Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Terimakasih


__ADS_3

"Gue akan pulang, apa semua yang sudah siap?" tanya key pada seseorang di seberang telepon.


"Bagus, gue sudah menuju ke sana" game mematikan sambungan teleponnya dan pergi menyusul Maya.


" Sudah selesai?" tanya key pada Maya.


"Sudah" Jawab Maya.


" Ayo pulang!"


"Ayo"


Mereka mengantar Bu Farah dan Jihan ke rumahnya, setelah itu Maya dan key kembali ke manssion.


Selama di perjalanan, sepasang suami istri itu hanya diam, tidak ada yang membuka suara sama sekali, namun sebelum mobil mereka sampai di depan pintu gerbang manssion, key memberhentikan mobilnya.


Maya bingung melihat itu, "Kenapa berhent?" tanya Maya.


"Emm..aku ingin kamu menutup matamu dengan kain ini" key menunjukkan kain penutup mata pada Maya.


" Menutup mata? untuk apa?"


"Kau akan tahu nanti. Mau, ya? ucap key


"Tapi..." Maya merasa ragu.


"Percaya padaku" key menutup mata Maya.


"Ini kapan dibuka?" tanya Maya


"Tunggu saja"


Key menjalankan kembali mobilnya menuju manssion.


Manssion


Key membantu Maya untuk turun. Key memegang tangan sang istri.


"Aku takut" ucap Maya.


"Tidak apa-apa, ada aku" ucap key.


"Ini di manssion, kan?" tanya Maya memastikan.


"Kamu akan tahu nanti" Key semakin sengaja membuat sang istri penasaran.


Key menuntun Maya untuk berjalan, sementara Maya meraba-raba sekitarnya. Key membuka pintu manssion.


Key melepaskan genggamannya pada Maya.


"Kamu bisa membuka penutupnya, may" ucap key.


Maya mencoba membuka penutup matanya, saat kain itu terlepas sempurna dari matanya, Maya begitu kaget melihat yang terjadi di sekitarnya.


Apalagi melihat sang suami yang ada di depannya saat ini.


"Maya Wulandari alwa, untuk sesuatu yang tertunda, hari ini untuk memperbaiki pernikahan kita. Aku keylbert putra Syam ingin mengikatmu kembali menjadi istriku dan menemaniku selamanya..."


" Maukah kamu menerima cincin ini dan menjadi pasanganku diatas pelaminan Minggu depan" key membuka sebuah kota beludru berwarna hitam dengan berisikan cincin permata sebagai bunganya.

__ADS_1


Maya menutup mulutnya, ia tidak menyangka key akan melakukan ini. Dia begitu terharu.


"Aku menunggu jawabanmu, may" ucap key.


"Yah.., aku mau" ucap Maya disertai anggukan.


"Berikan jarimu!" pinta key.


Maya memberikan jarinya. game mengambil cincin itu dan memasangkannya dicari manis sama istri. Maya tidak dapat membendung tangisannya, air mata itu tumpah membasahi pipinya. Key berdiri dan memeluk sang istri


prokkk prokkk.


Suara tepukan tangan terdengar menggema di ruangan itu..


"Terima kasih sudah mau kembali nyonya" ucap semua pekerja.


Ternyata, key mengumpulkan semua pekerja yang ada dimansion untuk menyambut kepulangan Maya dan memberinya sebuah kejutan.


"Terima kasih sudah mau kembali" bisik key di tengah pelukan mereka.


Key melepas pelukannya dan menatap wajah Maya. Ia menghapus air mata sang istri yang masih melucur deras keluar dari pelupuk matanya.


" Kuharap air mata yang selalu keluar adalah air mata kebahagiaan" ucap key.


Para pekerja yang melihat kemesraan tuan dan nyonya ikut terharu dan tersenyum atas kebahagiaan keduanya.


Key merangkul pundak sang istri dan berbalik menatap semua pekerja yang masih ada di sana.


"Semuanya, key punya kabar gembira.." key menjeda ucapannya.


Para pekerja yang mendengar iru sangat penasaran. Bik nur yang ada disana juga sangat penasaran.


