Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Isi kotak


__ADS_3

Setelah meminta izin pada istrinya, Key berjalan turun dan berpapasan dengan Tama.


" Lo belum pergi ?" tanya Tama. Ia mengira Key sudah pergi lebih dulu bersama Bagas.


" Belum. Gue baru mau pergi " jawab Key.


" Di mana Bagas ?" tanya Tama, saat ia tidak melihat Bagas.


" Dia sudah pergi duluan " jawab Key. Tama ber Oh saja.


" Ayo berangkat bersama " ajak Tama.


" Oke " jawab Key.


Tama lebih dulu keluar dan mengambil mobilnya di bagasi, sementara Key mencium istrinya lebih dulu sebelum pergi.


Markas


Key dan Tama, tanpa ba bi bu langsung pergi ke tempat para anggota mereka. Tama pergi ke lapangan belakang untuk melihat perkembangan pendeteksi ranjau yang dia ajarkan pada anggotanya, sedangkan Key pergi ke lab untuk melihat sampai mana pembuatan racun mereka.


****


Di sisi Key.


Key memasuki lab dengan pakaian khusus dan tampak para anggotanya sibuk mencampurkan beberapa bahan.


" King " ucap pura saat menyadari Key masuk ke dalam lab.


" Ahh.. bagaimana ?" tanya Key.


" Baru berjalan 5%, king " jawab pura.


" Perkembangan yang bagus untuk sehari " puji Key.


" Usahakan racun ini jadi dalam satu Minggu agar kita bisa mengujinya terlebih dahulu dan memperbaikinya jika ada yang salah " ucap Key.


" Baik, king " jawab mereka.


Key kembali terjun membantu mereka. Ia mengambil mortal dan alu untuk menghancurkan bahannya, setelah hancur dan merata, ia mencampur dengan sedikit larutan. Kemudian memasukkannya ke dalam erle Meyer untuk memanaskannya.


Sambil menunggunya panas, Key beralih melihat Pira yang sedang fokus dengan buret di depannya.


" Apakah volumenya sudah benar, king ?" tanya pira saat menyadari ada Key di sebelahnya. Ia bertanya seperti itu untuk memastikannya, karena ia takut volumenya salah dan berakibat batal nantinya.


" Itu sudah benar " jawab Key. " Coba kau keluarkan larutannya!" perintah Key.


Pira mencoba meneteskannya untuk melihat reaksi dari larutannya dan reaksinya sangat bagus.


" Bagus. Reaksinya sangat bagus. Pertahankan itu dan simpan di lemari " puji Key. Kemudian ia menyuruh pira untuk menyimpan larutan yang sudah dia campurkan tadi.


" Baik, king"


Pira menyimpan larutannya di dalam lemari. Key yang melihat para anggotanya sudah mengerti, mulai memikirkan sesutu yang baru.

__ADS_1


Key berencana ingin membuat sesuatu yang tampak seperti daging dengan bertekstur lunak, tapi sangat mematikan. Ia ingin membuat peledak, tapi bukan dari bom atau semacamnya. Key mulai mencari beberapa bahan di dalam lemari yang ada dan mulai membuatnya.


*****


Di sisi Bagas


Bagas yang lebih dulu datang dari kedua sahabatnya, sudah lebih lama melatih para anggotanya.


Perkembangan anggotanya sangat bagus, karena tanpa dirinya ada Zidan yang melatih mereka. Bagas sudah melihat kemampuan bebeapa anggotanya yang sudah bisa membidik patung dari treadmill.


" Bagus Zidan. Kamu mampu mengajari mereka sampai bisa berhasil melakukannya " puji Bagas pada Zidan. Ia menepuk-nepuk pundak Zidan.


" Terimakasih tuan, atas pujiannya. Itu juga karena mereka sangat gigih dan pantang untuk menyerah. Mereka selalu mencobanya hingga tegah malam " ucap Zidan.


" Itu memang harus. Kita tidak boleh lemah " ucap Bagas.


" Anda benar tuan" ucap Zidan.


Bagas tersenyum tipis melihat para anggotanya benar-benar gigih untuk mencapai tujuan mereka. Walaupun masih ada beberapa anggotanya yang masih gagal, tapi itu bukan masalah. Sehari baru terlewatkan dan ia yakin dalam tiga hari ke depan mereka sudah sangat lihai dalam melakukannya.


***


Di sisi Tama


Duaaarrrr.....


Terdengar ledakan cukup kerasa dari arah halaman belakang markas atau lapangan yang menyerupai lapangan sepak bola, tapi ini lebih luas lagi.


