Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 74 ~ Keputusan Kakek ~


__ADS_3

Rania tampak kesal dengan sikap ayah mertuanya akhir-akhir ini,dulu dia orang yang pertama mendukung pernikahan cucunya,bahkan memberikan mereka tiket untuk mereka bulan madu.Dan dia juga sangat menantikan kehadiran cicitnya tetapi belakangan dia semakin menunjukkan sikap kurang mendukung untuk Amanda.


"ah bodoh amat lah,mikirin itu yang penting aku akan mengurus semua,keperluan untuk acara pesta besok lusa."


"Amanda, mama akan pergi menemui orang tua mu apa kamu mau ikut."


"Engga ma, Amanda mau istrahat dulu," Lalu Amada masuk kedalam kamarnya dan mertuanya tampak pergi meninggalkan mansion.


"Dasar pria brengsek semua pria sama saja,bisa-bisa nya pria seperti Alex mengabaikan ku,apa hebatnya pria itu,hannya asisten saja tapi dia sudah merasa dirinya begitu hebat." Amanda terus mengumpat di dalam kamar,dia benar-benar putus asa menghadapi masalah yang terus hadir di dalam kehidupannya.


[Jangan sekali-kali membawaku ke dalam masalah mu,hidupku terlalu berharga untuk kau hancurkan.] Amanda semakin emosi saat membaca pesan yang dikirim oleh Alex kepadanya.


Sementara itu,Andini sedang bermain di dapur entah kenapa hari ini dia sangat ingin turun ke dapur,walaupun Marni sudah menolaknya berapa kali,tetapi dia tetap memaksa keinginannya.


"Baik lah nona,tapi harus hati-hati,mungkin ini keinginan baby,bibi akan terus memantau disini."


"Aku dulu terbiasa kerja keras bi,memasak adalah pekerjaan yang sangat gampang untukku.Semenjak menikah dengan mas Adam,aku jarang melakukan pekerjaan ini."


Marni terus memperhatikan Andini yang sedang memasak,dia sangat bersyukur bertemu keluarga Adam,hingga dia tidak hidup terlunta-lunta di kota besar ini semenjak anaknya tidak menerimanya lagi di rumah mereka.


"Bibi,kok melamun ada apa bi?"


"Tidak papa nona,aku hannya teringat dengan anak bibi,aku sangat merindukan mereka,tapi aku takut kalau aku kembali mereka merasa terbebani.


"Sudah lah bi,anggap saja Andini sebagai anak bibi,tidak perlu mengingat masa lalu,suatu saat mereka pasti sadar atas salah mereka." Andini mulai menyiapkan makanan itu di meja makan.


Ning.....Nong....Ning...Nong


Marni dan Andini saling menatap,tidak biasanya jam segini Adam pulang,

__ADS_1


"Bibi akan buka pintu,nona tunggu disini." Lalu Marni berjalan lebih cepat untuk membuka pintu


"Mencari siapa tuan..? Marni melihat pria tua sudah berdiri di depan pintu,bersama seorang pria yang masih muda,kalau dilihat dari penampilannya bisa dikatakan pria itu,pekerja kantoran.


"Apa nona Andini ada di rumah? ini kakek dari tuan Adam,dan saya asistennya Alex." Andini yang berdiri tidak jauh dari mereka merasa gemetaran saat mendengar ucapan Alex.


Pria itu tidak sabar lalu,menerobos masuk kedalam rumah hingga melihat Andini sudah berdiri di hadapan mereka.


"Kakek..." Andini,lalu mendekati pria itu,lalu menyalami dan mencium tangan pria itu.


" Kakek,biar Andini yang membawa kakek ke dalam." Andini langsung memapah pria itu,ke arah sopa Andini melihat,kaki pria itu sudah gemetaran,mungkin akibat terlalu lama berdiri diluar,lalu Andini membawa segelas air dan memberikan kepada pria itu.


"Kakek,silahkan airnya di minum." Andini menyuguhkan air itu,pria itu tampak bahagia melihat sipat polos Andini,


"Siapa nama mu?"


"Andini kakek."


"Baru Lima minggu kakek." Andini merasa sedikit takut karna pria itu terus bertanya kepadanya.


