Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 83 ~ Tidak terima ~


__ADS_3

Adam kembali ke mansion nya,lalu dia melempar berkas-berkas perceraiannya kepada Amanda,dia benar-benar menggugat cerai wanita itu.


"Tanda tangani berkas-berkas itu,tenang saja mansion,dan mobil yang kamu pakai menjadi milikmu,aku yang akan keluar dari mansion ini." Amanda mengambil surat yang di berikan oleh Adam dan mulai memeriksanya,dia sangat kaget karna ternyata Adam benar-benar menggugat nya.


"Tidak,aku tidak akan pernah menerima perceraian darimu,setelah sekian lama hubungan ini sekarang kamu dengan gampang memintaku bercerai,jangan bermimpi kamu Adam." Amanda langsung merobek berkas itu lalu pergi meninggalkan Adam.


"Jangan sampai aku mencari tau perselingkuhan mu,nanti itu akan membuatmu menyesal." Adam berteriak kepada Amanda,tetapi wanita itu benar-benar tidak peduli,dia meninggalkan Adam dan memasuki kamarnya dengan membanting pintu berharap, Adam mengerti dengan kode yang dia tunjukan,padahal caranya semakin membuat Adam geram dengannya.


"Cerai....cerai...cerai..Enak banget dia minta cerai dariku,apa dia pikir segampang itu aku menerimanya,perceraian tidak akan pernah terjadi,bagaiman dengan masa depanku,masa depan anak ini,siapa yang akan bertanggung jawab,bagaiman dengan perusahaan keluargaku,mereka masih bergantung ke pada keluarga ini." Amanda,merasa dirinya benar-benar harus mencari cara lain agar Adam membatalkan niatnya untuk menceraikannya.


"Ini semua karna ulah pria tua itu,dia terlalu mencampuri rumah tangga kami." Amanda gelisah memikirkan jalan keluar dari masalah yang dia hadapi.


Sementara itu,Riko sedang mencari keberadaan Nadia,Riko sedikit curiga kepada Nadia,karna video itu menunjukkan badannya dari belakang persis seperti Nadia.


Riko,berhenti di sebuah kos-kosan kecil,lalu dia mampir untuk mencari Nadia.


Tok...tok...tok


"Siapa sih menganggu aja." Nadia lalu mengintip dari jendela memastikan siapa yang mengunjunginya di hari masi sore.


"Riko,ngapain pria itu kesini,aku sudah tidak membutuhkannya." Nadia membuka pintu kos-kosannya,dia sama sekali tidak peduli dengan pakaiannya yang sangat seksi dan dia tidak mengenakan BRA sama sekali hingga bayangan kedua gunung kembarnya sangat jelas terlihat,Riko menelan saliva nya,dia tidak merasa munafik,dia tiba-tiba tampak bergairah.


"Kamu ngapain sih Riko,menganggu saja,lihat lah aku jadi tidak berselera,saat kamu menganggu kegiatanku tadi di kamar dengan pacarku."


"Apa aku bisa masuk?"

__ADS_1


"Ya sudah silahkan,tapi jangan lama-lama." Riko lalu menerobos masuk ke dalam,kontarakan lalu duduk di kursi yang sudah sangat usang.


"Siapa sayang," tiba-tiba seorang pria keluar dari kamar,dan menghampiri Nadia dan ******* bibir Nadia di depan Riko,hingga Riko merasa risih.


"Nadia,kamu buang kemana Andini,soalnya Adam sudah mencari seluruh kota Jakarta dan ke seluruh pelosok tapi,dia tetap tidak menemukannya." Riko sengaja langsung menodongnya dengan pertanyaan dia takut jika di tanya maka Nadia tidak mengakuinya dia sangat yakin kalau wanita yang ada di video itu adalah Andini.


"Maksud kamu apa? kamu menuduhku Tampa bukti,gitu ngapain kamu tanya kepada ku tentang wanita sialan itu,emang aku baby sitter nya ya g harus menjaganya." Nadia,mengelak,dia tidak ingin rahasianya ini terbongkar.


"Kamu nga usah,membantah Nadia, rumah tuan Adam memiliki cctv,jelas-jelas gambar wanita yang ada di video itu milik mu " Riko terus menodongnya dengan pertanyaan membuat Nadia sedikit terpancing.


