Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Pesan


__ADS_3

" Kita harus memperketat penjagaan pada istrimu dan orang-orang yang di manssion. Gue takut mereka kembali menyerang manssion kembali " ucap Bagas.


" Lo benar, kita harus melakukannya " ucap Key setuju.


" Gue akan menarik beberapa anggota untuk berjaga di manssion " ucap Key lagi.


" Jadi menurut lo, mereka yang lo tarik ke manssion tidak akan ikut dengan kita dalam 3 minggu mendatang ?" tanya Bagas.


" Yah.., karena gue takut saat kita pergi nantinya, mereka akan berbalik menyerang manssion" jawab Key.


" Kenapa gue gak berpikiran ke sana " ucap Bagas yang tidak menyadari kebodohannya.


" Kembalilah bekerja! Kita akan ke markas sepulang dari sini " ucap Key.


" Oke " jawab Bagas singkat dan kembali ke ruangannya.


Key juga kembali ke meja kerjanya.Ia sudah tidak terlalu khawatir, kerena mendengar suara istrinya dan dia sudah kembali pulang. Key mengerjakan pekerjaannya kembali dan menyelesaikannya.


****


Hari sudah sore. Jam sudah menunjukkan pada pukul 04:05 , para karyawan KPS company sudah mulai tampak meninggalkan meja mereka. Ada juga masih tinggal untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


Key juga tampak merapikan meja kerjanya. Dia sudah bersiap untuk pulang. Dia memakai jasnya yang sempat dia lepas dan mengambil tas yang berisi leptop.


Key melangkah keluar dan meninggalkan ruangannya. Key berjalan menuju lift dan berpapasan dengan Bagas.


" Gue baru mau panggil lo tadi " ucap Bagas.


Key tidak menjawab ucapan Bagas dan hanya terus melangkah masuk ke dalam lift.


Setelah sampai di lantai bawah, Bagas mengambil mobil dan Key menunggu di depan pintu masuk.


" Kita ke manssion dulu " ucap Key. Dia sudah duduk di kursi tengah.


" Kenapa nggak langsung ke markas aja seperti kemarin ?" tanya Bagas seraya menjalankan mobilnya.


" Ada istri gue yang menunggu di rumah " jawab Key.


" Yaelah...kemarin juga langsung ke markas tanpa pamit-pamit dulu. Lagian kan bisa di telpon dulu" ucap Bagas.


" Terserah gue kali. Sekarang gue udah punya istri yang tunggu gue pulang sehabis kerja " ucap Key dengan sombong, karena sudah memiliki istri, sedangkan Bagas tidak.


" Iya-iya yang punya istri" ucap Bagas pasrah.


Mereka kembali diam. Tidak ada pembicaraan lagi hingga akhirnya mereka sampi di manssion.


Manssion


" Kalau LO mau langsung ke markas, pergilah lebih dulu. Gue akan menyusul nanti, karena gue nggak tahu jam berapa gue akan ke sana" ucap Key seraya turun dari mobil.


" Lo naik apa nanti ?" tanya Bagas dari dalam mobil. Ia menatap Key dari balik jendela yang kacanya sudah ia turunkan.

__ADS_1


" Naik mobil lah. Masih ada di garisi kan?" jawab Key.


" Oh Iyah, gue lupa, heheh..." jawab Bagas cengengesan. Key menggeleng melihat kebodohan Bagas.


" Gue pergi !" pamit Bagas seraya menaikkan kembali kaca mobilnya dan meninggalkan manssion.


Key berjalan masuk dan langsung menuju kamarnya, karena dia rit melihat istrinya.


" Boo.." panggil Key.


Ia melihat istrinya yang tengah bersandar di kepala ranjang dan tengah bermain Hp.


" Gorge.., kamu sudah pulang ? aku tidak mendengarmu masuk " ucap Maya kaget, melihat suaminya sudah pulang.


" Bagaimana mau dengar, kamu sibuk main Hp " ucap Key. Ia berjalan menyimpan tas leptopnya di atas meja.


" Hehe..maaf " ucap Maya. Ia menghampiri suaminya yang tampak ingin membuka jasnya.


" Nggak apa-apa.. " ucap Key seraya tersenyum.


Maya membantu suaminya membuka jas. Hal itu membuat Key tersenyum dengan prilaku istrinya yang selalu membantunya sepulang dari kantor.


" Aku siapkan air untuk kamu berendam yah ?" ucap Maya.


