Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 73 ~ Tidak terima ~


__ADS_3

Ahirnya Amanda meninggalkan rumah sakit Tampa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu,moodnya sudah hilang saat dia melihat Adam dan istri keduanya, melakukan pemeriksaan kandungan di rumah sakit yang sama.


"Sial...kenapa aku harus bertemu dengan kedua manusia menyebalkan itu." Amanda langsung menyetir mobilnya menuju apertemen Alex.


[sayang,temui aku di apertemen mu hari ini kita akan ke rumah sakit bersama]


Alex tampak menyipitkan mata saat dia membaca pesan dari Amanda,sementara dia juga sedang berada di rumah sakit memeriksa tubuhnya karna akhir-akhir ini dia sering mengalami mual jika pagi sudah tiba.


Alex mengabaikan pesan dari Amanda,dan berjalan menuju ruangan dokter.


"Selamat pagi bapak dengan siapa saya bicara?"


"Saya Alex,apa yang terjadi dengan tubuh ku dokter, hingga aku sering mual di pagi hari,sementara aku selama ini sangat menjaga pola makan ku, dan juga istrahatku."Dokter tampak tersenyum mendengar pertanyaan Alex.


"bapak Alex tidak sakit,tetapi kemungkinan istri bapak yang sedang hamil,sehingga gejala yang bapak alami,bisa saja tidak di alami oleh istri bapak."


"Deg...." Jantung Alex berdetak sangat cepat dia,sangat kaget dengan ucapan dokter.


"Baik lah dokter,saya permisi dulu." Alex langsung meninggalkan rumah sakit menuju apertemenya.Sepanjang perjalanan dia terus menyetir dengan kecepatan yang sangat tinggi,Alex tampak sangat ketakutan,dia tidak mengerti bagaimana menyelesaikan permasalahannya ini.


"Bagaimana,aku nanti bertanggung jawab ini semua dihadapan keluarga besar Smith, ini tidak bisa terjadi,aku harus menyelesaikan semua ini."


Alex nampak berlari kecil menuju apertemen nya,dia begitu Frustasi memikirkan resiko yang akan dia tanggung kedepannya.


Dari jauh Alex sudah melihat Amanda sedang berdiri di depan apertemenya,


"Apa yang kamu sampaikan kepada ku,kenapa kamu terus mengusik hidup ku."

__ADS_1


"Apa kamu tidak membuka pintu ini untukku dulu,kenapa kamu Menganti kode pintu ini,menunggu mu dari tadi membuat mood ku benar-benar buruk hari ini."


Alex lalu memasukkan kata sandi pintu yang baru,lalu masuk kedalam,diikuti yang diikuti oleh Amanda.


Amanda terlihat santai,lalu dia berjalan menuju sopa dan mendaratkan bokongnya di sopa itu.


"Alex...aku mau bilang kepada mu,kalau aku saat ini sedang mengandung anakmu,kamu harus bertanggung jawab."


Alex menatap Amanda dengan sinis,dia sudah menduga kalau wanita itu sedang mengandung,dia sangat merasa frustasi.


"Siapa yang bisa memastikan itu anakku,bukan kah kamu wanita yang sangat liar,dan selalu melakukan hubungan bebas dengan para pria di luaran sana.Aku juga tau sebelumnya kamu memiliki hubungan dengan pemilik perusahaan PT Adaro,aku tidak memberitahunya kepada tuan besar,karna aku masih memiliki rasa perikemanusiaan kepada mu."


Amanda memandang Alex dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,dia hannya membutuhkan Alex jika dia benar-benar di buang oleh keluarga Smith suatu saat.


"Aku juga tidak butuh pria seperti mu,untuk menjadi ayah dari anakku,tetapi aku hannya ingin kamu tau,kalau dia adalah darah daging mu,jika dia lahir kamu bisa melakukan tes DNA."


Amanda sangat marah mendengar semua ucapan Alex,dia langsung berdiri dan


"brangggg...." Dia melempar asbak yang ada dimeja itu hingga hancur berkeping-keping.


