Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Mencari jejak


__ADS_3

Markas


"Bagaimana ceritanya Maya bisa hilang?" tanya Tama.


Bagas juga sangat penasaran apa yang terjadi dengan sepasang suami istri itu. Walaupun dia ada di perusahaan tadi pagi, tapi dia tidak tahu apapun.


Huft...


"Aku menyuruh Maya untuk mengantarkan mekanan ke kantor, tapi saat sampai disana, kia ada sebelahku dan Maya melihat itu. Pada saat itu juga Kia dengan sengaja memeluk tanganku. Hal itu membuat Maya menangis dan pergi dari sana" jelas key.


Flashback


Key yang sedang duduk disofa memangku leptopnya. Dia menunggu sang istri disana. Saat sedang serius memperhatikan leptopnya, terdengar suara ketukan pintu.


Key mengizinkan orang itu untuk masuk dan ternyata sekertaris Kia.


"Saya membawakan anda kopi, pak!" Ucap Kia dengan tersenyum centil.


"Saya tidak memintanya" ucap key bingung.


"Saya hanya membawakannya untuk anda, pak, karena pak key pasti butuh kopi dipagi hari ini"


"Tidak, saya tidak ingin minum kopi" tolak key


"Kopi buatan saya enak loh, pak" Kia menawarkan kembali kopi buatannya dan duduk disebelahnya.


"Saya bilang, saya tidak ingin minum kopi! silahkan keluar dari ruangan saya" ucap key dingin.


"Tapi.., coba dulu, pak!" kia memaksa key untuk mencobanya.


"Apa kau tuli?" ucap key dengan tatapan tajam.


Brak....


Suara benda jatuh membuat key menoleh. Key sangat kaget melihat siapa pelakunya.


"Ma..Maya" Key sangat kaget, apa lagi ada Kia disampingnya. Dia takut Maya salah paham padanya. key berdiri dan melangkah kearah Maya.


"Siapa gadis itu? kenapa key sangat kaget melihatnya?" batin kia.


"Apa gadis itu kekasihnya?" Kia tersenyum licik, dia punya rencana jahat dalam otaknya.


"Aku akan merebutnya darimu, nona" batin kia.


"Dia siapa sayang?" kia memeluk lengan key.


Key yang melihat itu sangat kaget. Dia menatap kia dengan tajam, "berani sekali dia menyentuhku".


Key ingin melepaskannya, tapi Maya lebih dulu berlari sebelum melihat apa yang terjadi selanjutnya.


Flashback off


"Berani sekali perempuan itu!" geram Tama.


"Terus, Apa yang akan kamu lakukan pada perempuan mur***n itu?" tanya Tama.


"Gue akan memecatnya"


"Keputusan yang bagus" Tama sangat setuju dengan rencana key.


"Jadi, sekarang dimana Maya?" tanya Tama kembali.


"Itu alasan kami datang kesini, karena kami tidak menemukan dimana Maya berada sekarang," ujar Bagas.


"Gue ingin lo, mencari jejaknya lewat cctv!" pinta key.


"Kenapa tidak melacaknya menggunakan hp atau kau sudah menelfon tapi hp nya tidak aktif?"

__ADS_1


Key terdiam, rasa bersalah kepada sang istri kembali ia rasakan.


"Dia tidak punya handphone, setelah penembakan waktu itu"


"Apa! apa kau tidak membelikannya?" pekik Tama.


"Gue baru membelikannya dikota H kemarin"


"Yang benar saja! kau menikah sudah lebih satu bulan dan kau baru membelikannya handphone!" Tama begitu kaget mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Jadi, berita kau berada ditoko membeli handphone waktu itu, kau membelinya untuk maya?"


"Berita?" key kebingungan saat dia mendengar dirinya ada diberita.


"Yah.., apa kau tidak tahu?" tanya Bagas.


"Tidak, gue tidak tahu sama sekali! memang beritanya tentang apa?"


"Kau dikabarkan berlibur dengan kekasihmu ke kota H dan ternyata kekasih yang mereka maksud itu Kia" jelas Bagas.


"Hmm..dan kami menontonnya dengan Maya" sambung Tama.


Key terdiam, dia mengingat ucapan istrinya waktu dia meminta penjelasan selepas ia pulang dari kota H.


Key mengacak-acak rambutnya frustasi. Istrinya pasti salah paham dengan nya, hal itu pasti yang membuatnya kabur.


"Cepatlah cari dimana dia SEKARANG!" key tidak sabar untuk mengetahui dimana istrinya berada saat ini.


"Wo wo wo, santai kawan! gue akan mencarinya" Tama pergi keruangannya dan mereka mengikutinya.


