Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Bau parfum


__ADS_3

" Aku mohon kak, hanya sebentar saja. Aku tidak perlu bekerja Samapi sore, siang aku akan pulang " Maya memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Bagas menatap Maya yang memohon padanya. Ia mendadak menjadi bingung. Ia tidak ingin Maya bekerja dan jika Key tahu akan hal ini, dia akan sangat marah. Tapi melihat wajah Maya yang memohon padanya, ia merasa kasihan.


" Baiklah. kamu boleh bekerja lagi, tapi jangan sampai kelelahan dan jangan terlalu memprioritaskan pekerjaan. Usahakan jadikan itu yang kedua, kamu mengerti ?" setelah pikir-pikir panjang, Bagas akhirnya memilih untuk mengizinkan Maya.


Bagas pun tahu, Maya pasti kesepian di mansion. Walaupun ada bik Nur, tapi dia sibuk dengan pekerjaannya dan Maya tidak memiliki teman di sini.


" Aku janji, kak. Terimakasih " Maya begitu senang mendengarnya. Ia jadi tidak sabar untuk kembali bekerja lagi.


Bagas mengangguk dan ikut senang melihat Maya yang begitu bahagia.


" Kapan aku bisa bekerja ?" tanya Maya.


" Itu terserah kamu. Kamu maunya kapan ?"


" Bagaimana kalau besok?"


" Apa kamu yakin mau langsung bekerja besok ? kamu baru pulang dari rumah sakit dan baru dari perjalanan jauh " Bagas tidak menyangka Maya mau langsung untuk bekerja besok, sementara dia Barus saja pulang dari rumah sakit akibat kelelahan.


" Aku yakin, kak " dengan semangat yang menggebu Maya menjawabnya. " Aku kelelahan juga karena memaksakan untuk cepat sampai di sini, sehingga kami tidak berhenti untuk istirahat sebentar saja "


" Baiklah, kalau itu pilihanmu. Aku akan menunggumu besok, kita berangkat bersama ke perusahaan " Bagas berdiri dan ingin pergi ke kamarnya yang ada di mansion ini.


" Iya, kak " Maya mengangguk.


Melihat Maya yang mengangguk, Bagas meninggalkan Maya sendirian di sana. Melihat kepergian Bagas, Maya memilih untuk ke kamarnya mempersiapkan pakaian untuk ia pakai besok.


Saat Maya sudah membuka lemari dan mencari pakaian untuk ia pakai ke perusahaan, Maya tidak menemukan pakaian yang ia biasa pakai.


" Waduh...aku lupa " Maya menepuk jidatnya. " Bajuku kan masih ada di kontrakan dan aku tidak pernah mengambilnya lagi, karena di sini sudah banyak baju untuk aku pakai "


Maya kemudian melihat-lihat tumpukan dan gantungan bajunya yang cocok untuk ia pakai ke perusahaan besok.


" Ahh..ini aja deh " Maya menarik satu baju gamisnya yang berwarna hitam, kamudian ia membuka lemari khusus untuk menyimpan jilbabnya. Ia mengambil salah satu jilbab itu ya berwarna putih dengan corak-corak hitam di pinggiran jilbabnya.


Maya kemudian menggantung di tempat gantungan yang berdekatan dengan pintu kamar.


" Selesai. Waktunya tidur " Maya naik ke tempat tidur dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Pagi harinya


Pagi hari yang sangat cerah, terlihat langit berwarna biru yang sangat cantik. Begitu dengan Maya yang terlihat sangat canti dan gembira pada pagi ini, karena ia akan kembali bekerja lagi dan bertemu dengan orang-orang di luar sana.


Maya seakan kembali seperti dulu, di mana ia bisa menikmati duani dengan damai. Maya mengusap perutnya dengan hati riang. Ia sudah tidak sabar untuk pergi pagi ini.


Maya berjalan keluar dari kamarnya dan terlihat sudah ada Bagas dan Tama di meja makan.


Tama baru saja sampai subuh tadi dan langsung ikut sarapan, karena ia juga belum pernah makan selama di perjalanan pulang ke manssion.


" Selamat pagi kak Bagas, kak Tama " sapa Maya dengan senyum bahagianya. Ia menarik kursi untuk ia duduk bergabung dengan mereka.


Maya sampai lupa menanyakan kabar tentang Key kepada Tama, karena saking antusiasnya pagi ini untuk bekerja.


