
Setelah sampai di mansion Amanda mengabaikan semua sapaan para penjaga dan pelayan, dia langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya bahkan dia mengabaikan kedua mertuanya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ada apa lagi dengan Amanda mah...belakangan ini,dia sedikit berubah wajahnya selalu terlihat murung."
"Apa lagi,kalau bukan karna Adam,kita sudah gagal pa,sebagai orang tua kalau sampai mereka bercerai,mau di tarok dimana wajah kita,padahal dari jaman papa,jarang terjadi masalah di keluarga kit,apalagi masalah perceraian.Inl semua karna wanita kampungan itu,bisa-bisanya di menerima lamaran pria yang sudah beristri." Wanita itu menghela napasnya dia sudah kehabisan akal untuk menghadapi Andini,tidak mungkin dia berbuat kasar kepada wanita yang sedang hamil.
"Kalau saja wanita itu tidak hamil papa,aku tidak segan-segan mengirimnya ke neraka,terapi saat ini dia sedang hamil,apalagi katanya bayi itu milik Adam mama jadi begitu pusing.Mama nga ingin mencari masalah dengan Adam,kita tau betul sikap kerasnya Adam."
"Ternyata mama ada sisi baiknya juga ya." Pria itu tersenyum menggoda istrinya yang sedang merana karna memikirkan nasib menantunya yang begitu menyedihkan.
Sementara Amanda terlihat menagis,tidak henti-hentinya air mata wanita itu keluar,dia begitu terluka dengan setiap ucapan suaminya itu.
"Kenapa....kenapa dia bisa jatuh cinta kepada wanita kampung itu,sementara aku berapa lama aku berusaha mendapatkan hatinya, tetapi hasilnya tetap nihil." Amanda terus memukul-mukul bantalnya,hingga Rania memasuki kamarnya dia tetap menagis.
"Sayang kamu kenapa,cerita samaku,jika kamu banyak pikiran bayimu juga stres di dalam sana,apa ini karna masalah Adam,maafin mama sayang,mama tidak bisa bersikap tegas kepada pria itu,kamu tau papa sama Mama sudah menemui wanita itu,tapi dia tidak mau mengalah."ucap Rania dia terus mengusap-usap rambut Amanda,dia begitu kasihan melihat menantunya yang sudah berjuang terus mendapatkan hati Adam tetapi Adam benar-benar tidak bisa melihatnya sedikit pun.
"Apa mah,mama menemui Amanda,terus apa katanya ma."
"Iya gitulah,papa tidak mengijinkan mama berbuat kasar kepada wanita itu,kami hannya mengingatkannya,tetapi sepertinya wanita itu tidak mau mundur dari kehidupan Adam sayang."
Amanda semakin merasa frustasi,dia hannya diam mendengar ucapan mertuanya,dia semakin merasa takut jika Adam benar-benar membuangnya nanti.
__ADS_1
"Jadi hidupku dan anakku bagaimana mama,apa kami akan menjadi gelandangan?"
"Sayang,jangan bicara seperti itu,apa pun yang terjadi mama tidak menginginkan Adam untuk menceraikan mu,tetapi mama tidak bisa melarangnya untuk menikahi wanita itu secara resmi."
"Jadi,aku harus rela dimadu ya ma,aku tidak kuat mah,jika harus di madu,bagaimana nanti nasib anakku,sementara Adam sudah pasti selamanya bersama wanita itu."
Rania dan Amanda sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.Kedua wanita itu sama-sama merasa frustasi dengan masalah Amanda dan suaminya.
*****
Nadia sedang menikmati makan siang bersama seorang pria di sebuah restoran.Semenjak dia kabur dari apertemen milik Adam,dia sedikit takut untuk keluar jauh-jauh dari hotel yang sudah di tempati nya selama semingguan ini.
"Maafkan aku sayang,istriku sedikit kurang sehat aku tidak bisa meninggalkannya."