Pria itu membuang napasnya dengan kasar,dia bingung harus bersikap bagaimana kepada istri kedua cucu nya itu.


"Andini,kakek merasa bahagia,jika Adam juga bahagia,saat ini kamu adalah kebahagiaan Adam,kakek tidak bisa melarang Adam jatuh cinta kepada mu.besok di mansion akan di adakan syukuran kehamilan Amanda,kakek berharap kamu juga hadir disana agar kamu juga bisa mendapat doa-doa yang baik."


Amanda terlihat kaget mendengar ucapan pria itu,dia juga enggan bertanya,tentang kehamilan Amanda.Begith juga dengan Alex,dia begitu terkejut mendengar ucapan pria tua itu.Dia semakin merasa takut,jika suatu saat keluarga terhormat itu tau tentang kehamilan Amanda.


"Kakek,aku akan usahakan,untuk menghadirinya,terima kasih kakek,sudah menerima Andini menjadi bagian dari keluarga kakek."


Andini sangat bahagia akhirnya pria itu mau menerima nya dengan tulus,

__ADS_1


"Kakek,apa kakek ingin makan siang di rumah ini,Andini sudah menyiapkannya."


"Aku akan mencoba nya jika masakan mu tidak enak maka kakek batal merestui hubungan mu dengan cucuku." Kakek tampak tersenyum kepada Andini,dia ingin mengerjai wanita itu,wajah Andini berubah pucat.


"Tidak usah takut kakek hannya bercanda kepada mu."Lalu mereka berjalan menuju meja makan,Alex dengan sigap membawa pria itu menuju dapur.


Pria itu begitu kagum dengan Andini,karna dia tidak merasa sungkan untuk melayaninya dan juga menyiapkan segala makanan di meja itu,begitu juga dengan Alex,dia tidak menyangka wanita yang dipilih tuan mudanya sangat mengagumkan.


"Pantas saja tuan Adam begitu jatuh cinta kepada nona Andini,dia begitu mengagumkan menjadi wanita,walaupun dia istri pria kaya,dia tidak sombong dan angkuh " suara hati Alex.Setelah mereka selesai menikmati makan siang,Alex membawa tuan Smith keluar dari rumah Andini,menuju mansion.


*****


Para undangan sudah mulai memenuhi mansion Adam,keluarga besar itu sengaja membuat acara syukuran di mansion Adam karna mereka ingin mendoakan tempat itu,supaya menjaga Amanda dan kehamilannaya.Keluarga besar Amada juga sudah hadir di mansion itu,mereka sangat bangga akhirnya Amanda bisa memberikan keturunan kepada keluarga Smith.


Para klien penting perusahaan juga sudah mulai memenuhi mansion itu,tetapi Adam belum juga hadir di mansion itu membuat ayahnya merasa cemas,dia takut jika Adam akan mengecewakan mereka.


"Mama...ayo hubungi Adam kenapa dia belum juga hadir sementara para tamu sudah mulai berdatangan."


Lalu Rania menghubungi ponsel Adam tetapi dia sama sekali tidak menjawab panggilannya,membuat dia merasa cemas.


Amanda terlihat sangat anggun di pesta itu,dia sebagai nyonya kedua di mansion ini merasa bangga,dia tampak memamerkan kecantikannya kepada Alex yang berdiri di dekat pintu.


"Mah...Amanda ke toilet dulu ya." Lalu dia berjalan melewati Alex dia tampak memperhatikan para tamu,tidak ada yang melihat ke arahnya tiba tiba di saat dia melewati Alex dia langsung meraba milik Alex,lalu pergi meninggalkan Alex agar tidak ada yang curiga kepada nya.


" Alex begitu kaget saat tangan Amanda meraba miliknya,dia berpura-pura tenang agar tidak ada yang mencurigainya."


"Dasar perempuan murahan,bisa-bisanya di saat seperti ini,dia cari kesempatan " Alex menghela napasnya dia lalu bergegas pindah dari tempat itu karna dia tidak ingin Amanda terus menganggu nya.


****bersambung****

__ADS_1


Terima kasih ya Kaka karna sudah sudi kiranya hadir membaca karya receh ku ini semoga Kaka semua selalu bahagia.


__ADS_2