Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 65 ~ Mama Rania ~


__ADS_3

"Amanda,apa yang terjadi sayang,cerita sama mama..! Apa Adam memperlakukan mu dengan tidak baik?" Ucap Rania sambil mengelus rambut Amanda.Rania ibunda dari Adam,adalah orang pertama yang mendukung pernikahan Adam dan Amanda walaupun jelas-jelas dia tau kalau Adam sangat menolak untuk menikah dengan Amanda.


Rania,menyuruh semua pelayan di mansion itu untuk menjauh dari mereka karna dia tidak ingin para pelayan itu mendengar obrolan mereka berdua.


Amanda terus menagis di pelukan Rania,


"Mah....Adam punya wanita lain,aku tidak ingin mah pernikahan ku hancur karna wanita itu,dia wanita yang licik ma."


"Maksud kamu apa Amanda....wanita bagaimana apa kamu sudah memastikannya?"


"Udah ma, bahkan wanita itu lama tinggal di mansion ini..mereka sudah menikah sirih ma."Ucap Amanda,Rania langsung memegangi kepalanya, karna dia begitu terkejut mendengar kabar dari menantu nya itu,mungkin darah tingginya langsung naik karna ucapan dari Amanda.


"Dea,kamu kesini." Rania langsung memanggil dea yang kebetulan lewat dari depan mereka.


"Ada apa nyonya?" Rania,langsung berdiri menatap Dea dengan sinis lalu,


"Plaakk....apa benar Adam sudah menikah sirih, dengan wanita lain..!!apa saja yang kamu lakukan di mansion ini hingga berita sebesar ini tidak kamu beritahu kepada kami hah...!"


Dea hannya bisa menunduk,dia tidak bisa membela diri lagi


"Mah...bahkan pelayan ini yang sering membantu wanita itu di saat Adam sedang sibuk." Amanda memanas-manasi mertuanya.

__ADS_1


"Mulai hari ini kamu saya pecat dari mansion ini,keluarga Smith tidak butuh pelayan yang penghianat seperti mu, silahkan keluar dari mansion ini sekarang juga.


"Siapa yang keluar mah dari sini siapa yang mama pecat?" tiba-tiba Adam sudah berdiri di belakang mereka,Amanda dan dan Rania ibunya langsung menoleh suara itu.


"Mama tidak berhak ikut campur di mansion ini,dia pelayan ku,jadi aku berhak memberi keputusan kepadanya.dea kamu pergi ke belakang dan bekerja seperti biasanya." Ucap Adam,Rania terlihat emosi karna dia merasa malu kepada menantu dan pelayan yang masih berdiri di depannya.


"Adam...! mama mau bicara kepada mu,apa maksud mu menikah sirih dengan wanita lain..! apa kamu ingin membuat keluarga Smith cacat karna ulah mu,kamu tau bagaiman orang dari dulu menghormati keluarga kita,sekarang kamu mau mengotorinya,Hah....!" Rania terlihat sangat marah,tapi dia tidak berani mengeluarkan suara keras,karna dia takut suami dan mertuanya akan mendengar keributan mereka.


"Mama tidak mau tau sekarang juga kamu ceraikan wanita itu."Rania langsung pergi meninggalkan Adam diikuti oleh Amanda,dia tidak ingin menjadi pelampiasan Adam.


"Sabar,ya sayang mama akan mendukung mu,lagian wanita seperti apa dia, hingga mau menjadi istri siri seorang lelaki,sudah jelas-jelas dia bukan wanita baik-baik."Ucap Rania,Amanda hannya mengangguk dia tetap terlihat elegan walau hatinya sebenarnya sangat lah bergemuruh.


Adam juga mengirim poto nya sendiri kepada Andini,mereka terlihat seperti remaja ya g baru jatuh cinta,hingga Adam tidak sadar kalau kakek dan keluarganya sudah datang ke meja itu dan ingin menikmati makan malam.


"Adam..kenapa kamu suka tersenyum melihat ponsel mu apa,ponsel itu sudah memberikan kabar baik untuk mu,hingga kakek sudah di meja saja kamu tidak memperhatikan ku."Ucap kakek,Adam langsung menyimpan ponselnya ke dalam kantongnya dan ikut menikmati makan malam.Sudah menjadi tradisi di keluarga Smith dilarang bicara atau bermain ponsel di saat makan,yang terdengar hannya bunyi sendok yang beradu dengan piring,hingga mereka selesai makan malam.


"Pa..kayaknya kita harus lebih memperhatikan anak kita Adam,mama sudah sangat pengen punya cucu,jadi mama ingin kita tinggal di mansion ini agar mama bisa lebih menjaga Amanda agar dia bisa secepatnya memberikan kita anak." Ucap Rania,membuat Adam semakin,kesal dengan ibunya.Wajah Amanda terlihat sangat bahagia saat ibu mertuanya memberi usul yang sangat menguntungkan baginya.


"Itu usul yang bagus mah...papa juga pengen keluarga Smith secepatnya memiliki keturunan,makanya Adam bawalah istri mu,bulan madu kedua kalian bisa menikmati liburan kalian,biarkan papa yang mengurusi perusahaan mu."


" Aku,banyak urusan pa,aku tidak punya waktu untuk itu." Ucap Adam hingga kedua orang tua dan kakeknya menatap tidak percaya dengan ucapan Adam.

__ADS_1


"Adam...apa pernikahan mu baik-baik saja?"Tanya kakek,karna sang kakek selalu curiga dengan Adam,dan dia juga belum bisa memastikan penghianatan Amanda,karna asistennya yang belum bisa memberikan bukti-bukti kongkrit.


"Kami baik-baik saja kakek."Wajahnya terlihat sangat tegang,dia sangat takut kalau Adam akan membicarakan semuanya di depan keluarganya.


"Aku bertanya kepada Adam,kenapa yang menjawab malah kamu,Adam apa kamu tidak mendengar pertanyaan ku?" Adam sesekali membuang napasnya dengan kasar,dia ingin sekali jujur kepada kakek nya tapi dia sangat takut penyakit jantung kakeknya kambuh.


"Seperti yang kakek lihat,kalau kakek melihat kami baik-baik saja itu artinya kami memang baik-baik saja." Ucap Adam,wajah Amanda yang tadi terlihat sangat tegang ahirnya kembali normal,setidaknya Adam tidak berani berbicara apa pun di hadapan keluarganya.


Ahirnya semua orang pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat,setelah keluarga itu terlibat obrolan yang sangat serius Adam langsung mengantar kakeknya ke kamarnya,setelah itu dia masuk ke kamarnya dan istirahat karna dia begitu lelah dengan semua tekanan keluarganya hari ini.Sementara itu Rania kembali menemui Amanda,di ruang tamu


Amanda,apa kamu kenal dengan wanita yang sudah menggoda Adam?" Rania kembali duduk di samping Amanda dan berbicara dengan nada yang sangat kecil hampir tidak terdengar.


"Kenal mah,aku juga tau tempat tinggal wanita itu!!


"Antar mama besok menemui wanita itu,mama tidak ingin keluarga kita dikotori oleh bakteri yang mematikan."


"Baik mah,Terdiam kasih sudah mendukung Amanda ma." Ucap Amanda lalu memeluk mertuanya.Setidaknya dia masih ada pendukung,di mansion itu.


Sementara itu,Adam terlihat gelisah di tempat tidurnya,rasanya menunggu besok pagi sangat lama bagi Adam karna dia ingin secepatnya bertemu istrinya.apalagi Andini mengatakan kalau dia terus muntah-muntah dari tadi sore.


👉bersambung👉

__ADS_1


__ADS_2