Tama memberi tantangan pada para anggotanya untuk mencoba mendeteksi ranjau. Ia mena ranjau itu tanpa sepengetahuan mereka. Kemarin, Sebelum ia meninggal anggotanya, ia memberi perintah pada Zila ( ketua kelompok) untuk menanam ranjau di lapangan dan melarang anggota lain untuk menginjak lapangan itu sebelum ia datang.


Saat ini Tama memantau cara mereka mendeteksi ranjau. Sebelum mulai berlatih, Tama membagi anggotanya beberapa kelompok dan suara ledakan itu berasal dari salah satu kelompok yang gagal dalam pelatihan.


Para anggota dalam kelompok itu berjalan beriringan bersama ke arah Tama.


" Kalian gagal " ucap Tama.


" Maafkan kami tuan " ucap mereka seraya menunduk.


" Jangan menunduk. Jika kalian melakukan kesalahan jangan pernah menunduk. Tetap angkat kepala kalian dan akui kesalahan kalian " Tama memperingati mereka.


Mereka yang mendengar itu secara bersamaan mengangkat kepala mereka dan melihat Tama.


" Kenapa kalian gagal? apa itu sulit ?" tanya Tama.


" Kami terkecoh dengan kondisi tanahnya, tuan " jawab salah satu dari mereka.


" Ada apa dengan kondisi tanahnya ?" tanya Tama.


" Kami terkecoh dengan tanah yang tampak gembur dari tanah lainnya. Kami mengira ada ranjau yang tertanam di sana dan ada perubahan warnah pada tumbuhan di dekatnya. Ternyata itu bukan zat kimia yang di serap oleh tumbuhan, namun itu hanya potongan plastik kecil yang berwarna " jawab anggotanya.


" Jadikan itu sebuah pelajaran. Jangan mudah menyimpulkan sesuatu hal. Ingat, tetap periksa sekitarnya, kalau perlu perhatikan semunya. Jangan ada yang terlewatkan, karena ranjau yang kalian akan hadapi nantinya akan sangat berbeda daya ledaknya " Tama menasehati kelompok itu.


" Baik, tuan. Kami akan memperbaikinya " ucap mereka.

__ADS_1


" Bagus. Kalian boleh istirahat dan kita lanjutkan besok. Jangan lupa juga untuk selalu berlatih dan coba membedakannya " ucap Tama.


" BAIK, TUAN..." jawab mereka serentak.


Tama mengangguk dan meninggalkan mereka lebih dulu, kemudian mereka berjalan masuk bersama ke dalam markas.


Tama berjalan ke ruangannya yang ada di markas dan ternyata sudah ada kedua sahabatnya yang sedang bercengkrama di sana.


" Wiihh... raja bom kita sudah datang nih " ucap Bagas saat melihat Tama muncul di balik pintu.


Tama tidak menggubrisnya dan langsung duduk di sebelah Key. Ia menyambar minuman milik Key dan meminumnya dalam satu kali teguk.


Key yang melihat itu hanya menggeleng dan membiarkannya saja. Berbeda dengan Bagas jika Tama melakukan itu. Ia akan protes dengan panjang lebar.


" Bagaimana para anggota lo ?" tanya Key pada Tama.


" Perkembangan yang bagus. Walau masih ada yang gagal " jawab Tama.


" Tidak masalah, masih ada cukup waktu untuk melatih mereka " ucap Key.


" Hmm.." Tama berdehem sebagai jawaban.


Mereka kembali diam sampai akhirnya Bagas mengingatkan Key sesuatu.


" Key, lo udah pilihan beberapa anggota untuk di bawa ke manssion ?" tanya Bagas.


" Oh iyah, gue lupa tentang itu " ucap Key


" Buat apa lo bawa beberapa anggota untuk ke manssion ?" tanya Tama bingung.


" Gue belum memberitahumu ternyata " ucap Key.


" Memang ada apa ?" tanya Tama begitu penasaran.


" Tadi siang di kantor, gue dapat kiriman sebuah kota kecil, tapi tidak ada nama pengirimnya. Isi dari dari kota itu adalah foto Maya yang sedang berada di mall siang tadi dan juga ada sebuah gulungan kertas dalam kota itu " jawab Key.


" Apa isinya ?" tanya Tama.


Key merogoh kantongnya dan mengeluarkan kertas itu. Tama membacanya.


" Jaga istrimu baik-baik, sebelum dia hilang dari pandanganmu" isi dari gulungan kertas itu.


.


.


.


.


LANJUT...


Maaf yah, author agak telat up-nya..

__ADS_1


__ADS_2