"Jadi kapan dong mas,kita bisa nginap lagi aku bosan banget harus tidur sendirian setiap malam."
"Sabar sayang lusa aku akan memuaskan kamu,aku akan membuatmu basah terus,persiapkan tubuhmu,apa kamu ingin bermain tiga,aku bisa mengundang temanku."
"Tidak lah mas,aku tidak ingin pria lain,aku cuma menginginkanmu.ngomong-ngomong bagi duit dong sayang,make up ku pada habis semua aku pengen belanja bisa ya please!!"Nadia berusaha sok imut di hadapan Roby untuk menggoda pria itu,dia ingin menguji pria itu,agar dia bisa lebih mendekatinya lagi jika memang pria itu punya uang.
"Boleh sayang....Apa sih yang nga buat kamu,tapi sebelumnya kita ke kamar mu dulu yuk,aku sudah tidak tahan melihat kamu dari tadi menggodaku." Ucap pria itu.
__ADS_1
Mereka berdua meninggalkan restoran itu dan masuk ke kamar badai,tidak sabar pria itu langsung mendorong tubuh Nadia ke atas ranjang,lalu menelusuri leher wanita itu lalu tangannya mulai meraba kedua gunung kembar milik Nadia.
Nadia sangat berpengalaman dalam memuaskan seorang pria,dengan sangat telaten dia melayani dan memberikan servis terbaiknya kepada pria itu,hingga Robby benar-benar puas menikmati pelayanan yang diberikan oleh Nadia.
"Sayang...kamu benar-benar hebat,aku sangat puas dengan pelayanan mu,seandainya istriku baik-baik saja ingin sekali malam ini aku tidur bersama mu agar aku bisa menikmati surga dunia ini.Pria itu lalu memberikan kartu kepada Nadia untuk dia pakai belanja.Nadia merasa bangga karna akhirnya dia bisa mendapatkan pria berduit untuk dijadikan ladang duitnya.
"Sepertinya,aku harus bisa mendapat pria ini,aku harus bisa membuatnya cerai kepada istrinya,lalu aku menikah dengannya.Andini lihatlah aku akan bisa lebih dari kamu,sebentar lagi aku juga akan bisa menyandang status nyonya kaya Hahaha..." Suara hati Nadia.Dia begitu puas karna ternyata dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.
"Ini langkah pertama menjadi nyonya kaya." Suara hati Nadia ya g begitu kegirangan senyuman terus terukir di wajahnya saking bahagianya mendapat kartu yang diinginkan semua wanita.
"Nadia,kenapa dengan wajahmu,kamu kelihatan sangat bahagia." Tanya pria itu hingga mengangetkan Nadia dari lamunannya.
"Nga papa sayang,aku bahagia terlalu bahagia karna mendapat kartu ini darimu."
"Ohhh...nga papa sayang pakai saja,beli apa pun yang kamu mau,dan pergi untuk melakukan perawatan agar besok aku menemuinya kamu sudah cantik,tetapi kamu harus bisa memberikan aku kepuasan terus ya " Ucap pria itu itu dengan sangat genit sambil meraba milik Nadia.
"Beres sayang." Setelah selesai menikmati surga dunia pria itu meninggalkan Nadia di kamar itu,Nadia langsung tertawa puas di ruangan itu.Inj pertama Nadia mendapat pria yang berduit,bahkan memberikan kartunya langsung kepadanya.selama ini Nadia hannya wanita kelas bawah yang di bayar uang recehan sementara sekarang dia bisa menikmatinya dengan begitu mudah.
"Mas Robby aku tidak akan melepaskan mu,kamu akan ku jadikan tawanan ku,terlalu bodoh aku,jika harus melepaskan pria seperti mu,hahaha selamat menikmati Nadia,kamu memang wanita yang sangat hebat,Andini kita lihat siapa diantara kita yang menang nantinya." Nadia terus berbicara di dalam kamar itu,seperti orang yang sudah gila.
****bersambung***
__ADS_1