Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Bertemu Jihan


__ADS_3

Hari baru berganti, hari ini Key kembali ke aktivitasnya setelah beberapa hari tidak pergi ke perusahaan.


" Aku pergi dulu ya, hati-hati jika ingin melangkah dan perbanyak makan buah, hmm" ucap key. Maya mengangguk dan tersenyum.


Sudah ada Bagas yang menunggu di dekat mobil. Mereka akan pergi ke kantor bersama-sama.


" Boleh tidak, hari ini aku pergi menemui Jihan?" tanya Maya.


" Boleh, tapi jangan terlalu lelah dan perginya nanti diantar oleh pak Han" key mengizinkan Maya pergi asal di antara oleh supirnya.


"Terimakasih" jawab Maya tersenyum.


Key mengangguk dan dia pergi ke kantor. Maya melambaikan tangannya ke arah sang suami. Setelah mobil key dan Bagas telah menghilang, maya masuk dan akan menghubungi.


"Halo, ji.." ucap Maya saat sambungan telfon itu sudah tersambung.


" Iyah, kak, ada apa?" jawab Jihan di sebrang


telpon.


" Noleh nggak aku ke rumah hari ini?"


"Boleh, kakak ke sini lah"


"Kamu hari ini tidak pergi bekerja?"


"Tidak kak"


" Ya sudah, tunggu aku di situ, yah" Maya mematikan sambungan teleponnya dan pergi bersiap.


****


"Ayo kita pergi pak Han!" ajak Maya.


" Baik, nyonya"


Pak Han menyalakan mesin mobilnya dan membawa sang nyonya pergi ke rumah Jihan.


" Kita mampir di toko kue dulu ya, pak" ucap Maya.


"Iyah, nyonya"


Pak Han memberhentikan mobilnya di toko kue dan maya pergi membeli kue di sana, setelah membeli kue, Maya melanjutkan perjalanannya.


Mobil yang tidak bisa masuk ke dalam gang, membuat Maya harus berjalan di temani oleh pak Han.


"Terimakasih, pak sudah mengantarku" ucap Maya.


"Itu tugas saya, nyonya" jawab pak Han. Maya hanya tersenyum menanggapinya.


"Pak Han bisa pulang!" ucap Maya.


"Tidak nyonya, saya akan menunggu di pangkalan ojek sana" tunjuk pak Han pada pankalan ojek yang ada di dekat rumah Jihan.


"Tuan juga memerintahkan saya untuk selalu ada di dekat anda sampai di manssion" ucap pak Han kembali.


"Baiklah kalau begitu. Saya masuk yah, pak"


"Iyah nyonya". Pak Han pergi ke pangkalan ojak dan menunggu sang nyonya di sana.


Tok tok tok


"Assalamualaikum" ucap Maya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Ayo masuk, kak" Ucap Jihan setelah membuka pintu itu dan melihat Maya yang berdiri di sana.


"Ibu ada di mana?" tanya Maya.


"Ibu ada di belakang, dia sedang memasak. Aku akan memanggilnya"


"Eh.. tidak perlu" Maya menahan Jihan.


" Sebenarnya aku ke sini ingin jalan- jalan. Aku suntuk di rumah dan kebetulan kamu tidak pergi kerja hari ini jadi temani aku ke taman, yah" Maya ingin ke taman dimana tempat dia pingsan waktu itu.


" Ohh..boleh" Jihan mau menemani Maya.


" Aku beritahu ibu dulu ya, kak!"


"Sekalian berikan kue ini pada ibu" Maya memberikan kue yang dia beli tadi.


" Kakak seharusnya tidak perlu membawa sesuatu jika ingin ke sini" ucap Jihan.


"Tidak apa-apa. Kebetulan aku lewat di toko kue itu tadi" alasan Maya.


" Terimakasih, kak"


****


"Kalian hati-hati, ya. Kalian tidak boleh terlalu lelah, ingat kalian berdua itu lagi hamil" pesan Bu Farah.


Jihan dan maya sudah pamit pada Bu Farah dan saat ini mereka akan pergi ke taman.


"Iya, Bu.." jawab mereka bersamaan.


"Ayo kita pergi, pak han!" ajak Maya kepada sang supir yang masih setia menunggu pangkalan ojek.


"Baik nyonya".


