
Mereka semua masih menunggu diruang operasi.Key benar-benar frustasi,dia mengusap kepalanya dengan kasar.
Tiba-tiba keluar seorang banaltra keluar dari ruangan.
"Apa yang terjadi banaltra"Tanya key langsung berdiri saat melihat banaltra .
"Dia kehabisan darah king, jadi saya harus melihat stok darah di bank darah" setelah mengatakan itu dia langsung meninggalkan key.
Tak berselang lama kemudian banaltra itu kembali.
"Gawat king, stok darah A kita habis"ujar banaltra itu terburu-buru.
"Kenapa bisa habis.Bukankan kemarin kita baru mengisinya?"ucap Tama.
"Benar tuan kita memang baru mengisinya kemarin.Tapi stok darah A hanya sedikit sementara ada para anggota yang terluka dan butuh darah itu juga"
"Bagas...cepat kau cari para anggota yang memiliki golongan darah yang sama dengan Maya"Key memerintahkan Bagas dengan nada berteriak.
"Banaltra.Mana darahnya.pasien sudah mulai kehabisan darah?" tanya dochtuir yang mencul dari balik pintu.
"Maaf dochtuir.Darah itu habis"
"Tunggulah sebentar.Bagas telah mencari orang yang memiliki darah yang sama"Ucap key.
"Baik king"
Dochtuir dan banaltra itu kembali masuk untuk kembali mengerjakan pekerjaannya mereka.
**
Bagas masih berusaha mencari para anggotanya yang memiliki darah yang sama dengan Maya.
Bagas masuk keruang informasi dan menginformasikan untuk seluruh anggota yang ada dimarkas agar segera berkumpul di lapangan belakang.Semua anggota yang mendengar itu mulai krasak-krusuk menuju lapangan.
Bagas yang telah menginformasikan juga berlari kearah lapangan,karena ini benar-benar keadaan darurat.Saat dia sudah dihadapan seluruh anggotanya,mereka semua menunduk hormat dan memberi salam secara serempak.
"kami semua sudah siap tuan". Bagas menggangguk.
"Saya mengumpulkan kalian semua disini, karena ada keadaan darurat"Bagas mulai membuka suara dengan lantang.
Mereka semua selalu siapa menerima tugas dari tuannya jika ada keadaan darurat.Tak kenal waktu walaupun sudah tengah malam jika itu sangat dibutuhkan.Mereka benar-benar mengapdi pada pemimpin mereka.
"Saat ini ada seorang pasien terbaring diruang operasi markas kita dan saat ini orang itu membutuhkan darah dari kalian, jika kalian bersedia memberikan darah kalian kepadanya"Ujar Bagas.
Mereka mulai mengerti.Ternyata dugaan mereka salah,mereka mengira akan ditugaskan turun kemedan perang.Ternyata ada seseorang yang membutuhkan bantuan.
"Kami siapa membantunya tuan.Kami akan memberikan darah kami kepadanya" sekali lagi mereka menjawabnya dengan serempak.
Bagas yang mendengar itu merasa bangga pada mereka,karena mereka mau membatu seseorang yang membutuhkan bantuan mereka.
__ADS_1
"Terimakasih kalain mau membantu"
"Untuk kalian yang memiliki golongan darah A.Segera ikut saya karena darah kalain sangat dibutuhkan saat ini"Lanjut Bagas.
"Siap tuan" Kata mereka dengan memberi hormat.
Mereka yang memili darah A mulai mengikuti Bagas.Ada sekitar 15 orang yang memiliki darah itu.Mereka semua berlari menuju ruang operasi.
Para banaltra termasuk key dan Tama yang menunggu sejak tadi monoleh saat terdengar suara yang sangat keras berlari beriringan menuju mereka.
"gue sudah membawanya.Ada 15 orang yang memiliki darah yang sama dengan maya"Kata Bagas saat sudah sampai dihadapan key dan Tama.
"Ikutlah dengan para banaltra itu..cepat..."ucap key.
Mereka semua mulai mengikuti para banaltra yang akan memeriksa darah mereka,apakah cocok untuk diberikan pada Maya.
Setelah 5 menit pengecekan mereka sudah mendapatkan 2 orang yang sangat cocok dengan darah Maya.
