
Kakek menghela napas panjang karna hari ini dia masih belum bisa memutuskan yang terbaik untuk cucunya karna Alex selalu memberi kabar yang membuatnya kecewa.
"Alex,kamu urus semua keperluan ku, karna aku harus berangkat besok pagi." ucap sang kakek dengan raut wajah yang sangat kecewa,membuat Alex sangat merasa bersalah kepada tuannya itu.
"Tuan,apa secepat itu tuan berangkat dan berapa lama kakek berada disana karna aku selalu membutuhkan tuan aku tidak bisa berdiri Tampa bantuan dari tuan." ucap Alex,dan pria tua itu hannya menekan-nekan tongkatnya ke lantai hingga mengeluarkan suara.
"Aku harap orang-orang mu segera mendapat bukti yang lebih pasti dan kamu bisa memberi kabar baik kepada ku." ucap kakek,
"Satu lagi tolong hubungi cucuku Adam suruh dia menemui ku,cucu macam apa dia, setiap hari jarang kembali ke rumahnya ini, apa sesibuk itu dia di kantornya. Hingga tidak bisa meluangkan waktunya setiap hari kepada, kakeknya yang sudah tua ini."ucap kakek dia merasa Adam sudah mulai kurang memperhatikannya.
"Baik tuan,aku pergi maafkan aku tuan karna belum bisa memberikan kabar baik untuk tuan secepatnya aku akan memberi kabar baik tuan." ucap Alex dan pria tua itu hannya melambai-lambai tangannya kepada Alex untuk menyuruhnya segera pergi dari ruangannya.Alex segera meninggalkan ruangan itu,dan berjalan menuju pintu tetapi,diam-diam Amanda langsung menarik tangannya hingga membawa ke sebuah ruangan yang gelap dan langsung mendaratkan ciumannya di bibir Alex,dengan refleks Alex langsung mendorong tubuh Amanda hingga dia terjatuh ke lantai,
"Kamu wanita yang sangat murahan." ucap Alex dan langsung keluar dari ruangan itu dan mengatur sisa napasnya yang hampir habis dan melihat kanan kiri dan memastikan bahwa tidak ada yang melihat nya keluar dari ruangan itu.
Setelah merasa aman,Alex langsung menuju pintu dan segera meninggalkan mansion itu dia tidak ingin Amanda melakukan sesuatu yang bisa menjatuhkannya.Sementara Amanda merasa sangat bahagia karna dia bisa mempermainkan Alex pria yang sangat dingin itu.
"Tidak ku sangka dia bisa semenarik itu sekarang ini tidak ada salahnya menjadikan dia sebagai mainan ku,karna aku juga butuh kehangatan dari seorang pria maka aku akan terus memainkannya."batin Amanda dengan senyuman yang sangat lebar.Setelah merasa situasinya aman dan memastikan Alex sudah keluar dari mansion itu, Amanda langsung bergegas pergi ke kantor keluarganya Karna sang ayah ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
Sementara Adam seorang CEO yang sangat di hormati di perusahaannya sedang sibuk berbicara lewat ponsel dengan istrinya yang sangat dia cintai.
📞Sayang,kamu sedang apa? apa kamu sudah makan siang?"tanya Alex melalui sambungan telepon kepada istrinya itu.
📞Sudah mas,aku juga baru saja sampai di apertemen,makasih ya sayang karna sudah memanjakan ku dengan fasilitas yang mas berikan." ucap Andini hingga Adam merasa dirinya sangat tersanjung hingga tidak sadar asistennya sudah membawa Alex ke ruangannya Tampa mengetuk pintu terlebih dahulu hingga membuatnya sangat panik.
📞Nanti kita sambung ya sayang." ucap Adam dan langsung memutuskan sambungan teleponnya dan meletakkan ponsel di meja kerjanya.
"Robi,tidak bisa kah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu kalau kamu lagi membawa tamu." ucap Adam,sementara Alex merasa curiga kepada Adam karna tidak mungkin baginya,Adam sedekat itu dengan Amanda istrinya ,karna dari dulu Alex tau hubungan kedua suami istri itu kurang harmonis.