Taman kota


" Indah sekali di sini" Maya dibuat takjub dengan pemandangan di taman kota.


Ini pertama kalinya dia memperhatikan keadaan taman itu. Sebelumnya saat ia datang ke taman itu, dia tidak memperhatikan keadaan sekitarnya, dia terlalu fokus dengan pikirannya yang sedang kalut.


"Kakak benar, di sini memang sangat indah apalagi saat malam hari. Terutama malam minggu, banyak para remaja dan pasangan yang bersantai atau sekedar mencari jajanan di sini" Jelas jihan.


"Gitu yah" Maya manggut-manggut.


Mereka saat ini ada di bawah pohon dan duduk di salah satu bangku taman.


"Oh iyah, kakak ingin mengajakmu menghadiri resepsi pernikahan kakak minggu depan. Kamu datang ya sampai ibu" ucap Maya.


" Kakak baru mau mengadakan resepsi?" tanya Jihan.


"Iyah. Ajak suamimu kalau dia sudah pulang, yah" Maya masih beranggapan jika suami Jihan berada jauh dengan Jihan.


Jihan terdiam mendengarnya. Ia menghela nafas.


"Kenapa? gak bisa yah?" tanya Maya.


"Kak, sebenarnya aku belum menikah" Jihan akhirnya memberi tahu Maya agar tidak terjadi kesalapahaman lagi.


"Hah.., ba.. bagaimana bisa? Maaf apa kau...? Maya sangat kaget saat mendengarnya.


"Yah... aku hamil di luar nikah" Jihan berusaha tersenyum agar terlihat tegar.


"Ak..aku benar-benar tidak tahu. kenapa laki-laki itu tidak bertanggung jawab padamu?"

__ADS_1


"Hufft... dia menganggap ini semua adalah salahku. Dia hanya memberiku selembar cek"


"APA.. Brengsek sekali pria itu" Maya mengumpatnya.


" Jadi selama ini kamu sudah tidak pernah bertemu lagi dengannya?" tanya Maya


" Sudah tidak. Aku terakhir bertemu dengannya tiga minggu yang lalu"


"Astaghfirullah, tapi kau tahu siapa nama pria itu? atau kau tahu apa pekerjaannya?"


" Tidak, aku tidak tahu sama sekali. Aku tidak tahu apa pun tentangnya . Kejadian saat itu, itu pertama kali aku melihatnya" jelas Jihan.


" Ini tidak benar, seharusnya dia harus bertanggung jawab padamu" ucap Maya.


" Aku juga sudah tidak berharap padanya. Aku nyaman dengan kehidupanku yang sekarang"


" Kau sangat hebat bisa melalui ujian ini. Aku bahkan tidak tahu jika kejadian itu terjadi padaku" ucap Maya sambil menggenggam tangan Jihan.


"Itu sudah takdirku, kak" jawab Jihan tersenyum.


" Maaf nyonya, tuan muda menyuruh anda untuk segera pulang" ucap pak Han. Pak Han memberitahu kepada sang nyonya untuk segera pulang, karena tuan mudanya menelponnya tadi.


"Akhh.. begitu ya, pak. Baiklah, kita antar jihan terlebih dahulu baru kita pulang" ucap Maya.


"Baik nyonya, mari!" ajak pak Han.


Maya mengantar jihan ke rumahnya, setelah itu dia pulang ke manssion.


Manssion


Maya turun dari mobil dan melangkah masuk. Saat dia baru membuka pintu sudah ada Key yang menyambutnya.


"Boo-boo" Panggil key.


"Ehh.. gorge. Kau sudah pulang? kenapa cepat sekali?" Maya bingung saat key sudah berada di manssion.


" Memang kenapa jika aku cepat pulang? gak boleh ya?" Key menuntun Maya untuk duduk di sofa.


"Buk.. bukan seperti itu, tidak biasanya gorge pulang secepat ini"


" Karena aku merindukanmu" Ucap key dengan senyum genitnya.


"Ihhh.... bohong banget sih" Maya salah tingkah.


" Aku nggak bohong tahu. Buktinya aku cepet pulang hari ini"


" Pasti kamu melakukan kesalahan, ya?" tanya Maya curiga.


"Ehh.., mana ada"


"Yakin...?" Maya menatap key dengan intens"


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2