
Setelah Dea,datang ke rumah sakit,Adam langsung meninggalkan Andini di rumah sakit bersama Dea.Sebenarnya Andini sudah merengek minta pulang tetapi Adam belum mengijinkan karna dia ingin Andini benar-benar pulih.
"Sayang,aku berangkat ke kantor dulu,Dea akan menjaga mu disini.Aku akan pulang setelah selesai menanda tangani semua berkas yang sudah bertumpuk di kantor."Ucap Adam lalu mencium kening Andini,lalu Andini mengangguk dan tersenyum kepada Adam.
Sesampainya di kantor,Adam langsung masuk menuju ruangannya.Beberapa kariawan menunduk saat melihat Adam.Mereka merasa heran dengan bosnya itu karna sudah beberapa hari ini dia kelihatan jarang datang kekantor.
Saat Adam masuk ke ruangannya, dia sudah mulai pusing melihat banyaknya berkas yang harus di periksa dan di tanda tangani.Adam adalah tipe pria yang sangat hati-hati dalam bekerja,dia tidak mau menerima atau menanda tangani berkas yang sampai ke mejanya jika menemukan satu kesalahan kecil.
"Hufff....mungkin sampai sore,pekerjaan ku tidak akan selesai."Ucap Adam lalu dia memulai memeriksa satu persatu berkas yang ada di hadapannya.Pada saat itu asistennya datang menemuinya sambil membawakan kopi untuk Adam.
"Tuan,apa yang harus kita lakukan kepada Susi dan pacarnya selanjutnya,mereka sudah benar-benar minta ampun di markas kepada geng Riski."Ucap Robi sangat hati-hati dia tidak ingin merusak mood tuannya itu.Robi sangat menyesal karna sudah asal percaya kepada orang.Karna bagi Robi orang yang baru datang dari kampung pasti sangat polos ternyata pikirannya salah,hingga ahirnya dia yang dapat masalah dari tuannya.
"Terserah,kamu mau apakan dia,kalau kamu ingin,silahkan nikmati tubuhnya yang kurus kering itu."Ucap Adam Tampa menoleh sedikit pun kepada Robi,dia masih sangat kesal kepada Robi karna sudah bekerja dengan sembarangan.
"Baik lah tuan."Ucap Robi lalu keluar dari ruangan Adam,sesampainya di luar dia menghela napasnya yang terasa berat,
"Ini semua,karna pembantu sialan itu aku harus memberi dia perhitungan,rusak reputasi ku di hadapan tuan Adam karna ulah manusia sampah itu."Ucap Robi lalu pergi dari tempat itu.
Sudah hampir siang Adam terus memandangi berkas-berkas yang ada di depannya,tiba-tiba ponselnya bergetar
__ADS_1
Drttttt
💬 [Adam,tolong kamu periksa semua berkas-berkas perusahaan kakek,karna sudah begitu banyak dokumen yang membutuhkan tanda tangan kakek,tapi berhubung kakek belum bisa pulang,kakek mempercayakan semua itu untukmu,kakek percaya kamu bisa menyelesaikannya dengan baik.Semua berkas dari kantor sudah kakek suruh diantar asisten kakek ke mansion mu ]
Seluruh tubuh Adam rasanya lemah, saat dia membaca pesan singkat dari sang kakek.Pada hal dia bekerja dari pagi hingga siang tidak ada istirahat sama sekali agar dia bisa secepatnya pulang dan menemani istrinya di rumah sakit.
"hufff kakek,bisanya cuma menambahi beban pikiran ku saja,."Ucap Adam lalu dia melanjutkan pekerjaannya,karna dia akan lanjut ke mansion nya untuk mengerjakan semua tugas dari kakeknya.
Hingga hari sudah mulai sore ahirnya seluruh dokumen yang menumpuk di mejanya,selesai di periksa dan di tanda tanganinya.Adam merasa tubuhnya sangat lelah,tetapi dia sama sekali tidak peduli karna dia ingin secepatnya menyelesaikan semuanya pekerjaannya termasuk dokumen milik kakeknya dia ingin cepat pulang dan bertemu istrinya.Lalu dia menyambar kunci mobil yang ada di mejanya dan pergi meninggalkan perusahaanya.
