
Setelah Adam membawa mikaila pulang,dia kembali bekerja di ruangannya.Hari ini dia menyuruh asistennya membawa semua dokumen penting yang harus dia tanda tangani dari kantor.
"Mas,kerja lagi?" Tanya Andini sambil membawakan segelas kopi untuk suami tercintanya.Adam langsung menoleh sumber suara itu dan dia tersenyum melihat kedatangan istrinya.Setelah Andini meletakkan kopi di atas meja kerja suaminya Adam langsung menarik pinggang ramping istrinya lalu memangku nya.
"Kenapa sayang,apa kamu sangat merindukan suami mu ini,maaf jika aku terlalu sibuk hingga kadang aku melupakan tanggung jawabku sebagai suami."Ucap Adam seketika wajah Andini merah merona saat suaminya menatapnya dengan sangat mesra.
"Kenapa dengan wajahmu,apa kamu sedang sakit?" Tanya Adam membuat Andini semakin salah tingkah.Adam hannya bisa tersenyum puas karna sudah berhasil mengerjai istri kecilnya itu.Tiba-tiba saja Adam merasa celana yang dia kenakan semakin sempit,apalagi melihat wajah istrinya merah merona membuatnya semakin bergairah.Adam Lalu menggendong tubuh mungil istrinya dan membawanya ke atas ranjang hari ini mereka melakukan penyatuan tubuh yang sudah lama mereka lupakan.Apa lagi sejak istrinya melahirkan Adam tidak ingin terjadi sesuatu.
Keesokan paginya saat suami dan semua orang-orang yang bekerja telah berangkat ke perusahan Andini juga pergi ke sebuah mall.Diantar oleh supir dan seorang penjaga,semenjak kejadian-kejadian di masa lalu Adam tidak pernah mengijinkan Andini keluar Tampa seorang penjaga.Dan hari ini juga dia bersama baby Adrian yang di bawa oleh baby sitter.Andini tidak mengajak Dea karna mikaila masih kurang sehat.
__ADS_1
Saat sedang asik berkeliling di gerai pakaian bayi tiba-tiba Andini dikejutkan oleh suara yang begitu dia kenali.
"Apa kamu memperlakukan anakku secara layak di mansion itu?" Andini langsung mencari asal suara itu,lalu dia membalikkan tubuhnya dan melihat Amanda sudah berdiri di belakangnya.Tiba-tiba seluruh tubuh Andini gemetaran,dia begitu takut terhadap wanita itu.Dan penjaga yang ada di dekat Andini langsung menghadang wanita itu.
"Jangan berani mendekati nyonya Andini." Ucap pelayan itu,beberapa mata langsung menatap ke arah mereka.
"Nyonya ayo kita ngopi di cafe itu." Ucap Andini lalu berjalan melewati Amanda dia sedikit kasihan melihat wanita itu,tubuhnya yang terlihat sangat kurus dan juga sekarang penampilannya sudah sangat sederhana.Amanda mengikuti langkah kaki Andini,dan pengawal pribadi Andini tidak berani melepaskan mereka berdua karna dia masih takut jika wanita itu hannya berpura-pura.
"Nyonya..Sebelumnya aku sangat minta maaf untuk semuanya,dan masalah mikaila tenang saja dia mendapat kehidupan yang sangat layak,karna semua orang sangat menyukai dia." Ucap Andini.Amanda menarik napasnya lalu membuangnya ke udara.
__ADS_1
"Apa kamu menikmati kehidupan yang layak setelah kamu berani mengambil suamiku." Tanya Amanda dengan suara hampir tidak bisa di dengar.
"Nyonya,aku benar-benar minta maaf,sedikit pun aku tidak pernah berniat merebut mas Adam dari tangan nyonya,tapi ini sudah takdir nyonya aku mohon maafkan aku." Ucap Andini.Dia benar-benar tidak menyangka jika wanita itu belum bisa memaafkannya sampai hari ini.
"Hahaha,kamu memang sangat hebat Andini,semoga kamu bahagia setelah kamu bisa merebut semua yang ada di hidupku." Ucap Amanda lalu dia berdiri dan meninggalkan Andini di cafe itu,sekilas Andini melihat setetes air bening jatuh di wajah Amanda.
Andini benar-benar merasa sangat bersalah.Tiba-tiba saja moodnya berubah dia akhirnya memilih pulang karna dia tidak bisa melupakan wajah Amanda yang begitu menyedihkan.
***bersambung***
__ADS_1