" Nggak usah, boo. Aku mandi pakai shower saja " tolak Key.


" Yaudah " ucap Maya.


Beberapa menit kemudian, Key sudah selesai dengan mandinya. Dia mengambil pakaian yang di siapkan istrinya di atas kasur dan memakainya.


Setelah semuanya selesai, Key menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa.


" Apa saja yang kamu belli di mall tadi ?" tanya Key. Ia menarik istrinya duduk di pangkuannya dan memeluknya.


" Aku hanya beli buah saja. Aku ke mall hanya membelikan Bu Sri oleh-oleh untuk dia bawa pulang besok " jawab Maya seraya menyandarkan tubuhnya saat suaminya memeluknya dari belakang.


" Kenapa nggak beli sesuatu untuk diri kamu sendiri ?" tanya Key seraya mengusap perut Maya yang sudah mulai membuncit.


" Aku hanya malas.lagi pula aku tidak tahu harus membeli apa, karena rasanya semua sudah ada " jawab Maya. Ia menutup matanya, karena merasa nyaman.


Key tersenyum mendengar jawaban istrinya. Ia mencium pipi Maya bertubi-tubi. Mereka terdiam, karena merasakan kenyamanan, sampai akhirnya Key mengingat sesuatu.


" Boo.." panggil Key.


" Iyah.." jawab Maya. Ia masih menutup matanya.


" Apa saat di mall kamu melihat orang mencurigakan ?" tanya Key.


Maya membuka matanya dan turun dari pangkuan suaminya. Ia duduk di sebelah Key dan manatapnya.


" Muncurigakan ?" tanya Maya.

__ADS_1


"Iyah. Kayak aneh-aneh gitu " jawab Key.


" Tidak ada, tapi saat aku berjalan dengan Bu Sri ke toko buah, aku merasa ada seseorang yang mengikuti kami. Saat aku menoleh dan melihat sekitar, tidak ada siapapun yang mencurigakan " jawab Maya.


Key mulai mencerna ucapan istrinya. Sepertinya, orang yang mengikuti istrinya sangat rapih.


" Memang kenapa ?" tanya Maya. Pertanyaan istrinya membuat Key tersadar.


" Nggak apa-apa. Aku hanya bertahan saja " jawab Key.


Ia tidak ingin memberitahu istrinya tentang kiriman yang ia dapat siang tadi. Key tidak ingin membuat istrinya khawatir dan takut.


Mendengar jawaban suaminya, Maya hanya ber Oh saja.


" Kalau mau keluar atau mau pergi tanpa aku, Aku harap kamu memberitahu aku lebih dulu sebelum kamu pergi. Jangan pergi sebelum mendapatkan izin dariku " pesan Key.


" Iyah " jawab Maya seraya mengangguk.


" Dan juga, kalau kamu merasa ada yang aneh di sekitarmu, segera pergi dari sana dan kembali ke mobil. Beri tahu aku juga, kalau kamu merasa ada yang mencurigakan atau ada yang mengikutimu seperti yang kamu rasakan di mall tadi" pesan Key lagi.


" Memangnya kenapa? apa ada masalah ? " tanya Maya.


" Tidak ada masalah apapun. Aku hanya takut ada yang menggangguku. Apalagi sudah banyak yang tahu, kalau kamu adalah istriku " jawab Key.


" Baiklah. Aku akan mengingat pesanmu " ucap Maya.


Key tersenyum mendengarnya. Ia bangga pada istrinya, karena tidak pernah banyak protes. Dia selalu patuh dengan ucapannya. Key juga tidak terlalu khawatir, karena istrinya bukanlah wanita yang suka keluar rumah. Dia lebih suka menghabiskan waktunya hanya di manssion dan bergabung dengan para pekerja.


Key yang mengingat harus ke markas meminta izin pada istrinya untuk keluar.


" Boo, aku keluar dulu yah dengan Bagas dan Tama " ucap Key.


" Mau ke mana? " tanya Maya.


" Aku ingin ke rumah tempat kamu di rawat waktu itu " jawab Key.


" Oh.. yaudah. pergilah " ucap Maya.


" Apa nggak apa-apa ?" tanya Key.


"Nggak apa-apa. Aku mengerti, kamu pasti punya urusan penting " ucap Maya.


" Terimakasih, sudah mau mengerti " ucap Key seraya memeluk istrinya dan mencium keningnya. Maya membalas pelukan itu dan ikut tersenyum.


.


.


.


.

__ADS_1


LANJUT..


__ADS_2