Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 79 ~ Lebih baik seperti ini ~


__ADS_3

"Kakek,kenapa kakek,seakan tidak mendukung kehamilan Amanda,bukan kah aku ini istri resmi dari Adam,kenapa malah kakek menginginkan wanita itu kembali?" Amanda,meminta penjelasan kepada pria itu,lalu tuan Smith menghela napas panjang lalu membuangnya secara perlahan ke udara.


"Amanda,bukannya kakek tidak mendukung kehamilan mu, tetapi kakek,mempercayai semua apa yang di ucapkan Adam,dia bukan orang yang gampang membohongiku dengan tujuan tertentu,tapi pada saat ini aku tidak bisa membuktikan apa pun,karna kakek tidak tau kenapa semua cctv di mansion ini malah rusak."


"Sudah lah,kamu masuk ke kamar mu,cari secepatnya pria yang sudah membuatmu hamil"


"Berapa kali kukatakan bayi ini adalah bayimu dan dia juga akan menjadi pewaris kecil dari keluarga Smith."


"Hahaha...jangan terlalu tinggi menghayal Amanda,kamu terlalu naif lebih baik kamu pastikan kebohongan mu bisa kamu tutupi sampai akhir." Adam memberikan sindiran pedas,membuat Amanda semakin emosi.Karna tidak ingin membuat suasana hatinya semakin kesal akhirnya Adam membawa pria tua itu ke kamarnya dan membiarkan dia istrahat di kamar itu.


Amanda lalu memasuki kamarnya,moodnya benar-benar hancur saat mendengar ucapan Adam.


"Jadi dia berniat anak yang dikandung Andini menjadi pewaris di keluarga Smith...itu tidak akan terjadi,lihat saja mungkin sampai kamu mati Andini tidak akan kembali lagi..kamu terlalu menyepelekan aku Adam.." Amanda tertawa bengis." Tidak akan ada yang bisa Mengantikan posisi ku di mansion ini,jika kamu tidak mau memberikan aku nafkah batin, aku hannya perlu menjebak Alex pria bodoh itu..Hahaha,aku memang cukup jenius."


Amanda tertawa puas,dia sangat percaya diri,kalau Andini tidak akan kembali lagi kehadapan nya.Akhirnya dia bisa istrahat dengan tenang.


Nadia pulang ke rumah kedua orang tuanya dengan membawa barang-barang mewah pakaian,tas,sepatu,untuk ayah dan ibunya.Ini pertama kali dia pulang menemui ibunya semenjak dia kerja sama dengan Amanda untuk menyingkirkan Andini.


"Dari mana kamu dapat uang untuk membeli semua barang-barang mewah ini Nadia?" Fatimah,langsung memberi pertanyaan menohok,Nadia sedikit heran karna tidak biasanya ibunya mau tau tentang uang yang dia dapatkan.

__ADS_1


"Tenang saja ma,Nadia banyak uang mulai hari ini papa,mama bisa minta uang kepada ku,semua utang mama di warung silahkan bayar dan jika ada utang sama warga silahkan bayar juga."


Fatimah seakan tidak peduli dengan ucapan Nadia, begitu juga dengan papanya,mereka hannya duduk diam di atas kursi yang sudah usang.


"Ma...pa..ada apa? tidak biasanya papa,mama sipat nya seperti ini apa terjadi sesuatu kepada kalian?"


"Andini hilang."


"Terus kalau hilang urusannya sama kita apa? biarin aja Andini tidak akan kembali karna dia sudah di buang jauh suatu pulau." Fatimah dan Rahmat langsung menoleh ke arah Nadia dan menghampirinya.


"Apa maksud mu,jadi yang menculik Andini adalah kamu? Terus sekarang dia ada dimana..dimana...katakan kepada mama?"


"Apa...apa..an sih ma,ya Nadia nga tau lagi,yang membuangnya suruhan Nadia sama nyonya Amanda,jadi Nadia nga tau lagi dia kemana "


"Ya sudah peduli amat yang penting aku masih punya uang banyak " Nadia lalu meninggalkan rumahnya dan membawa semua barang yang sudah terlanjur dia beli.Nadia tidak menyangka orang tuanya menolak pemberiannya.


