
Semua para undangan sudah berkumpul,persiapan untuk pesta sudah sangat matang disiapkan oleh Rania,semua tamu penting di perusahaan mereka juga sudah hadir di tempat itu.
Rania dan suaminya semakin gugup, karna Adam belum juga terlihat di pesta itu,para tamu sudah mulai berbisik-bisik menanyakan keberadaan Adam.Sementara sang kakek terlihat tenang,Tampa mengkhawatirkan keberadaan Adam sama sekali.
Amanda juga sudah terlihat gugup,dia tidak akan bisa menyembunyikan rasa malunya jika Adam benar-benar tidak bisa hadir di acara ini.
Pada saat Rania dan suaminya sedang kebingungan tiba-tiba Adam muncul,dia begitu terlihat tampan malam ini dengan setelan jas biru Dongker yang mewah dengan sepatu pantofel hitam yang begitu mengkilat.Semua mata memandang ke arah Adam,begitu juga Amanda,dia terkesima memandang ketampanan Adam malam ini.
"Maafkan saya,karna sudah terlambat hadir di acara yang penting ini, sebelumnya saya akan mengumumkan kepada seluruh yang hadir di acara ini,kakek,kedua orang tua ku,dan mertua ku juga dan seluruhnya yang hadir disini,sebelumya saya mohon maaf jika saya sudah mengecewakan seluruh yang hadir di tempat acara ini.
Adam terlihat menarik napasnya lalu membuangnya dengan perlahan, para tamu merasa aneh dengan sikap Adam yang tidak biasanya, begitu juga dengan kedua orang tua Amanda.
Tiba-tiba Andini diantar oleh Robi dan Marni melewati para tamu yang ada di tempat itu semua mata memandang ke arah Andini,dia begitu cantik,menawan dan gaun yang dia kenakan senada dengan jas yang di pakai oleh Andini.
Robi membawa Andini, lalu menyerahkannya kepada Adam, semua para tamu hening seketika melihat pemandangan ini.Tidak terkecuali dengan Amanda dan juga kedua mertuanya,
"Para tamu yang saya hormati ijinkan aku memperkenalkan wanita ini,dia adalah istri keduaku,dan saat ini dia sedang mengandung anakku,
brangghhh...." gelas yang ada di tangan Amanda langsung jatuh,dia tidak bisa menahan beban tubuhnya,lalu tiba-tiba dia ingin jatuh ke lantai dan dengan sigap Rania yang ada di sampingnya menahan tubuh Amanda.
"Alex...cepat bawa Amanda duduk di kursi itu." Alex langsung berlari kecil menghampiri mereka dan membawa amanda ke kursi lalu memberinya segelas air.
__ADS_1
Rania mendekat ke arah Adam
Plakk....plak...plak..." Rania memberi tamparan tiga kali ke wajah Andini hingga meninggalkan bekas di wajah putih Andini.
"Dasar perempuan murahan,bisa-bisanya kamu muncul di tengah-tengah keluarga kami,kamu membuat keluarga ku hancur...kamu in....
"Ma....jangan salahkan Andini,ini semua keinginanku,aku yang memilih dia menjadi pendamping hidupku.mama..tida
Plak.....Diam kamu Adam,mama tidak ingin melihat wanita ini di mansion ini...
"PENJAGA.....silahkan bawa wanita sialan ini, dari mansion tempat ini dan segera buang wanita ini ke jalanan sana, karna dia tidak pantas berada di mansion ini CEPATTT....." Para penjaga langsung berlari dan menarik Andini dari mansion, seketika itu Adam langsung murka kepada ibunya.
"Lepaskan dia dan kalian semua pergi dari mansion ini semua keluar...."Para tamu segera pergi meninggalkan mansion mewah keluarga kaya itu,semua tamu yang hadir pada saat itu berbisik-bisik meninggalkan ruangan.Adam langsung menarik Andini dan membiarkan dia duduk di kursi,Andini menangis karna tamparan dan hinaan keluarga Adam.
Rania terlihat masih sangat murka kepada Andini, lalu dia dengan berlari kecil mendekat ke arah wanita itu dan kembali menarik rambutnya.
