Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
terluka


__ADS_3

Mata mereka bertemu.Maya yang melihat itu kelagapan dan mulai bertanya pada atasannya.


"Maaf pak,saya kesini disuruh oleh pak Bagas untuk menawarkan anda makan siang"


"kau pesankan saya kopi saja di pantry"


"baik pak.saya permisi"Kay yang mendengar itu mengaggukan kepalanya.Sementara Maya melangkah menuju kepantry untuk memesan kopi


"Tolong buat kopi untuk pak key yah diatas"


"baik Buk Maya.Tapi kopi itu akan kami antarkan keibuk terlebih dahulu barulah ibuk maya yang mengantarnya ke pak key"


"Lahh..kenapa bukan kamu saja?tanya Maya tidak mengerti.


"Karena siapa yang disuruh oleh atasan untuk membuatnya dialah yang harus mengantarnya kembali dan juga kami dilarang masuk keruangan CEO kecuali tukang bersih-bersih khusus saja"Maya yang mendengar itu mengangguk mengerti.


"baiklah.saya akan tunggu di atas"Penjaga pantry itu mengangguk.


Maya melangkah kembali keruangan dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunta sambil menunggu pesanan datang.


Tak berselang lama pesanan itupun datang.


tok tok


"ini pesanannya buk"


"Baiklah. terimakasih"orang tersebut pun keluar dan Maya pergi mengantar kopi itu keruang atasannya.


"permisi pak.saya ingin mengantarkan pesanan bapak tadi"


"letakkan saja disini"Kay menunjukkan dimana Maya harus meletakkannya.


Maya mulai melangkah masuk dan ingin melatakkan kopi itu.Saat sudah sampai di hadapan key.


pranggg...


gelas itu pecah dan kopi itu tumpah di celana key.


"apa-apaan sih kamu.Membawa kopi saja tidak becus sama sekali"key berdiri dan melihat celananya basah akibat kopi dan rasa panas di daerah selangkangannya.


"Maaf pak.saya benar-benar tidak sengaja"kata Maya mengatupkan kedua tangannya.Maya tersandung dengan kakinya sendiri saat key menyuruhnya meletakkan kopi itu di mejanya.


"Maaf- maaf.maaf mu tidak ada gunanya.itu tidak akan mengembalikan keadaan"kata key dengan sangat marah dan menatap tajam kearah Maya.


"Maaf pak"Maya hanya menunduk menyesali kecerobohannya.


"sa..saya akan memberikannya pak"


"tuntu saja kau harus membersihkannya.masa kau harus menunggu saya mendengarnya terlebih dahulu"kata key dengan jutek dan ketus.wajahnya sangat kesal dan tatapannya sangat tajam.


Maya yang mendengar itu hanya terdiam dan mulai mengambil alat kebersihan dan memungut pecahan kaca itu satu persatu.


"auuuu...shhh"pecahan kaca itu melukai tangan maya.sementara key yang melihat itu tidak menghiraukannya dan hanya melangkah kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


"ini perih sekali"Maya mengeluh sakit.


ceklekkk


suara pintu terbuka.maya menoleh kearah pintu.


"astaga apa yang terjadi?"


"ummm..it..itu pak saya memecahkan gelas kopi yang di pesan oleh pak key tadi" jawab key dengan suara pelan.


"terus..mana tuan key?"


"Dia kekamar mandi pak.Tadi kopi itu mengenai pakaian pak key".Bagas yang mendengar itu menghela nafas.Yang membuka pintu tadi adalah Bagas saat ingin menyampaikan sesuatu kepada key.


"Astaga.tanganmu berdarah.hentikan itu.nanti ada petugas kebersihan yang akan membersihkan nya"Bagas begitu kaget melihat tangan Maya yang terluka.

__ADS_1


"Tapi pak.saya yang memecahkan gelas itu"


"tidak masalah.Biarkan saja,nanti akan ada petugas kebersihan yang memberhkannya."


"tap... tapi pak"Maya belum melanjutkan bicara nya Bagas langsung menarik tangan Maya.


"duduk lah di sini"Maya yang diperlukan seperti sangat kaget.


Bagas datang membawa kora p3k dan ingin mengobati tangan Maya yang terluka.Saat akan meraih tangan Maya untuk di obati.Maya langsung menarik nya sebelum Bagas menyentuhnya.


"maaf pak biar saya saja yang mengobatinya sendiri"tolak Maya dengan halus.