"Jam berapa Maya pergi dari perusahaan?" tanya Tama.


" Jam 8"


Tama mulai mencari cctv pada jam 8.


"Dia hanya berlari menyusuri jalan, gue akan meretas cctv yang dia lalui" Tama mulai meretas cctv jalanan.


Mereka melihatnya dengan seksama. Maya terlihat berhenti disebuah taman dan duduk disana sangat lama.


Cctv menunjukkan Maya yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Mereka sangat kaget melihat Maya yang pingsan.


Tama mengikuti arah taxi yang ditumpangi Maya dan ternyata mereka membawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari perusahaan.


"Dia dibawah ke rumah sakit dekat perusahaan" Tama memberitahu.


"Aku akan kesana" ucap key. Key berdiri dan ingin mengeceknya kerumah sakit.


"Weii.., tahan bro. Kita suruh anggota saja yang kesana" tahan Tama.


"Tapi gue harus memastikan keadaannya" Key sudah sangat khawatir dengan istrinya.


"Tahan dulu!" Tama tetap melarang key untuk pergi.


Key akhirnya kembali duduk dan menunggu.


"ROCKY, JACK" Panggil Tama pada anggotanya.


Mereka yang dipanggil langsung bergegas ke ruangan milik Tama.


"kami di sini tuan, kami siap menerima perintah!" ucap Rocky dan Jack bersamaan.


"kalian ke rumah sakit di jalan xxx. Periksa di sana, Apakah ada pasien yang dibawa saat pingsan pada pukul sebelas tiga puluh!" perintah Tama pada Rocky dan Jack.


"Siap tuan" jawab mereka.


Rocky dan Jack pergi memeriksanya di rumah sakit. Key, Tama dan Bagas hanya menunggu hasil dari anggota mereka.

__ADS_1


"Kau istirahatlah dulu, ini sudah larut malam. Nanti, gue akan memberitahumu jika mereka sudah kembali" Tama menyuruh key untuk istirahat terlebih dahulu.


"Tidak, gue akan menunggu mereka kembali" tolak key.


"Baiklah, terserah kau saja" Tama akhirnya membiarkan Key untuk menunggu.


S****ementara di sisi Maya saat ini


Maya yang sudah sadar tengah berbincang dengan Jihan.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Maya pada Jihan.


" Anda pingsan saat di taman dan saya membantu anda untuk ke rumah sakit" jelas Jihan.


" Aku ingin mencari makanan tapi, saat berdiri kepalaku pusing"


"Yah.., dokter mengatakan perut anda kosong dan dehidrasi. Itu sangat berbahaya untuk janin anda" ucap Jihan.


Maya sangat keget mendengar ucapan Jihan.


"Ap..apa? aku hamil?" tanya Maya memastikan pendengarannya.


"Benar, anda hamil. Apa anda tidak mengetahuinya?"


"Tidak, aku tidak tahu sama sekali"


"Selamat, Anda dinyatakan hamil. Kehamilan anda sudah memasuki satu minggu" Jihan memberi selamat.


"Satu Minggu? pantas saja, aku merasa sensitif belakangan ini" batin Maya.


"Terimakasih" balas Maya dengan tersenyum.


"Oh yah, kita belum berkenalan. Siapa namamu?" Maya mengeluarkan tangannya pada Jihan.


"Namaku Jihan" Jihan membalas uluran tangan Maya.


"Sekali lagi, aku ucapkan terima kasih sudah membantuku" ucap Maya.


" Bukankah memang kita seharusnya saling membantu?"


"Ahh.., kamu benar" Maya membenarkan ucapan Jihan.


"Aku belum memberitahu suami anda jika anda disini, karena aku tidak mengetahui nomor teleponnya"


Maya terdiam, dia mengingat jika saat ini dia kabur dari suaminya. Dia tidak ingin pulang dan bertemu dengan Key. Apalagi mengingat apa yang dia lihat pagi tadi.


"Jangan terlalu formal denganku!" pinta Maya.


"Oh baiklah"


" Sebenarnya, aku Kabur dari suamiku. Kehamilanku juga, kami tidak mengetahuinya sama sekali" Maya menjelaskan apa ya terjadi pada Jihan.


.


.


.


.


Lanjut..


Untuk para pembaca author minta maaf. Author hanya bisa up satu bab per hari, tapi jika banyak yang setuju, autor akan up lebih dari satu bab jika banyak yang komen di bawah. kalau banyak yang setuju autor akan up dua bab. Author tunggu.


Ingat jangan lupa komen, yah dan tinggalkan jejak juga.


LIKE, KOMEN, AND VOTE.

__ADS_1


__ADS_2