"Tuan,tuan besar akan segera berangkat ke Sidney besok pagi, hari ini saya akan mengurus semua keperluannya dan tuan besar, meminta supaya tuan menemuinya ke mansion hari ini karna sudah beberapa hari beliau tidak melihat kepulangan tuan ke mansion." ucap Alex,dia merasa tuan mudanya merahasiakan sesuatu kepada keluarga besarnya,tetapi Alex tidak mau gegabah untuk menyimpulkan sesuatu Tampa adanya bukti yang jelas.
"Baik lah nanti aku akan menemuinya,silahkan keluar dari ruangan ku karna aku ingin menghadiri meeting dengan klien."ucap Adam dan langsung berdiri mempersilahkan Alex keluar dari ruangannya.
Sementara itu,Amanda terlihat sedang duduk di ruangan perusahaan keluarganya kedua orang tua dan Kaka lelakinya juga sedang duduk di ruangan itu mereka nampak sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius.
"Amanda,kamu harus bantu kaka mu,dia sangat membutuhkan uang untuk membuka usaha restoran dia butuh uang 5 M sementara kamu tau perusahaan ayah saja masih tahap pengembangan kami masih banyak utang yang harus di tutupi ke bank,jadi kamu bantu lah Kaka mu itu."Ucap ayahnya,membuat Amanda tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Pah..aku tidak punya uang sebanyak itu,mas Adam juga tidak mungkin memberikan aku uang sebanyak itu,nanti dia akan curiga." ucap Amanda dengan hati-hati dia sangat tau betul ayahnya itu sangat gampang tersinggung.
"Amanda,kamu jangan keterlaluan,suamimu sangat kaya raya uang segitu tidak seberapa baginya,pokoknya Kaka nga mau tau satu Minggu ini Kaka harus sudah mengirim uang itu kepada Kaka." ucap kaka nya dengan ancaman.
"Akan aku pikirkan." Ucap Amanda lalu dia menyalami kedua orang tuanya dan pergi meninggalkan kantor ayah nya itu.
Hal ini yang membuat Amanda merasa ketakutan jika Adam menceraikannya, orang tuanya pasti akan tidak menerimanya lagi karna dia satu-satunya umpan di keluarganya supaya terus mendapat sokongan dana dari keluarga Smith.
Andini sedang bermain sosmed di kamarnya,dia sedang melihat video dua orang pasangan yang sedang merayakan hari bahagia karna sang istri positif hamil,Andini merasa sangat terharu karna sang pria langsung menyambut kehamilannya dengan bahagia bersama keluarga besar,tiba tiba saja Andini merasa mewek dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang wanita hamil.
"Kenapa ya aku nga hamil juga bukan kah kami sudah lumayan lama bersama? aku pengen banget seperti wanita itu di sambut bahagia keluarga karna bisa memberi keturunan."batin Andini lalu Andini segera masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dia ingin menanyakan hal itu kepada suaminya Adam kenapa sampai hari ini dia tidak kunjung hamil.
Andini menunggu kepulangan suaminya dengan semangat bahkan dia tidak makan supaya dia bisa makan malam bersama Adam.Tetapi jam sudah menunjukan pukul sembilan malam Adam juga belum pulang dari kantornya.Andin merasa mulai kecewa,ahirnya dia masuk kamar Tampa makan malam.Dia mencoba untuk tidur supaya suasana hatinya berubah tapi matanya sangat susah di ajak kompromi hingga jam sepuluh malam Adam mengirim pesan kepadanya.
💬[sayang malam ini aku tidak bisa tidur bersama mu, karna aku harus mengantar kakek besok pagi ke bandara, dia akan berangkat ke Sidney,jangan marah ya sayang.] Andini langsung merasa gembira ternyata dugaannya salah dia berpikir adam menemui istri pertamanya Amanda.
👉bersambung👉
__ADS_1