamu harus menuruti permintaanku.Kamu tau Adam sudah punya istri,bahkan mungkin mereka sebentar lagi akan memiliki anak,jadi aku sebagai ibunya Adam meminta kepada mu supaya kamu meninggalkan Adam,sekeras apa pun kamu berjuang menjadi istrinya Adam,kamu tidak akan bisa mendapatkan posisi itu."


Andini terdiam dengan ucapan mertuanya.Dia sudah benar-benar seperti wanita perebut suami orang andai kata juga bukan karna dia di jual ayahnya mungkin, dia juga tidak akan mau menjadi istri kedua.


"Camkan baik-baik apa yang aku katakan,jika kamu tidak segera mengakhiri hubungan mu dengan Adam jangan salahkan aku berbuat kasar." Lalu mereka berdua pergi meninggalkan rumah Andini.


Amanda merasa masih kurang dengan apa yang diperbuat mertuanya,Rasanya dia belum merasa puas memberikan Andini pelajaran.


Air mata Andini langsung menetes di wajah cantiknya,dia tidak mengerti kenapa hidupnya terlalu tragis,memiliki keluarga yang kejam,Baru Andini hampir merasa bahagia,tapi masalah sudah datang lagi,dia tidak ingin menjadi perebut milik orang tetapi takdir mengantarkan dia ke situasi seperti itu.Tak henti-hentinya Andini menagis,sampai Marni kembali dari pasar dan melihat keadaan Andini.


"Kenapa nona,apa yang terjadi dengan nona?" Marni lalu memapah tubuh Andini yang duduk di lantai,dia melihat dua gelas yang masih ada dimeja.

__ADS_1


"Nona,apa tadi rumah ini kedatangan tamu?"


"Tidak bibi,tolong antar kan aku ke kamar bi!" Marni lalu membawa Andini kedalam kamar dan membiarkan wanita itu menenangkan diri disana.Dia tidak ingin bertanya lebih jika wanita itu tidak ingin cerita.


*****


Sore harinya Alex terlihat datang berkunjung ke mansion,untuk menemui tuan besarnya,sementara itu Rania dan suaminya sedang melakukan perjalanan ke kota S untuk menghadiri pesta ulang tahun klien penting di perusahaanya.


Amanda terlihat sangat antusias untuk bertemu Alex,entah dari mana awalnya,Amanda merasa hatinya sedikit bergetar bila dia sedang dekat dengan Alex.


"Alex,kamu memang pria yang sangat mengagumkan entah kenapa aku selalu merindukan mu." Amanda berbicara dalam hati,lalu dia mengikuti Alex,dari belakang nya dan tiba-tiba dia memeluk Alex,karna keadaan yang sangat sepi,


"Lepaskan,apa yang kamu lakukan,dasar wanita gila." Alex dengan sangat kasar melepaskan tangan Amanda yang melilit di pinggangnya.


"Apa yang kalian lakukan disini." tiba-tiba kakek sudah berdiri di hadapan mereka membuat jantung Alex hampir melompat dari tempatnya.


"Ma...ma..maafkan aku kakek,aku mengira dia suami ku Adam,jadi Tampa sengaja aku mengagetkannya." Andini menjawab kakek dengan suara yang terbata-bata,kakek mengerutkan keningnya.


"Tidak tuan besar,aku tidak tau kalau nyonya Andini mengagetkan ku maafkan aku tuan."Alex berusaha terlihat tenang agar tuan besarnya tidak mencurigainya.


"Perempuan gila ini selalu saja memberikan masalah kepada ku,kapan dia tidak menganggu hidupku."Alex berbicara dalam hati,dia sangat ketakutan jika tuannya mencurigainya.


"Maafkan aku kakek,karna sudah membuat mu cemas.lain kali aku akan lebih hati-hati."


Pria itu langsung meninggalkan Amanda di ruangan itu,lalu menyuruh Alex untuk membawanya ke ruang baca.


"Alex,kamu tidak menyembunyikan apa pun dari ku?"


"Tidak tuan,aku akan tetap setia kepada tuan dan tidak pernah sekalipun membohongi mu tuan."

__ADS_1


Alex terlihat gusar,sudah lama dia mengabdi kepada keluarga Smith, tetapi baru kali ini dia melihat tuan besarnya menaruh curiga kepadanya.


"Baik lah kamu bisa keluar."


Alex keluar dari ruang baca,lalu dia menghela napas dengan kasar,dia merasa napasnya sesak saat tuan besarnya bertanya penuh curiga kepadanya.Sementara itu seorang pelayan menghampiri Alex dan memberikan segelas minuman segar,karna merasa tenggorokannya sangat kering ahirnya Alex menghabiskan minuman itu.


Disaat Alex meninggalkan mansion,Amanda mengikuti mobil Alex dia tidak ingin membiarkan Alex kali ini,dia tidak ingin mengecewakan mertuanya, karna sudah berharap lebih kepadanya.Ternyata pada saat di dapur Amanda sudah memasukkan obat kedalam minuman yang diminum oleh Alex.


Saat Alex hampir sampai ke apartemennya dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.Lalu dia semakin mempercepat langkahnya hingga ahirnya dia sampai ke dalam apertemen nya dan tiba-tiba Amanda menerobos masuk kedalam ruangan itu.


Alex langsung jatuh ke lantai dia merasa seluruh tubuhnya kaku,dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Alex maafkan aku,kali ini kamu harus bisa membantuku hamili aku sekarang juga." Amanda lalu menyeret tubuh Alex ke dalam kamar yang ada di ruangan itu.


"Apa yang akan kamu lakukan kepadaku,obat apa yang sudah kamu berikan untukku wanita gila?" Alex terus meracau semakin dia ingin menggerakkan tubuhnya tapi semakin membuatnya menderita.


"Sudah kamu diam,nikmati apa yang akan aku suguhkan kepada mu."


Lalu Amanda mulai menaiki tubuh Alex,dia mulai menciumi bibir Alex,dan dia menautkan lidah mereka,Amanda memperlakukan Alex dengan sangat lembut,Amanda sangat merasa heran dengan hatinya entah kapan mulainya dia memiliki perasaan kepada Alex.


Merasa puas bermain dengan bibir Alex dia mulai menelusuri leher pria,itu sambil memainkan tangannya di payudara Alex hingga Alex merasa gairahnya sangat meningkat.Alex merasa heran dengan obat yang diberikan Amanda kepadanya,tubuhnya bisa kaku tapi miliknya bisa normal.


Amanda semakin mulai bergairah,lalu dia memaksa Alex untuk memasukkan milik Alex ke dalam miliknya.Amanda terpacu dengan cepat,apalagi dia melihat Alex berjuang menggerakkan miliknya,hingga ahirnya Alex menumpahkan benihnya di dalam rahim Amanda.


"Sayang,terima kasih sudah memberikannya kepadaku,aku sangat berharap kali ini aku bisa hamil."


Amanda lalu mengecup bibir Alex dan memeluk tubuh Alex dengan sangat erat dia merasa sangat damai berada di pelukan Alex.Lalu dia membaringkan tubuh Alex,dan mereka berdua tidur bersama di apertemen itu hingga jarum jam menunjukan pukul sepuluh malam amanda baru meninggalkan apertemen milik Alex,dia tidak ingin kakek curiga kepadanya jika dia tidak pulang malam ini.


πŸ‘‰bersambungπŸ‘‰

__ADS_1


Maaf ya Kaka -kaka jika ceritaku belum bisa sebagus yang kalian bayangkan terima kasih sudah mampir dan mendukung karya ku ini πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2