Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 110 ~ Tidak terima dengan perceraian~


__ADS_3

Setelah dua hari paska Amanda melahirkan bayi prematur,Adam menemui calon mantan istrinya di rumah sakit,kali ini dia tetap memaksa keinginannya untuk segera cerai dari wanita itu.


"Amanda,silahkan tanda tangani perceraian ini,aku harus bisa memberikan status kepada Andini,karna bayi yang dikandungnya adalah darah daging ku." Ucap Adam lalu dia meletakkan surat itu di meja,yang berada di samping Amanda.


"Sekarang atau besok kita akan tetap bercerai,jadi cepat tanda tangani lalu kamu bebas mencari pria lain untukmu."


Amanda sama sekali mengabaikan ucapan Adam,dia hannya menatap dinding dengan tatapan kosong,lalu dia menarik napas dengan kasar lalu membuangnya ke udara.


Amanda tetap berkeras menolak permintaan Adam,pria itu merasa Frustasi,setelah kepergian Adam dari rumah sakit,Amanda keluar menuju ruangan dokter,wanita itu terlihat sangat sehat Karna rumah sakit memberikan operasi metode eracs.


Dia menemui dokter yang telah menanganinya selama di rumah sakit itu.


"Ada apa nyonya Amanda,kenapa anda bersusah payah menemui ku di ruangan ini,harusnya anda bisa menghubungiku agar bisa datang keruangan nyonya." Ucap sang dokter.


"Tidak perlu basa-basi,aku hannya ingin meminta kerja sama dengan anda,tolong lakukan tes DNA antara bayi itu dengan suami saya Adam Smith,manipulasi hasilnya agar terlihat sama,aku akan membayar berapa pun yang Anda minta." Ucap Amanda dengan wajah yang sangat dingin.


Dokter menatap wanita itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,dia begitu kesal melihat wanita yang ada di hadapannya.


"Anda ingin menyuap ku,tapi maaf nyonya aku tidak bisa melakukan itu untuk anda,harap nyonya mengerti,dan kembali ke ruangan anda menunggu bayi itu bisa stabil." Ucap dokter lalu dia melanjutkan pekerjaannya dia mengacuhkan permohonan Amanda.

__ADS_1


"Sial....Dokter ini tidak bisa di ajak kerja sama denganku,apa yang harus kulakukan,keadaan ini semakin membuatku sulit,aku tidak akan membiarkan hidupku,hancur sedemikian rupa." Suara hati Amanda,dia lalu berdiri dan meninggalkan ruangan dokter itu.


Sang dokter menatap,wanita itu lalu menggelengkan kepalanya.


"Dasar wanita kaya,ingin melakukan semua keinginannya walaupun itu dengan jalan salah.


Amanda terus mondar-mandir di ruangannya,kehidupannya wanita itu semakin di ujung tanduk,dia begitu ketakutan jika keluarga Smith benar-benar akan melakukan tes DNA kepada bayi itu,dia semakin tidak bisa berpikir secara normal.


Tiba-tiba terlintas dipikiran Amanda untuk kabur dari rumah sakit itu.Diam-diam Amanda melihat-lihat sekelilingnya,disaat orang-orang mulai lengah Amanda langsung keluar setelah dia Menganti pakaiannya dengan pakaian biasa.


Amanda,sama sekali tidak memikirkan anak yang dia lahir kan,bahkan dia pergi meninggalkan rumah sakit Tampa melihat bayinya itu terlebih dahulu.


Amanda kabur dari rumah sakit karna dia takut semua kebusukannya akan terbongkar,dia akan sangat malu jika semua orang tau jika anak yang dia lahir kan ternyata anak dari seorang asisten,dia tidak mampu jika semua orang menatapnya dengan tatapan jijik,akhirnya dia memilih untuk sementara waktu bersembunyi dari pandangan orang lain,dan juga keluarganya.