"Aahhhhhaa ampuuunnn sakitt tolong lepaskan nyonya itu sangat menyakitkan." Andini berteriak menahan sakit,lalu Adam menarik tangan ibunya,yang masih lengket di kepala Andini,semua yang berada di ruangan itu tidak ada yang berani melerai Rania,karna mereka tidak ingin menanggung resiko karna sudah membantu Andini.
"Lepaskan ma...mama...aku tidak memaafkan mama jika terjadi sesuatu kepada Andini." Lalu Rania melepas tangannya dan menatap sinis ke arah Adam.
Rambut Andini terlihat sangat acak-acakan dan di wajahnya terlihat bekas cakaran,dari kuku panjang Rania.
__ADS_1
Pada saat itu Amanda terlihat berdiri lalu mendekati Andini dan juga mertuanya.
"Kamu memang bukan wanita baik-baik,bisa-bisanya kamu datang mansion ini Tampa undangan dari siapa pun.Adam bagaiman kamu menyelesaikan semua masalah ini,kamu terlalu egois,aku sedang hamil darah daging mu,tetapi kamu malah tidak peduli sama sekali.
"Itu bukan anakku."
"Adam ....sejak kapan kamu menjadi pria tidak bertanggung jawab seperti ini,papa benar-benar kecewa kepada mu." Seketika itu ayahnya langsung berteriak kepada Adam,dia tidak menyangka kalau Adam yang sangat dia banggakan, bisa melempar kotoran ke wajah mereka di saat perusahaan mereka semakin di atas.
"Robi,bawa perempuan itu dari mansion ini,tidak ada tempat bagi wanita itu di mansion ini."
"Siapa yang bilang tidak ada...aku yang mengijinkan dia untuk hadir dan mengumumkan pernikahan mereka di acara ini,bisa-bisanya kalian jadi orang tua semakin egois."Ucap kakek dia merasa dari tadi tubuhnya sangat gemetaran,mungkin penyakitnya kambuh kembali.Dia tidak bisa bergerak bebas,makanya dia memilih diam pada saat keributan terjadi.
"Robi,sekarang kamu bawa perempuan itu,atau kamu yang akan saya pecat dari perusahaan dan lisensi kamu sebagai asisten akan saya cabut agar kamu tidak bisa bekerja di mana pun." Robi tampak ketakutan,dengan langkah berat dia membawa Andini dan juga Marni dari tempat itu,dan mengantar mereka berdua pulang ke rumahnya.
"Ayah...apa maksudnya semua ini? Amanda adalah satu-satunya menantu di mansion ini,dan dia juga wanita yang mengandung keturunan dari keluarga ini, tidak ada yang bisa mengantikan posisi nya di keluarga ini.Aku tidak ingin nama baik yang sudah kita ukir harus rusak karena keegoisan Adam,dan ini semua terjadi kara ayah terlalu memanjakannya." Pria itu tampak marah,dia sangat malu sebagai seorang ayah yang tidak bisa mendidik Adam dengan baik.
Rania tampak masih menenangkan Amanda ya g duduk di kursi,dia menghubungi dokter pribadi yang sudah dia tugaskan khusus untuk merawat Amanda di masa kehamilannya.
Keluarga Amanda tampak kecewa kepada Adam,tetapi mereka tidak bisa berbicara Karna pada saat ini perusahaan Adam masih banyak memberi dukungan modal kepada mereka.
"Nak,Adam kenapa kamu tega melakukan ini kepada kami,kamu telah mengotori wajah kami dengan perbuatan mu,ayah harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini,dan kami sangat bermohon kepada mu segera berikan klarifikasi tentang masalah ini,kepada semua Klien yang sudah hadir di pesta ini " Lalu keluarga itu meninggalkan mansion,mereka tidak bisa memberi ganjaran kepada Adam karna saat ini Adam lah satu-satunya yang bisa membuat perusahaannya hidup kembali.
__ADS_1
****Bersambung****
Makasih Kaka yang sudah setia mendukung karya ini jangan bosan ya Kaka jangan lupa tinggalkan jejaknya kaka terima kasih