Saat Adam sudah berada di luar gerbang para penjaga mansion itu langsung berlari dan membukakan pintu gerbang mansion itu.
"Selamat sore tuan Adam,apa kabar tuan, sudah lama tidak pulang tuan?" tanya salah seorang security,dia adalah security yang paling lama di mansion itu bahkan istrinya juga sudah bekerja sebagai chef di mansion itu karna dia punya keahlian dalam memasak.
Lalu Adam segera naik ke atas dan masuk ruang kerjanya,dia mulai memeriksa dokumen itu satu persatu.Semua sudah tersusun dengan rapi,Adam mengakui ketelitian Alex dalam bekerja,hal itu yang membuat sang kakek sangat menyukainya.
Pada saat Adam sedang asik memeriksa semua dokumen itu tiba-tiba Amanda datang memeluknya dari belakang
"Sayang,kamu sudah pulang?"tanya Amanda lalu menciumi leher Adam,Amanda mengira kalau itu Alex hingga Tampa sadar dia memeluk dan mencium leher adam.Adam sangat kaget lalu dia langsung berdiri dan mendorong tubuh Amanda hingga terpental ke lantai.
__ADS_1
"Auhhh ...Kamu...ngapain kamu disini?" tanya Amanda,dia begitu kaget saat Adam membalikkan tubuhnya.Amanda langsung tersadar,dengan apa yang dia lakukan.Mungkin akibat dari tidur sore dia seperti mengigau.dia tidak sadar kalau pria yang di hadapannya adalah Adam,suaminya.
"Apa kamu sedang menunggu seseorang di mansion ku ini?jangan pernah nodai mansion ku ini dengan sipat buruk mu itu.Jika kamu tidak ingin secepatnya aku ceraikan."Ucap adam penuh ancaman.Adam merasa ada sesuatu yang aneh dengan sipat istrinya itu.
"Masih ingat ternyata kamu pulang ke mansion ini?Ucap Amanda dia berusaha mengalihkan pembicaraan Adam,dia tidak ingin Adam curiga kepadanya.
"sial aku kira tadi Alex ,inilah akibatnya tadi aku tidur siang,mudah-mudahan Adam tidak curiga kepada ku"batin Amanda.
"Keluar dari ruangan ku."Ucap Adam lalu dia melanjutkan pekerjaannya,seorang pelayan membawakan Adam kopi dan makanan ringan.
"Tuan,silahkan dinikmati." Ucap pelayan itu lalu dia meninggalkan Adam dan Amanda di ruangan itu.
"Kema...."
"Keluar...."belum sempat Amanda mengucapkan seluruh kata-katanya Adam kembali berteriak dan mengusirnya dari ruangan itu.Adam semakin yakin kalau Amanda sedang menyembunyikan sesuatu di mansion ya itu.
"Apa dia sedang menjalin hubungan dengan para, penjaga atau supir di mansion ku ini.jika itu benar baguslah, setidaknya aku punya satu bukti untuk kakek agar aku bisa secepatnya bercerai darinya.karna aku ingin meresmikan hubunganku dengan Andini." batin Adam Dia semakin bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya dan secepatnya kembali ke rumah sakit bertemu istrinya.
"Sialan aku harus bagaimana,aku takut Adam curiga pada ku bodoh.....bodoh aku emang benar-benar bodoh bisa-bisanya aku mengira Adam itu Alex."Ucap Amanda sambil memukul-mukul kepalanya.Dia terus mondar-mandir di kamarnya,dia takut Adam mencurigainya,Andini tidak ingin Alex juga mendapat masalah karna ulahnya.
__ADS_1
"Tidak..Adam tidak bisa curiga kepadaku,aku tidak ingin Alex terlibat masalah karna ulahku biar bagaiman pun dia pria yang sangat mengerti dan bisa menyenangkan ku."Ucap Amanda.Rasanya dia begitu frustasi karna kejadian tadi diruang kerja Adam.
👉bersambung👉