Setelah beberapa jam Amanda kabur pihak rumah sakit baru mengetahui,kepergian Amanda saat mereka tidak melihat keberadaan Amanda di ruangan itu selama beberapa jam,dan polisi yang biasanya menjaganya,selama lahiran Adam menjamin kan kebebasan kepada wanita itu.


"Apa yang terjadi,kenapa satu wanita saja rumah sakit ini tidak mampu menjaganya,bagaimana mungkin para security di tempat ini bisa lalai." ucap Adam,pria itu benar-benar marah saat mengetahui kalau Amanda kabur,sementara wanita itu belum menandatangani surat perceraian mereka.


"Maafkan kami tuan,kami akan menindak lanjuti para security di rumah sakit ini,sekali lagi kami mohon maaf atas kelalaian kami." Ucap direktur rumah sakit itu,direktur langsung turun tangan saat Adam memberikan ancaman ke rumah sakit itu.

__ADS_1


Karna keadaan sang bayi sudah mulai stabil dan dia juga terlihat sangat sehat,Adam lalu membawa bayi itu rumah istri keduanya,Andini begitu heran saat melihat suaminya membawa seorang bayi mungil ke rumahnya,selama ini Adam tidak pernah menceritakan apa pun tentang Amanda kepadanya karna dia tidak ingin istrinya itu merasa curiga.


"Mas,bayi siapa yang kamu bawa ke rumah ini." Tanya Andini." Adam hannya diam.


"Bibi,tolong bawa bayi ini ke dalam kamar,aku ingin bicara dengan Andini." ucap Adam.Andini sedikit curiga dengan tingkah suaminya itu,tiba-tiba saja jantung Andini bergemuruh,dia berpikir kalau bayi yang di bawa oleh suaminya adalah hasil selingkuhannya.


"Sayang,maafkan aku,selama ini aku tidak menceritakan apa pun kepada mu,bayi ini adalah milik Amanda,dia meninggalkannya di rumah sakit,dia kabur entah kemana,aku mohon kepadamu,biarkan kita yang menjaganya,dan anggap dia seperti anakmu sendiri." ucap Adam,Andini begitu syok saat mendengar ucapan suaminya,dia tidak menyangka ada wanita sejahat Amanda di dunia ini.


Seorang wanita tega meninggalkan darah dagingnya sendiri di rumah sakit,"Aku tidak masalah mas,malah aku bahagia akhirnya kita langsung mendapatkan dua anak "


"Adam.....Adam...." Tiba-tiba mama Rania dan suaminya datang ke rumah mereka dengan emosi yang sudah tinggi,Adam dan Andini,langsung turun dari lantai atas menemui kedua orang tuanya.


"Ada apa ma,kenapa ribut dirumah ku,apa yang kalian ributkan di rumah ini? Tanya Adam.


" Kemana Amanda,dan bayinya di mana hah?apa yang sudah kamu lakukan kepada menantuku Amanda hingga dia bisa kabur dari rumah sakit,kamu keterlaluan.Sampai kapan pun mama tidak akan pernah merestui hubungan kalian." Ucap Rania,sementara sang ayah hannya bisa terus memandangi istrinya yang emosi,dia tipe lelaki yang takut kepada istri.


"Ma,izin atau tidak,mama merestui atau tidak,aku akan tetap menikahi istriku,silahkan mama keluar dari rumah ini,jika mama hannya ingin mencari keributan disini,dan masalah bayi Amanda kami akan merawat dia dengan baik,aku sangat percaya istriku,dia bisa membesarkan anak itu,dia tidak hannya bayi yang tidak berdosa,ibunya saja manusia tidak tau malu." Ucap Adam,lalu dia menarik tangan Andini dan membawanya melihat keadaan sang baby.


"Dasar anak durhaka kamu Adam,mama doakan kamu menyesal sudah durhaka kepada orang tuamu,bisa-bisanya menantuku kabur hannya karna ulahnya." Rania sengaja berteriak agar Adam dan Andini mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Sudah lah ma,kita cari Amanda sampai dapat,dia tidak akan berani pergi jauh."


***bersambung**"


__ADS_2