"Jangan asal menuduh,pergi kamu dari rumahku,aku bisa menuntut mu jika kamu menuduh Tampa bukti."Nadia langsung menarik tubuh Riko dan mendorongnya keluar dari kontarakan nya.


"Sial bisa-bisanya pria itu menuduhku,dasar pria tidak berguna,dia membuat mood ku benar-benar berantakan." Ucap Nadia,seketika itu nafsunya benar-benar hilang dia tidak selera lagi untuk bermain dengan kekasih nya itu.Riko meninggalkan kos-kosan Nadia dengan langkah gontai.


"bagaimana caranya dia mengakuinya,dia memang wanita yang sangat jahat, andaikan dulu dia tidak menjebak ku,mungkin aku dan Andini masih bersama." Riko membuang napasnya dengan kasar.lalu pergi Tampa tau tujuannya.


*****


"Bukan kah,kakek menyuruhmu mencari tau siapa yang menghamili wanita itu apa kamu sudah mendapatkan informasinya?"


"Aku belum mendapatnya tuan,karna aku sibuk di mansion ini,apa lagi tuan besar kelihatan kurang sehat akhir-akhir ini."Alex punya kelebihan,dia selalu bisa bersifat tenang walaupun hatinya sebenarnya sangat gelisah.


"Hmm..keluar lah aku tidak butuh apa-apa nanti aku akan memanggil Dea jika aku membutuhkan sesuatu." Adam melanjutkan pekerjaannya,dia hannya ingin melihat reaksi Alex saat dia menodongnya dengan pertanyaan itu.


******

__ADS_1


"Andini,kamu kenapa sayang wajahmu sangat pucat apa kamu kurang enak badan."Bibi Sarah meletakkan tangan nya di kening Andini,


"Sayang kamu kayaknya demam,aku akan memanggil bidan,agar kamu bisa di rawat,apa kamu mau bibi dan paman membawamu ke kota,bibi tidak ingin sesuatu terjadi pada mu."


"Tidak usah bibi,Andini hannya merasa lelah saja."


"Baiklah bibi akan membuat sup untukmu,dan juga membuat obat tradisional,agar tubuhmu kembali sehat."


"Terima kasih bibi."


Andini,benar-benar enggan untuk kembali ke kota,dia sangat takut harus menghadapi Amanda,dan semua orang yang selalu tidak menginginkan kehadirannya.Tetapi Andini tidak mengerti dia benar-benar merindukan Adam suaminya,entah kenapa hari ini dia sangat ingin menemuinya atau paling tidak dia bisa mendengar suara suaminya.


"Bibi..bibi.."


"Kenapa sayang...apa kamu butuh sesuatu bibi sedang membuat sup ayam kampung untukmu,agar kamu tetap sehat bibi nga mau suami mu menuntut ku suatu saat karna kamu dan bayi mu tidak sehat."


"Bibi apa kalian punya ponsel,aku sangat merindukan suamiku bibi,aku ingin mendengar suaranya." Hari ini Andini merasa dia sedikit melow,merasa hatinya sangat sedih.


"Bibi punya sayang,tapi harus kita isi pulsanya,dan harus di charger dulu." lalu wanita itu meninggalkan Andini yang masih berbaring di ranjangnya.


"baby...apa kamu merindukan ayahmu..mama juga rindu sayang,tapi mama tidak bisa menemuinya untuk sementara waktu mama takut orang-orang yang tidak menyukai mama bakal melukai mama kembali." Andini mengusap-usap perutnya yang sudah mulai membuncit.Walaupun dia tinggal di desa yang sangat jauh dari kata modern,dia tidak lupa selalu minum vitamin dari bidan dan rutin untuk memeriksa kehamilannya,walau hannya peralatan sederhana yang dimiliki posyandu desa itu.


"Apa aku terlalu egois,jika aku memberi hukuman kepada suamiku,aku hannya memikirkan bayiku,aku hannya takut mereka terus mengincar ku," Suara hari Andini.


****bersambung***

__ADS_1


terima kasih sudah terus mendukung ya Kaka-kaka yang baik semoga kalian tetap mendukung ku i love semuanya.


__ADS_2