Setelah mereka selesai makan, Bagas dan Maya berangkat ke perusahaan bersama, sedangkan Tama dia pergi beristirahat lebih dahulu.


KPS Company


Mobil yang di Kendari oleh Bagas serta Maya sudah sampai di depan gedung perusahaan. Bagas lebih dulu turun dan membukan pintu untuk Maya.


" Terimakasih kak Bagas " ucap Maya seraya turun dari mobil.


Bagas dan Maya berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan. Bagas berjalan tepat di samping Maya untuk menjaganya. Ia takut Maya tersandung oleh sesuatu, walaupun jalan Maya terlibilang lambat untuk dirinya.


Para karyawan yang melihat Maya kembali datang di perusahaan ini untuk pertama kalinya selama status pernikahannya di katahui oleh publik menjadi sedikit kaget.


Mereka membungkukkan badan mereka ke arah kedua-nya dan menyapa.


" Selamat pagi tuan Bagas dan nyonya Maya " sahut mereka yang tidak sengaja bertemu dengan Bagas dan Maya.


Maya yang diberikan ucapan salamat pagi jiga membalasnya dengan senyuman manisnya.


Sampai di laintai paling 30, Bagas mengajak Maya untuk duduk di ruangan Key.


" Kamu bekerja di sini " tunjuk Bagas ke arah kursi yang biasanya Key gunakan.


" Kenapa aku di sini ? tempatku kan di luar "


" Kamu kembali bekerja bukan untuk menjadi sekertaris, Maya. Kamu kesini untuk membantuku saja. Di sini kami juga lebih mudah untuk istirahat, kalau kamu sudah merasa lelah duduk terlalu lama "

__ADS_1


" Baiklah kak, aku mengerti "


" Yasudah, aku akan membawakan beberapa berkas ke sini untuk kamu kerjakan " Bagas meninggalkan Maya di ruangan Key.


Sepeninggalan Bagas, Maya memperhatikan meja kerja milik Key. Ingatannya kini kembali memikirkan suaminya yang belum ada kabar sama sekali.


Maya menarik nafas berat dan berjalan ke arah kursi kerja milik suaminya. Sebelum duduk Maya mengusap kursi itu terlebih, di mana ia mengingat suaminya selalu duduk di sini selama berjam-jam.


Maya duduk dan masih bisa merasakan bau parfum suaminya. Tiba-tiba air mata Maya keluar dari pelupuk matanya. Rasa rindu kembali menyerangnya. Ia seakan merasakan ada Key di sisinya.


" Kuharap kamu cepat kembali, Gorge " ucap Maya lirih. Ia buru-buru menghapus air matanya saat melihat pintu akan di buka.


" Ini yang harus kamu kerjakan lebih dahulu " Bagas meletakkan beberapa berkas di atas meja. " Ingat, jangan kelelahan " Bagas memperingati Maya.


" Iya, kak. Kalau aku sudah merasa lelah, aku akan beristirahat "


" Baiklah. Aku tinggal yah, jika kamu butuh sesuatu panggil aku melalui telpon ini " tunjuk Bagas pada telpon khusus di meja kerja Key.


" Iya, kak"


Bagas kemudian kembali ke ruangannya dan membiarkan Maya untuk bekerja.


" Bantu Mama untuk bekerja yah nak ?" Tanya Maya pada bayi dalam perutnya.


" Kita akan membantu paman Bagas bekerja, karena papa belum pulang "


" Semangat Maya " Maya menyemangati dirinya sendiri dengan mengepalkan tangannya ke depan.


Maya mulai membuka salah satu berkas dan mulai mengerjakannya. Dia memilih untuk bekerja lagi untuk mengalihkan pikiran pada Key. Jika dia di rumah terus, dia akan selalu memikirkan suaminya terus menerus dan itu membuatnya sedih.


Bohong kalau dia tidak bersedih selama datang ke perusahaan suaminya sendiri. Apalagi ia duduk di kursi yang selalu Key gunakan, sehingga ia seakan merasakan ada Key yang memeluknya di kursi itu.


Maya yang sangat fokus pada layar leptop di depannya, tapi tidak dengan pikirannya. Bayangan suaminya selalu saja muncul, hingga ia tidak menyadari air matanya kembali keluar.


.


.


LANJUT..

__ADS_1


__ADS_2