"Kamu tidak punya hak untuk membandingkan aku dengan wanita sialan itu,dasar pria rendahan,kamu hannya status asisten aja,tetapi omongan mu sangat menyakiti orang,kamu tidak akan pernah bisa membantah bayi ini,karna dia adalah darah daging mu juga."


Alex lalu menyeret Amanda dan mendorong nya keluar dari apartemennya,dia sangat marah dengan ucapan wanita itu.


"Harusnya aku membongkar semua kebusukannya kepada tuan besar, agar dia segera di buang dari keluarga Smith dasar wanita licik,hidupmu terlalu kotor,pantas saja suami mu membuang mu." Alex nampak bersungut-sungut saat dia sudah melempar Amanda keluar dari apartemennya.


Dia memijat kepalanya,yang sangat stres dengan berbagai masalah yang di hadapinya,dia juga sangat khwatir jika tuan besarnya,suatu saat menemukan kebohongannya.

__ADS_1


Amanda berjalan menuju mobilnya,walaupun dia merasa sangat kecewa kepada Alex,setidaknya pria itu sudah tau kalau bayi yang ada dikandungan ya adalah miliknya.


[Sayang kamu ada dimana mama menunggu mu di mansion]


Amanda membaca pesan, yang dikirim oleh ibu mertuanya dia, segera menyetir mobilnya menuju mansion.


Saat berada di pintu dia sudah melihat ibu mertuanya yang melempar senyuman ke arahnya,tampak juga kakek sedang duduk di sopa itu,tetapi dia sama sekali tidak menyambut kepulangan Amanda.


"Sini duduk sayang,dari mana kamu,kalau sedang mengandung kamu tidak bisa menyetir sembarangan,jika terjadi sesuatu dengan calon cucu mama,maka aku tidak memaafkan mu." Amanda hannya tersenyum kecut dengan ucapan mertuanya,dia sangat tidak suka kalau hidupnya dipenuhi dengan aturan.


"Papa...besok malam kita akan mengadakan syukuran di mansion ini,aku juga sudah memberitahu keluarga besar Amanda mereka sangat bersyukur dan bangga akhirnya Amanda bisa memberikan keturunan kepada keluarga Smith."


Amanda melihat ke arah pria tua itu,dia merasa lama-lama menjadi kesal dengan sipat kakeknya yang tidak menyambut kehadiran bayinya.


" Jika kalian mengadakan syukuran di mansion ini,kalian juga harus mengundang Adam dan juga istrinya,biar bagaimana pun wanita itu memiliki hak atas semua yang dimiliki Adam."


"Jedaarrrt..." bagaikan petir di siang hari Amanda mendengar ucapan pria itu,dia tidak menyangka sama sekali kalau pria yang di depan nya ini sudah tau kalau Adam sudah punya istri bahkan dia mengetahui kehamilan wanita itu "


"Apa maksud kakek?"


"Apa,aku harus mengulangi ucapan ku? apa perlu dokter THT datang ke mansion ini untuk memeriksa telingamu? Saya lebih percaya cucuku dari pada kamu,dari awal saya sudah banyak curiga dengan gerak-gerik mu tetapi aku tidak tau kenapa asistenku yang begitu ku percayai bisa menutupi semua kebohongan mu."


"Papa..Apa maksud semua ini? lebih baik papa tidak usah ikut campur mungkin papa terlalu lelah hingga pikiran papa terlalu tajam memikirkan sesuatu yang tidak terjadi,pa aku antar papa kedalam kamar." Rania hendak memapah mertuanya,tetapi pria itu langsung menepis tangan Rania hingga wanita itu merasa sangat kaget.


"Dimana letak sopan santun mu kepada ayah mertua mu,pokoknya aku tekankan sekali lagi, pada saat acara syukuran Adam harus membawa istrinya juga ke mansion ini,karna dia juga harus ikut dalam acara itu." Pria itu langsung berdiri dan berjalan menggunakan tongkatnya menuju kamarnya.


****bersambung****

__ADS_1


Terima kasih Kaka sudah hadir dan mendukung karya ku.


__ADS_2