Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 51 ~ Kejahatan sang pelayan ~


__ADS_3

Setelah Adam memberinya uang,Susi langsung pamit kepada Adam dan memasuki kamarnya lalu dia menghitung jumlah uang yang diberikan Adam kepadanya.


"Beruntungnya aku,kebohonganku ternyata menghasilkan uang sebanyak ini."Ucap Susi dengan senyum jahatnya.Dia bolak balik mencium uang lima juta rupiah yang diberikan oleh Adam.Lalu dia segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


Keesokan harinya Adam di jemput oleh Robi ke apartemennya.Karna Adam masih mandi ahirnya Andini membuatkan kopi untuk Robi sekalian membuat Robi merasa sangat segan karna seorang istri dari tuannya mau turun tangan membuatkan kopi untuknya.


"Nona,kenapa membuat kopi untukku,jika tuan Adam tau dia bisa marah nona." Ucap Robi dia merasa sangat segan karna istri dari tuannya membuatkan dia kopi.


"Tuan."Ucap Robi dia sangat kaget ternyata Adam sudah berdiri persis di belakangnya.


"Enak ya, seorang asisten di buatkan kopi oleh istri dari bosnya."Ucap Adam dia menatap sinis kepada Robi seakan-akan tidak terima istrinya itu ikut melayaninya sebagai asistennya.


"Mas..."Andini langsung menatap ke arah Adam hingga Adam tidak bisa berkutik melihat istrinya yang sudah memberinya kode keras.


"Maafkan aku nyonya Adam Smith aku tidak akan berani memarahinya." Ucap Adam,Robi sangat kaget melihat reaksi Adam, ini pertama kalinya Robi melihat Adam takut kepada seseorang.apalagi itu itu istrinya sendiri.Adam melihat Robi tersenyum ke arahnya.Dia tidak ingin Robi melihatnya yang terlalu menakuti istri ahirnya Adam segera berdiri dan pamit kepada istrinya itu.


"Sayang,aku pamit ya,kamu jaga dirimu." Ucap Adam dan langsung mencium kening istrinya.Entah kenapa Adam merasa hatinya tidak tenang meninggalkan istrinya sendirian,tetapi karna ini adalah klien yang sangat penting ahirnya dengan terpaksa dia pergi juga.


Setelah Adam dan asistennya meninggalkan apertemenya Andini menyuruh Susi untuk membersihkan apertemenya,lalu dia segera membersihkan dirinya dan kembali istrahat di kamarnya.

__ADS_1


Setelah Susi melihat Andini masuk ke kamarnya, dia lalu membereskan apertemen itu dengan buru-buru.Setelah merasa beres Susi masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya lalu dia mengirim pesan kepada seseorang,sambil menunggu Susi merias dirinya dengan cantik.


Andini terbangun saat hari sudah mulai siang,karna merasa lapar Andini keluar dari kamar menuju dapur.Saat Andini melewati kamar Susi sayup-sayup Andini mendengar ******* seorang wanita,pelan-pelan Andini mendekatkan telinganya ke pintu kamar Andini,dan benar saja semakin dekat ******* itu semakin nyata hingga Andini tidak sabar lagi Dia menggedor pintu kamar Susi,dia sangat geram karna pelayan itu sudah berani mengotori tempat tinggalnya dengan berzinah.


"Susi...keluar kau,cepat apa yang sudah kamu lakukan di apertemen ku ini "Ucap Andini,dia terus menggedor-gedor pintu kamar itu hingga seorang pria keluar dari kamar Susi.


"Apa sih,kamu terlalu berisik apa kamu pengen juga hingga kamu menganggu permainan kami."Ucap pria itu,Andini sangat kaget saat melihat Susi di kamarnya dengan santai Tampa peduli kepadanya.


"Apa yang kamu lakukan di apertemen ku ini,dasar wanita nga tau malu kamu,sekarang juga kamu keluar."Andini menjerit,hingga pria itu merasa terganggu lalu dia dengan kasar menarik tangan Andini ke kamarnya lalu dia


"Plakkk....apa kamu ingin mencoba bermain dengan ku,makanya kamu tidak mau diam." ucap pria itu.Andini sangat kaget saat pria itu menamparnya dengan kasar


"Ahhh...sakitt lepaskan aku toloooongg." Andini berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari tangan pria itu tetapi tenaga Andini tidak sekuat tenaga pria itu.