"Apa sudah itu cukup?"Tanya bagas.saat melihat kantung darah yang hanya ada dua.
"Untuk saat ini kami hanya butuh 2 kantung saja.Untuk menyelamatkan nona maya."Setelah mengatakan itu.Banaltra mulai masuk dengan terburu-buru.
Sementara para banaltra yang lain masih memeriksa darah para anggota yang tersisa,untuk berjaga-jaga apabila darah itu dibutuhkan kembali.
**
Tak teradakini Key, Bagas ,dan Tama sudah 2 jam mereka menunggu didepan pintu ruangan operasi.
Tama menggangguk sementara key dia hanya duduk bersandar pada kursi sambil memejamkan matanya.Bagas berdiri,pergi untuk membersihkan dirinya.
"Kau pergi juga bersihkan tubuhmu.Biar gue yang menjaga gadis itu" usul Tama pada key.
Key menoleh dengan lesuh."Tak perlu biar gue disini".Key menolah usulan itu.
"ckk..Kau tak perlu merasa bersalah padanya.Kau sudah membawa gadis itu untuk di rawat bukan?, jadi kau tak perlu khawatir"
"Pergilah bersihkan dirimu.Kau juga belum makan kan..sejak tadi" Lantu Tama.
Key yang mendengar itu mulai menimbang- nimbang dan akhirnya dia pergi untuk membersihkan tubuhnya.Tama yang melihat sahabatnya yang satu itu mulai terdiam.Dia masih bertanya-tanya pada dirinya,ada apa dengan sahabatnya.kenapa dia terlihat begitu khawatir pada gadis yang baru dia kenal 1 Minggu belakang ini.Apakah benar hanya sebatas rasa bersalah, Tama bingung memikirkannya.
.
.
***
Dikota yang berbeda ...
Brakkk......
__ADS_1
Pria itu melempar semua benda yang ada dihadapannya. Dia benar-benar marah mendengar berita dari bawahnnya.
"Sudah kuduga orang tua bodoh itu tidak bisa diandalkan" Teriak pria itu dengan marah..
Anak buahnya yang ada didepannya hanya menunduk melihat bosnya sangat marah.Dia siapa jadi sasaran bosnya jika mereka melakukan kesalahan walaupun bukan dia yang melakukannya, tapi itulah resiko menjadi anggota pri itu.
"Terus...kemana orang tua b*doh itu pergi?"
"Orang itu tertangkap oleh mereka tuan"
"Awalnya dia berhasil menangkap anak itu, Tetapi dia mendapatkan bantuan sehingga anak itu dapat lolos kembali" Lanjut anak bualnya.
"Itu sama saja gagal b*doh".pekik pria itu.
"Tapi boss...saat anak itu tertangkap dia ternyata bersama seorang gadis bos"
"Seorang gadis?"
"Benar bos.Awalnya orang yang anda suruh itu.menyandra gadis itu agar anak itu mau dibawa olehnya dan anak itu menurutinya"
Pria yang mendengar perkataan anak buahnya mulai tertawa remeh.Dia menatap anak buahnya dan ia mengerti dari tatapan bosnya itu.
"Aku rasa kau tahu pikiranku?"
"Tentu bos saya tahu pikiran anda"
"Bagus kalau begitu.Jadi pergilah mencari tahu informasinya"
"Baik boss"
Setelah mengetakan itu dia pergi dari hadapan bosnya.Sementara bosnya mulai tersenyum.Walaupun dia gagal mendapatkan anak itu,tetapi setidaknya ia mendapatkan sebuah keuntungan yang lebih besar.
Dia saat ini sangat yakin jika rencananya Kaliki ini akan berhasil dan dia akan mendapatkan anak ini dan menghancurkan semuanya tanpa sisa..
Pria itu tertawa terbahak-bahak mengingat rencananya kali ini akan berhasil.Dia tidak sabar menunggu hari itu akan tiba....
.
.
.
Note:banaltra artinya suster dan dochtuir artinya dokter dalam bahasa irlandia.author sengaja menggunakan itu karena khusus untuk dimarkas key menyebut mereka dengan kata itu) .
.
.
.
__ADS_1
Lanjut..
Jagan lupa tinggalkan jejak para pembaca setia author.