
Bagas telah kembali dari berbelanja.Dia masuk dan memberikan pakaian itu pada banaltra.
"Kemana king dan tuan Tama pergi?"Tanya Bagas saat ia tidak melihat siapapun disana.
"Saya tadi melihat,king pergi kearah ruangan died "Ucap banaltra itu sambil menerima pakaian itu.
Bagas mengangguk dan pergi kearah yang ditunjukkan oleh banaltra tadi.Dia yakin jika saat ini mereka berdua ada diruangan died saat ini, untuk memberikan pelajaran pada Jacob b*doh itu.
Saat dia sudah disudah didekat pintu ruangan itu.
Dor
Dor
Bagas mendengar suara tembakan dari arah dalam.Ia bergegas berlari dan masuk keruangan itu.Saat dia sudah membuka pinta,mereka semua yang ada didalam menoleh kearahnya kecuali key yang masih membelakangi Bagas.
Bagas memperhatikan key dari belakang.Ia tahu apa yang terjadi saat ini.Bagas melangkah mendekat kearah key.Ia mengambil pistol yang masih mengarah kepada Jacob.Bagas tahu saat ini key masih ingin memberi Jacob tembakan.
"Hentikan" ucap Bagas pelan.
Key masih setia menatap Jacob yang sudah meregang nyawa.Bagaimana tidak,key memberikan dua tembakan sekaligus tepat dikepala Jacob.
"Biarkan mereka membereskan sisanya"lanjut Bagas kembali.
"Pergilah.Nona Maya saat ini harus dipindahkan keruangan perawatan dan kau melarang mereka membawanya kesana.Jadi tunjukkan kepada mereka nona Maya harus dibawa kemana" Kali ini Bagas berbisik dari arah belakang key.
Bagas telah mengambil pistol itu dari tangan key. Bagas yang masih merasakan jika key saat ini masih sangat emosi terbukti dengan nafasnya yang terhembus secara cepat.
Key yang mendengar ucapan Bagas mulai berbalik dan pergi dari sana.
Mereka semua bertanya-tanya dalam hati mereka,apa yang dibisikkan Bagas pada key dan membuat key berhenti melakukannya.Bukan hanya para anggota Tama pun bertanya demikian.
.
**
"Pindahkan gadis itu kamarku" Perintah key pada banaltra.
Mereka semua kaget mendengar ucapan king nya, karena yang mereka tahu king mereka sangat tidak suka jika ada orang lain yang masuk kekamar miliknya kecuali ada tuan Tama yang mangawasi jika kamar itu ingin dibersihkan.
Mereka tetap melakukannya dan mulai mendorong brangkar itu menuju kamar key.
Saat brangkar itu didorong keluar key dapat melihat Maya yang terbaring diatasnya.Dengan banyaknya alat yang terpasang terutama alat pernapasan yang menempel dihidungnya dan ia juga melihat kedua tangannya Maya tertusuk oleh dua jarum.Tangan kanan Maya tertusuk jarum yang berisikan sekantong darah dan tangan kirinya berisi sekantung cairan infus.
Key menghela nafasnya berat.Ia mengikuti langkah para banaltra yang sedang mendorong brangkar.
.
****
"Semuanya sudah selesai king!" Uacap salah satu banaltra itu.
"Baiklah"
"Kami permisi king" Key mengangguk.
Setelah para banaltra itu keluar dari dalam kamarnya dan pergi dari sana.Key masih setia berdiri tak jauh dari pintu kamar.
Pintu kamar itu tidak tertutup dan terbuka lebar, membuat key dapat melihat Maya yang terbaring dari luar.Suara monita berbunyi di kesunyian itu.
Key merasa ragu untuk masuk kedalam sana.Sangat berat yang ia rasakan saat ini.Entah apa yang terjadi pada dirinya.Dengan langkas pelan key masuk kedalam kamar.
__ADS_1
Ia memparhatika Maya denga teliti.Rasa bersalah mulai meruak dalam dirinya.
"Heyy... disini kau rupanya" kata Bagas dari arah pintu.Key menoleh mendengar suara Bagas dan ia melihat ada Bagas dan Tama berdiri disana.
"Bagaimana keadaannya?"Tanya Bagas.
"Seperti yang kau lihat.Kita hanya menunggu dia sadar" Bagas mangangguk.
"Apa gadis ini tidak memiliki keluarga?"Tanya Tama bingung.
Karena ia masih berpikir kenapa mereka tidak membawa gadis itu kerumah sakit dan mempertemukan dua dengan keluarganya.
"Dia tidak memiliki keluarga disini.Dia berasal dari Indonesia dan terbang ke London untuk bekerja di perusahaan key" ucap Bagas.
"apa orang tuanya sudah meninggal?"Tanya Tama kembali.
"Iyah.orang tuanya sudah meninggal"
"Apa dia tidak memiliki saudara lain?"
