Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 128 ~ Hukuman untuk wanita iblis ~


__ADS_3

Tiba-tiba pihak rumah sakit menghubungi Adam dan memberitahu jika keadaan kakeknya semakin kritis,bahkan tubuh pria itu tidak merespon pagi semua peralatan rumah sakit,pihak keluarga hannya diminta untuk berdoa semoga ada keajaiban untuk pria itu.


Saat Adam hendak pergi membawa Amanda tiba-tiba Rania datang ke mansion itu wajahnya terlihat sangat marah dia tidak menyangka wanita yang dia bela habis-habisan bisa berbuat sekeji itu untuk mertuanya.


"Amanda....Apa yang kamu lakukan kepada papa,kamu....dasar wanita bajingan kamu brengsek....pantas saja selama ini papa mencurigainya ternyata kamu wanita yang sangat kejam." Ucap Rania dia berlari ke arah Amanda lalu menjambak rambut wanita itu hingga putus beberapa helai dilantai.


Amanda tidak peduli dengan semua perlakuan keluarga itu,dia seperti orang yang sudah mati rasa,bahkan saat Rania menjambak ya dia hannya melemparkan senyuman yang sangat menakutkan.


"Hayo...Bunuh aku biar kalian puas..Hayo kalian hannya keluarga yang sangat egois dan pria tua itu pantas mendapatkan itu dariku karna dia lebih mendukung Andini wanita kampungan dari pada aku."

__ADS_1


"Bug......Dasar sialan katakan sekali lagi...Cepat katakan." Adam menjerit kepada Amanda hingga semua pelayan yang ada di mansion itu sangat ketakutan.


"Pria itu pantas mendapatkannya."Ucap Amanda sangat lantang membuat Adam semakin emosi lalu,


"Brangghhh" Adam memukul pas bunga Yang ada dimeja hingga wanita itu tidak sadarkan diri,darah segar mengalir dari kepalanya.


"Adam maafkan mama....Ini semua salah mama,aku tidak tau Amanda sejahat ini tolong maafkan mama Adam " Ucap Rania dia terlihat jongkok sambil memegangi kaki Adam hingga pria itu risih dengan perlakuan ibunya.


"Dea,bereskan wanita itu buat dia secepatnya sadar agar dia dibawa ke markas aku tidak akan membiarkan wanita iblis itu berkeliaran di kota ini,mungkin dipenjara bukan hukuman yang pantas untuk wanita seperti dia." Ucap Adam lalu dia meninggalkan ruangan itu Rania terduduk dilantai dia sangat menyesali kebodohannya yang mempercayai omongan manis Amanda selama ini.

__ADS_1


Aku menghabiskan banyak uang suamiku untuk membiayainya selama di hotel bahkan aku memberikan modal yang banyak untuk keluarganya agar mereka bisa membuka usaha kecil-kecil an ternyata ini balasan Amanda untuk keluarga ini."Ucap Rania dia memukul-mukul kepalanya karna dia sangat frustasi bahkan dia malu kepada Andini karna selama ini dia menolak wanita itu.


Sementara andini dirumah sakit dia terlihat sangat gelisah,semenjak dokter memberitahu keadaan pria itu Andini benar-benar takut sesuatu terjadi kepada pria itu.


"Andini sudah nak,kamu pulang saja dulu,mama akan menjaga kakek mu di rumah sakit agar kamu bisa bersama Adrian malam ini,Tubuhnya sedikit panas dan kamu juga harus istrahat." Ucap Fatimah sambil merangkul pundak Andini.Semenjak Nadia ditolong oleh anak buah Adam kedua orang tua itu benar-benar berubah bahkan ayah Andini sudah bekerja menjadi staf gudang disalah satu pabrik milik Adam.


"Terima kasih ma,aku benar-benar takut sesuatu terjadi kepada kakek ini terjadi karna Andini datang tidak tepat waktu ma." Ucap Andini dia terisak di pelukan ibunya.Dia menumpahkan seluruh air matanya yang sudah di tahannya beberapa hari ini.


"Sudahlah,ini semua sudah jalan hidupnya,kamu hannya bisa berdoa semoga keajaiban terjadi kepada kakek mu,agar dia bisa melihat hari bahagianya bersama nak Adam."Ucap Fatimah,hal itu membuat Andini semakin terisak.

__ADS_1


****bersambung***


__ADS_2