Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 102 ~ Alex ~


__ADS_3

Adam sedikit takut menceritakan semua tentang Alex dan Amanda kepada pria itu.Adam tau kalau pria itu,begitu percaya kepada Alex,bahkan dia memberikan wewenang yang sangat besar untuk mengurusi perusahaan disaat dia memiliki halangan di acara-acara rapat penting dengan para klien perusahaan.Dan sejauh ini Alex tidak pernah sekali pun berhianat kepada keluarga besar Smith.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada kakek,beritahu kepadaku berhubung mood ku sedang baik saat ini." Adam menggenggam tangan pria itu dengan erat lalu menarik napas dan membuangnya dengan kasar ke udara.


"Kakek,jangan kaget ya,Amanda sedang berada di penjara saat ini." Adam menghentikan ucapannya dan melihat reaksi pria itu,tetapi wajah pria itu terlihat datar seakan-akan tidak peduli.


"Lanjutkan ucapan mu kenapa diam."


"Amanda,di penjara karna dia berusaha membunuh Alex,dan saat ini Alex sedang dirawat di rumah sakit ini,dia belum sadar sampai saat ini karna dia kehilangan banyak darah."


"Apa...!!!!! Apa yang terjadi selama aku di rumah sakit ini,kenapa bisa Amanda membunuh Alex,ceritakan semuanya apa yang terjadi."


"Kakek,aku minta maaf karna,mungkin ini terjadi karena aku bukan pria yang baik,aku tidak bisa mendidik Amanda menjadi wanita yang baik,itu karna dia bukan lah wanita pilihanku,aku tidak mencintainya.Kakek,aku yakin ayah biologis dari janin yang dikandung oleh Amanda adalah Alex.Tadi saat aku mengunjungi mansion,Tampa sengaja aku melihat Amanda sedang berusaha menggoda Alex,tetapi Alex menolak dengan keras hingga saat itu,aku tidak sabar lagi aku langsung masuk ke kamar itu,mungkin Amanda takut lalu dia mengambil gunting dan menusuk perut Alex,lalu menuduh pria itu,kalau dia ingin memperkosanya."


Pria tua itu,menarik napasnya dengan kasar lalu membuangnya ke udara,dia tidak menyangka Sama sekali Amanda wanita yang begitu jahat,pria itu terlihat sangat menyesal karna sudah membuat cucunya hidup dalam masalah selama ini.


"Aku sudah mencurigai Alex selama ini,tetapi aku sedikit takut karna aku tau betul anak itu adalah pria yang sangat baik,dia sudah hidup bertahun-tahun dengan ku sekalipun dia tidak pernah mengecewakanku,tetapi aku sedikit kurang percaya kalau dia berhianat dengan Amanda."

__ADS_1


"Kakek,mungkin saja Amanda sudah menjebak Alex,selama ini agar dia bisa hamil,lalu mengakui anak itu,sebagai anakku." Ucap Adam.


Pria itu berulang-ulang menarik napas dan membuangnya,dia dulu begitu bodohnya,memulai perjanjian dengan mendiang kakek amanda,agar menjodohkan semua keturunan mereka di kemudian hari.Bahkan saat ini keluarga Amanda bisa hidup karna bantuan Adam,dan perusahan Smith yang masih menopang perusahaan milik keluarganya.


"Kakek,aku menceraikan Amanda,Tampa sepeser uang pun,aku tidak ingin wanita itu bisa menikmati harta gono-gini dariku,mengingat semua kejahatannya kepada istriku Andini,aku semakin benci kepadanya."


Setelah selesai berbicara dengan kakeknya Adam merasa sedikit lega,akhirnya dengan mudah dia akan bisa menceraikan wanita itu,bahkan Tampa sepeser harta darinya.Adam lalu masuk ke ruangan Alex,tetapi pria itu belum juga sadarkan diri,sepertinya dia tertidur dengan sangat pulas,tetapi wajahnya terlihat sangat pucat.