"Itulah yang tidak aku tahu.."
Tama terdiam mendengarnya.Ia mulai berpikir, apakah gadis ini sedirian tinggal dikota ini.Jika mememang begitu sungguh kasihan sekali garis ini.
"Tam..."Panggil key.
"What..?"sahut Tama.
"Lo cari data dari gadis ini dan temukan semuanya yang berhubungan dengan Maya"
"Siapa nama panjangnya?"Tanya Tama kembali.
"Baiklah lah.gue akan mencarinya dulu"Tama bergegas keruangan yang sering dia tempati jika ingin mencari sesuatu.
Key sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tentang Maya, karena buka dia yang merekrut Maya menjadi sekertarisnya dan Bagas bahkan tidak memberitahunya sama sekali.
Mereka keluar dari kamar dan pergi keruang tengah markas.
"Apa kau ingin tinggal disini?"Tanya Bagas pada key.
"Yah..gue akan tinggal malam ini.Besok gue akan ke apartemen"
"ouuuuhh".Bagas manggut-manggut.
"Terus bagaimana kelanjutan kerjasama kita dengan perusahaan itu?"Lanjut Bagas.
"Gue sudah menundanya terlebih dahulu.3 hari kedepan kita akan melakukan pertinjaun kembali"
"Baiklah"
Mereka tinggal ditempat itu dengan bersantai dan bercerita.Bagas menyuruh para koki untuk membuat cemilan untuknya dan ia memakannya dengan nikmat.
Sementara key dia hanya menyandarkan punggungnya di kursi.Menatap langit-langit ruangan tengah itu.Sesekali key memejamkan matanya.Bagas yang melihat key hanya terdiam seperti itu mulai angkat bicara.
"Ada apa denganmu?"
"Tidak" jawab key singkat.
"Kau masih memikirkan nona maya?"
"Tidak juga"Sahut key bohong.
__ADS_1
Dalam hatinya dia masih menyimpan rasa bersalah.Key bingung dia harus menebus rasa bersalah itu dengan apa.Sementara ia hanya kenal dengan Maya baru satu Minggu ini.
"Heh..jangan berbohong.Gue tahu apa yang Lo pikirkan"
"ckkk..kalau kau tak percaya yasudah" key melihat Bagas dengan ekor matanya.
"Kau merasa bersalah pada gadis itu?"Tebak Bagas.
Key terdiam mendengar pertanyaan Bagas.sementara Bagas yang melihat key terdiam mulai mengerti.
"Tak perlu merasa bersalah.Ini bukan keinginan kita.Kita tidak tahu bahwa ini akan terjadi.Lagi pula kita sudah merawatnya bukan"Ujar Bagas.
Key menengakkan tubuhnya dan menghela nafas kasar.
"Gue tahu.kita Sudah membantunya,tapi gue khawatir gadis itu akan trauma.Siapa yang akan merawatnya,kita?.mana mungkin"
Bagas terdiam mendengarnya.Key benar jika gadis itu trauma siapa yang akan merawatnya.sementara disini dia tidak memiliki siap-siap.
"Kau benar, tapi semoga dia tidak mengalami trauma.Semoga Tama juga menemukan apakah dia punya keluarga yang lain atau tidak"
"Semoga saja"
Setelah mengatakan itu key berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari sana.
"Mau keman kau?"Tanya bahasa melihat key berdiri.
"Tidur"Jawab key singkat tampa menoleh sama sekali.
"Kau ingin tidur dimana?. Jangan bilang kau ingin tidur bersama dengan gadis itu" Bagas menatap key curiga.
"Palamu.Gue tidur dikamar sebelahnya"
"Hey..itu kamarku"
"markas ini milikku"Jawab key acuh.
"Terus gue tidur dimana jika kau tidur dikamarku?" Kata Bagas dengan berteriak.Karena key Sudah muali menjauh dari sana.
"Terserah Lo.Kau bisa tidur disofa itu.Jika kau mau"Key menyahut dengan menyebalkan.
"haisss anak itu.Kenapa dia menyebalkan sekali" Bagas sangat kesal dan merebahkan tubuhnya disofa secara kasar.
"Masa iya gue tidur disini" ucap Bagas pada dirinya sendiri.
"Akhh..benar..kamar tama"
Bagas mengingat jika saat ini kamar Tama pasti kosong karena Tama masih sibuk diruangan komputer saat ini.
Bagas berlari kekamar Tama dengan terburu-buru.Ia harus ada didalam sana sebelum orangnya kembali.
Jika pemilik kamar marah padanya karena dia menggunakan kamar nya ia akan menyalahkan key.
"yah.benar gue akan menyalahkan anak menyebalkan itu" ucap key dalam hati.
.
lanjut.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah..
Like,komen,and vote
__ADS_1