****


Sementara di desa kecil Andini terlihat hidup lebih baik,mereka di terima kedua pasangan yang menemukan mereka bahkan Andini sudah sering ikut ke ladang,walau hannya menemani mereka.

__ADS_1


Bibi Sarah atau wanita yang menemukan mereka di gubuk memperlakukan Andini dengan sangat baik,dia selalu menyuruh Andini olahraga walau hannya keliling rumah,supaya bayinya tetap sehat sampai dia lahir kedunia.Wajah Andini jauh lebih baik di desa ini,setidaknya dia tidak pernah mendengar kata-kata pelakor.walupun dia makan seadanya,setidaknya dia bisa makan dengan hikmat karna kedua pasangan itu begitu baik kepadanya.


"nona,kenapa kita masih tidak mencari jalan atau uang agar kita bisa kembali kekota,tidak mungkin kita disini terus." Pagi ini,wanita itu kembali meminta Andini,agar mau kembali kekota.Marni terlihat lebih gelisah dibanding Andini,dia sudah berulang kali meminta Andini,supaya mereka kembali kekota.Mereka bisa saja menumpang naik mobil pembawa barang yang dari kota ke desa itu.Tetapi Andini selalu menolaknya.


"Bibi,aku masih menikmati suasana desa ini,disini benar-benar membuat hatiku damai,aku tidak pernah merasakan hidup senyaman ini.Andai saja Adam mau tinggal di desa ini lalu melupakan semua kehidupannya di kota mungkin aku akan sangat bahagia."


"Tapi bisa saja kita sudah membuat keluarga ini,merasa terbebani nona,hari ini mungkin mobil yang dari kota akan datang ke desa ini untuk mengangkut barang penduduk disini,kita ikut saja ya nona "


"Bibi bisa kembali jika merasa sudah bosan disini,aku sangat bahagia di desa ini.Dan bibi Sarah dan paman juga sangat baik kepadaku." Marni hannya geleng-geleng kepala menghadapi keras kepalanya Andini,tapi dia tidak tega untuk meninggalkannya di desa ini.


Akhirnya hari ini juga mereka batal untuk pulang kekota, mereka akan menunggu satu Minggu lagi jika ingin kembali kekota,jika mereka punya uang mereka bisa naik kapal laut,tapi mereka benar-benar tidak memiliki uang.


"Paman,bibi,apa kalian keberatan jika aku masih betah di desa ini,apa kami terlalu memberatkan kalian.?" Andini ingin memastikan ucapan Marni,dia juga tidak tega jika merepotkan orang lain,tetapi selama ini,Andini melihat keluarga itu sangat bahagia menerima mereka di rumah itu.


"Siapa yang bilang nak,paman sama bibi sangat bahagia kalian tinggal di rumah ini,bahkan jika kalian tidak keberatan kalian bisa tinggal disini sampai kapan pun kalian mau." Andini sangat bahagia dengan jawaban pria itu.


Bukannya Andini,tidak merindukan Adam,jauh di dalam hatinya dia benar-benar merindukan suaminya itu,Andini ingin memberikan Adam pelajaran karna tidak bisa tegas kepada istri pertamanya.


"Maafkan aku mas Adam,kamu sudah mengecewakan ku beberapa kali,semua wanita di dunia ini mungkin menginginkan menjadi istri sah,dan istri satu-satunya bagi suaminya,tapi kamu sampai hari ini tidak bisa memutuskan apa pun untukku dan juga nyonya Amanda." Andini berbicara dalam hati,bukannya dia tidak berniat pulang tapi dia ingin melihat sampai dimana Adam memperjuangkan hubungan mereka.

__ADS_1


****bersambung***


Terima kasih ya Kaka sayang ya sudah setia menunggu cerita ini semoga kalian sabar🌺🌺🌺


__ADS_2