"Tidak papa biar saya bersihkan lukamu"Bagas ingin meraih kembali tangan Maya,tapi sekali lagi Maya menolak nya.


"nggak papa pak biar saya saja"


"memangnya kenapa jika saya yang mengobatinya?"


"it.itu..."Bagas menaikkan kedua alisnya.


"anu..pak.ummm.maaf kita bukan muhrim Pak"Bagas yang mendengar itu kelabakan dan Langsung meminta maaf.


"akhhh..maaf saya tidak tahu"


"baiklah nihh..kotaknya bersihkanlah lukamu"Bagas mulai berdiri dan pindah ke sofa yang ada di depan Maya.


sementara Maya mengambil kota itu dan membersihkannya.Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.sementara di sudut ruangan itu,ada seseorang yang memperlihatkan mereka dari tadi.Dia memperhatikan dengan diam dengan pikiran yang ada di benaknya.


ekkhmmmm.


mereka berdua yang mendengar itu menoleh secara bersamaan.


"ehhh.tuan key"kata bagas.yahh yang berada di sudut ruangan itu adalah key yang memperhatikan semua sedari tadi.


"Apa yang kalian lakukan di ruanganku?"


"Bukankah di ruanganmu ada"


"saya hanya meminjamnya.karena kebetulan tangan Maya terluka disini"


"Kau bisa membawanya keluarkan"Bagas yang mendengar itu,mulai emosi. bagaimana tidak Bagas hanya memakai kotak obat saja dan key menyuruh mereka keluar.


"baiklah"Bagas melangkah dengan emosi.


"Maya keluarlah.Atasanmu marah jika kau menggunakan kota itu.Ada kotak obat di ruanganku"Maya mengangguk dan mengikuti langkah Bagas.


.


.


.


.


di kota yang berbeda dengan daerah yang sangat terpencil.


Tempat dimana orang-orang pembunuh bayaran dan sering melakukan transaksi ilegal.Bahkan melakukan penjualan organ tubuh manusia.


"Bagaimana?"tanya orang itu pada bawahannya.


"Apa kau menemukan sesuatu tentang anak si penghianat itu"


"Saya mendapatkan sesuatu tuan.Lihat ini"bawahannya memperlihatkan foto yang dia dapat dari hasil pencahariannya.


"wahhh..Anak itu sudah sangat besar ternyata"kata orang itu melihat foto yang diberikan bawahannya.


"Apa yang dilakukan bocah itu sekarang"


"Dia melanjutkan perusahaan ayahnya dan perusahaan itu berkembang sangat pesat di tangannya"Pria itu mengangguk.

__ADS_1


"Dann..saya mendapatkan sesuatu yang sangat penting tuan"


"apa itu?"tanya pria itu penasaran.


"Dia ternyata tengah menyelidiki siapa yang membunuh keluarganya"


"hahahah...."pria itu tertawanya.


"Anak itu pasti tidak dapat menemukannya.hahah"


"benar bos .hahah.."mereka tertawa bersama-sama.


"Apa yang harus saya lakukan lagi bos?"tanya bawahan pria itu.


"kemarilah"pria itu menyuruh bawahannya mendekat dan membisikkan sesuatu kepadanya.


"Baik bos.saya mengerti"


"Bagus pergilah dan persiapkan dengan matang"


"baik" bawahannya pun membungkuk hormat dan melangkah pergi untuk melakukan perintah bosnya.


sementara pria itu.Mengambil kembali Fira yang ada didepannya dan memperhatikan dengan seksama.


"kau benar-benar sangat mirip dengan Ayahmu itu"


"Kita lihat bagaimana kekuatanmu.apakah melebihi kekuatan ayahmu atau kau sama lemahnya dengan nya.hahhaha" tawa pria itu sangat menggelegar di ruangannya.sampai terdengar oleh beberapa bawahnya yang ada diluar ruangan itu.


Mereka yang mendengar itu kebingungan.Mereka mulai bertanya tanya ada apa dengan bosnya itu.kenapa dia sampai tertawa sampai sekencang itu.


sementara bawahnnya yang mengetahui ada apa dengan bosnya itu hanya tersenyum miring.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


..


.


.


.


lanjut gak nihh...


Kalau kalian suka saya akan melanjutkan ceritanya dengan yang lebih menarik.Maka dari itu jangan lupa tinggalkan jejak yah.


like,komen and vote.


Buat yang sudah mendukung karya author.Author mengucapkan terimakasih...atas dulukan kalian...


Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2