"Dokter bagaimana keadaan pasien ini,kenapa dia belum juga sadar." Tanya Adam,saat seorang dokter memeriksa keadaan Alex.


"Kamu harus cepat sadar Alex,keluargamu masih sangat membutuhkan mu "Ucap Adam lalu dia meninggalkan ruangan itu,dan menyuruh Dea menjaga Alex di rumah sakit.


*****


Adam pergi menemui Amanda di kantor polisi sudah hampir dua hari ini,wanita itu menginap di hotel yang sangat di hindari setiap orang.Adam menunggu Amanda di ruang tunggu,dari jauh dia sudah melihat Amanda di bawa oleh dia orang polisi wanita.


"Amanda,aku membawa berkas-berkas,perceraian kita,sekarang tolong kamu tanda tangani,surat cerai ini,kali ini kamu tidak mendapat apa pun dariku,aku tidak Sudi memberi hartaku kepada wanita narapidana sepertimu." Ucap Adam,Amanda terlihat begitu marah,tetapi dia berusaha menahan emosinya,dihadapan calon mantan suaminya.Amanda meraih surat itu lalu merobeknya kembali.

__ADS_1


" Kamu pikir aku mau bercerai dariku,kamu tidak akan bisa memekarkan aku,jika mama sudah pulang dari Jepang mereka akan menolongku kembali,nikmati lah hidup mu,diluar sana pria brengsek,kamu memang benar-benar tidak punya hati.Kamu tau pria itu,berusaha memaksaku,pada saat itu,aku hannya berusaha membela diri saja makanya aku menusuknya." Ucap Amanda masih berusaha memfitnah Alex.


"Amanda,kamu bisa membohongi mama dan papa,tapi tidak dengan aku,karna aku benar-benar melihatmu,berusaha menggoda pria itu,agar dia mau memuaskan nafsu bejat mu itu,kamu memang benar-benar wanita murahan.Apa kamu kehausan,karna tidak pernah mendapatnya dariku,hahahaha aku tidak Sudi tidur dengan wanita sepertimu." Ucap Adam,Amanda ingin sekali menampar wajah Adam,tetapi tangannya tidak bisa bergerak karna dia sedang di borgol.


Setelah Adam pergi meninggalkan kantor polisi,Amanda kembali ke kamar tahanannya,dia tidak diberikan ponsel,bahkan dia hannya di ruangan yang sangat sempit,wanita itu benar-benar terlihat Frustasi,wajahnya sudah sangat kusam dan berjerawat,mungkin karna selama dua hari ini,dia tidak merawat wajahnya.


Sesampainya Adam di rumahnya,dia melihat istrinya Andini,sedang menanam berbagai bunga di taman belakang,dia di bantu oleh Sarah dan Marni dan juga security nya,Adam sangat bahagia melihat kesederhanaan dari istri keduanya ini.Walaupun dia sudah menjadi istri seorang pengusaha,kaya raya,hatinya tetap rendah,bahkan jauh dari kata tinggi hati.Terkadang Adam merasa heran kenapa begitu banyak orang tidak menyukai Andini,sementara wanita itu sangat rendah hati dan baik.


"Sayang,apa yang kalian lakukan,di taman ini,apa kamu sedang menanam bunga?" tanya Adam,seketika mereka semua mencari asal suara Adam.Dan ternyata pria itu sudah berada di belakang mereka.


"Iya mas,aku lagi menanam beberapa macam bunga,dan ada juga bunga mawar,aku sangat menyukai bunga,hidup,apalagi aku sendiri yang menanamnya rasanya itu sangat membuatku bangga.Dari mana mas,kok baru pulang sekarang,apa di kantor se sibuk itu?" Tanya Andini,dia belum tau,semua kejadian yang menimpa Amanda.


"Tuan,apa anda membutuhkan sesuatu,biar aku bawa ke tempat ini?" Tanya Marni.


"Buatkan aku kopi,dan bawakan juga susu untuk nyonya." jawab Adam.


**Bersambung****

__ADS_1


__ADS_2