"Kabar bahagia apa itu?" tanya bik nur.


"Wahh... selamat tuan, nyonya" ucap para pekerja.


"Terimakasih" ucap Maya.


"Sama-sama" ucap mereka.


Mereka semua bubar dari sana. key dan maya pergi ke kamar mereka. Saat Maya membuka pintu kamarnya, Maya lagi-lagi dibuat melongo dengan keadaan kamar mereka.


Melihat sebuah tulisan yang tempel di dinding kamar yang bertuliskan, " welcome to house my boo-boo".


"Iii... ini" ucap Maya terbata-bata.


" Aku rindu memanggilmu Boo-boo, aku rindu mendengarmu memanggilku dengan sebutan gorge" ucap key tulus.


"Terimakasih untuk semuanya, aku tidak menyangka kau akan membuat ini untukku, sekali lagi terima kasih gorgeku" Maya menatap key dalam.


Key membalas tatapan itu dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Maya. Hidung mereka bersentuhan, key mendaratkan sebuah ciuman di bibir maya.


Ciuman itu lama-lama semakin dalam, key merasa ingin lebih dari itu. Ciuman itu belum terlepas, key menggendong Maya seperti kuala. dan membawanya ke kasur.


Key melepaskan ciuman itu, saat merasakan Maya sudah mulai kehabisan nafas.


Hoshhh.. hoshh...


Maya menghirup udara banyak-banyak. setelah di rasa Maya sudah cukup menghirup udara, key kembali mencium Maya.

__ADS_1


Kali ini key bukan hanya mencium, tapi men*****pnya juga. Tangan key mulai masuk ke dalam penutup benda kenyal itu dan meremasnya.


Ekhh...


Maya mengeluarkan suara aneh itu, alhasil membuat key semakin bergairah dan semangat.


Key membuka pakaian sang istri dan juga pakaiannya. menampilkan sesuatu yang sudah sangat berdiri tegak di sana. Maya panik milihat itu.


"Go..gorge" ucap Maya terbata-bata.


Key kembali mencium sang istri dengan tangan ingin membuka kain segi tiga itu. Saat key berhasil membukanya, ia mencoba memasukkan jarinya dan bermain didalm sana.


Akhhhh....


Maya benar-benar di buat menggeliat dengan perbuatan suaminya. Setelah key merasa cukup, key mencoba memasukkan miliknya dan jlepp.


Ekhhh....


Key mulai memompa dirinya dan bermain dengan sang istri sore itu.


*******


Dua jam kemudian, key dan Maya sudah selesai dengan aktivitas mereka.


"Terimakasih" ucap key.


Key menghapus keringat yang ada di kening istrinya. Maya hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Dia benar-benar kelelahan meladeni permainan suaminya. Dia tak habis fikir, dari mana suaminya memiliki tenaga seperti itu. Key benar-benar tidak memberinya kesempatan untuk bernafas dengan baik.


"Apa perutmu tidak apa-apa?" tanya key. Sekali lagi Maya hanya mengangguk.


Key tersenyum melihat itu. Dia tahu akibat ulahnya, sang istri tidak memiliki tenaga walau hanya untuk berbicara saja.


"Istirahat" ucap key.


"Selamat tidur istriku, dan anak papa" key mengusap perut Maya dengan lembut.


key memluk istrinya dan Maya juga membalas pelukan itu.


Hal ini yang dia rindukan beberapa hari ini. Tidur memeluk sang suami dan mendengar ucapan selamat tidur darinya.


Mereka tidur dengan nyaman malam ini. Tidak ada beban di pikiran mereka, apalagi tidak dengan orang yang kita cintai, itu merupakan hal yang luar biasa.


.


.


.


.


.


.


Lanjut.....


Hay para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah. Beberapa hari yang lalu author menunggu komentar yang banyak dari kalian, tapi ternyata hanya ada satu orang yang memberi komentar. Author awalnya sedikit kecewa, tapi author sadar itu baru awal untuk author.

__ADS_1


Author sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat cerita ini semakin seru. Jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah..


LIKE, COMMENT AND VOTE


__ADS_2