"Manis juga ternyata bibir mu,bagaimana dengan tubuh mu ini,aku ingin sekali menikmati tubuh mu yang seksi dan mulus ini." ucap pria itu lalu merobek pakaian Andini hingga memperlihatkan gunung kembar Andini.Pria itu semakin bergairah melihat bodi mulus Andini.


"Sudah...puaskan dirimu, dia hannya wanita murahan yang memberikan tubuhnya kepada suami orang,kamu tidak usah munafik Andini ,toh setiap malam kamu memuaskan tuan Adam sekarang puaskan dia,aku ingin melihat bagaimana hebatnya permainan mu."Ucap Susi yang tiba-tiba sudah muncul di depan pintu.


"Dasar kamu wanita brengsek,bawa pria mu ini dari kamarku,pergi....."Andini menjerit sangat kuat hingga Susi merasa terganggu lalu dengan sangat kasar dia

__ADS_1


"Plakkk.....kamu tidak perlu menjerit di depan ku,puaskan saja pacar ku itu karna kamu juga sudah biasa memuaskan pria." Ucap Susi lalu dia pergi dari kamar Andini setelah dia mendapatkan kalung berlian pemberian Adam.


Lalu pria itu kembali mendekati Andini dan langsung meremas kedua gunung kembar Andini,hingga Andini menjerit kesakitan.pada saat pria itu pergi ke kamar mandi Andini langsung menghubungi suaminya,ponsel Andini terlempar ke ranjang saat pria itu tiba-tiba keluar dari kamar mandi,


"Apa yang kamu lakukan,apa kamu berusaha menghubungi suami mu." Ucap pria itu lalu dia kembali menganiaya Andini,rasanya dia tidak puas melihat Andini masih berpakaian lalu dia menarik Andini dan mengikat tubuh Andini di ranjang itu lalu dia berusaha menciumi bibir Andini dan lalu mengigit put**** gunung kembar Andini hingga berdarah.Andini menjerit menahan rasa sakit yang dia rasakan pada saat itu tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan terangkat otomatis


📞"Halo sayang."Ucap Adam dari sebrang sana


📞Mas....tolong aku." Andini berteriak sekuat tenaganya belum sempat Andini melanjutkan kata-katanya pria itu langsung melempar ponsel Andini ke lantai hingga ponsel itu pecah berantakan dan mati.


Dengan sangat kasar pria itu menganiaya Andini memukul kepala Andini pakai pas bunga hingga mengeluarkan darah yang sangat banyak,Tidak puas sampai disitu pria itu lalu memukul wajah Andini,hingga Andini tidak kuat lalu pingsan.


Sementara itu,Adam yang baru sampai di hotel merasa sangat ketakutan saat mendengar teriakan istrinya,lalu dia mencoba menghubungi Andini kembali tetapi nomornya sudah tidak bisa di hubungi.Adam semakin panik dia bolak balik menghubungi nomor Andini tetapi nomornya tetap mati.Ahirnya Adam memanggil Robi yang sedang berada di kamarnya,


"Robi,kita pulang sekarang cepat kamu boking tiket,aku takut sesuatu yang buruk pasti sudah terjadi kepada Andini batalkan semua jadwal kita hari ini."Ucap Adam Robi tidak berani membantah apa yang Adam katakan karna melihat kecemasan Adam.


Setelah mendapatkan tiket, malam itu juga, ahirnya mereka terbang ke Indonesia.Wajah Adam terlihat sangat tegang,dia bolak balik keluar kamar mandi, hingga pramugari menegurnya dengan sopan.


Setelah beberapa jam penerbangan, ahirnya mereka sampai di bandara,secepatnya mereka berdua menaiki mobil yang mereka titipkan tadi siang di bandara itu.Dengan kecepatan tinggi Robi membawa Adam ke apertemenya.Pada saat sudah berada di lantai dasar,Adam langsung menaiki lift dengan buru-buru hingga ahirnya dia sampai di apartemennya.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2