Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Sikap berubah-ubah


__ADS_3

"Woi..." Maya dan key terkejut mendengar suara itu secara tiba-tiba. Badan mereka bahkan tersangka dari sofa saking kagetnya.


"Lo apa-apaan, sih. Baru datang bukannya beri salam, malah kagetin" key marah-marah ke arah Bagas.


"Hehehe.. maaf-maaf" Bagas duduk di salah satu sofa di sana.


"Kalau istri gue jatuh gimana?" Key melototkankan matanya.


"Gue juga udah minta maaf. Maaf yah Maya"


"Gak apa-apa, kak"


"Wahh...ada kue pisang" ucap Bagas. Bagas ingin mengambil sepotong kue itu, tapi tangannya di tepis oleh Key.


"Enak aja lo main comot-comot aja. Itu punya istri gue" Key mengambil piring di atas meja dan menyimpannya di pangkuannya agar Bagas tidak dapat mengambilnya.


"Gue cuman minta satu doang, itu juga masih banyak. Pelit amat lo" Bagas mengusap tangannya yang di tepis olek key tadi. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa, tapi matanya masih mengarah ke kue pisang itu.


Maya yang melihat itu merasa kasihan. Ia mengambil pirang yang berisi kue pisang itu dari paha suaminya dan memberikannya pada Bagas.


"Kakak ambillah kuenya, nanti kalau habis bisa minta bikin lagi kan, sama bibik?" Bagas berbinar melihat itu. Dia tersenyum menang ke arah Key. Key yang melihat itu sangat kesal.


"Kau memang sangat baik May, tidak seperti yang itu tu, pelit" Bagas tersenyum menerima piring itu. Bagas dengan sengaja menyindir Key, dengan menunjuk kearahnya dengan mulut monyongnya.


"Sialan banget anak itu" batin key. Ia mengumpat Bagas dengan mulut yang komat-kamit.


"Dia emang gitu kak, orangnya pelit. Tidak mau membantu lagi" ucap Maya. Key yang mendengar itu melongo, bisa-bisanya istrinya berbicara buruk tentangnya. Sedangkan Bagas dia malah tertawa sangat keras.


Hahahaha......


Bagas sampai memegang perutnya. Ia merasa menang dari sahabatnya itu. Apalagi istrinya sepertinya tidak berpihak padanya.


"Boo-boo, kau sangat jahat" ucap key lesuh.


"APA...,memang benar seperti itu. Aku meminta bantuan, kau bilang tidak bisa" Maya melototkankan matanya dengan kedua tangannya berada di pinggang.


"Kan, Tama nya enggak ada, boo"


"Ya..makanya cari!" ucap Maya ketus. Key membuang nafasnya kasar.


" Memangnya Tama belum pernah ke sini?" tanya Bagas saat dia mendengar ucapan Key.


"Belum pernah" jawab key seadanya.


" Gue kira dia ke sini tadi?"


" Kau pernah bertemu Tama?" tanya key.

__ADS_1


"Yah, dia baru saja pergi tadi sore dari apartemen gue. Gue kira dia ada disini, makanya gue datang ke sini" jawab Bagas.


" Apa yang dia lakukan?" tanya key.


"Enggak ada. Dia hanya datang numpang makan dan tidur terus dia pergi lagi"


" Apa kau tidak bertanya, apa yang dia lakukan beberapa hari ini? di mana dia berada beberapa hari ini?"


"Gue nanya sama dia, gue bilang 'lo dari mana? sepertinya kau terlihat capek sekali?' aku bertanya seperti itu.." Bagas menjeda ucapannya sebentar.


"Terus, dia bilang apa?" tanya Key penasaran.


"Dia bilang ada urusan yang sangat penting yang sedang dia lakukan. Beberapa hari ini dia jarang berada di markas. Dia juga tidak mau mengatakannya"(


" Sebenarnya apa yang dilakukan anak itu? apa ada masalah di markas?" Key tidak bisa menyimpulkan apapun dari cerita Bagas tadi.


"Setahuku tidak ada masalah apapun. Anak-anak lain pasti memberitahu kita jika ada masalah" jawab Bagas.


"Kau benar juga" Key membenarkan ucapan Bagas.


"Mungkin kak Tama menyembunyikan sesuatu dari kalian!" Maya ikut menimpali ucapan keduanya. Sejak tadi dia hanya diam mendengarkan pembicaraan pria-pria itu.


Key dan Bagas yang mendengar itu secara bersamaan menoleh ke arah Maya.


" Kenapa kau bisa berbicara seperti itu?" tanya Bagas.


Key dan Bagas berfikir dengan ucapan Maya. "Bisa jadi seperti itu" batin mereka.


"Gue pusing memikirkannya. Boo, ayo tidur, tidak baik untuk ibu hamil yang terlalu lama duduk" ucap Key. Dia menarik Maya untuk berdiri. Bagas yang mendengar itu jadi dengah sendiri.


"Bilang aja lo lagi pengen. Bikin alasan ibu hamil gak boleh duduk lama lagi" ucap Bagas ketus.


"Yeee.. terserah gue, istri-istri gue juga" Key meninggalkan Bagas sendirian di sana. Ia sudah menggandeng sang istri menuju kamarnya.


Keesokan harinya.


Di pagi hari, saat Key sedang terburu-buru untuk pergi ke kantor, karena dia ada meeting pagi ini. Di harus kerepotan membujuk istrinya yang sedang ngambek itu.


" Pokoknya aku ingin ikut, titik" ucap Maya. Ia ingin ikut dengan Key ke perusahaan. Ia merasa suntuk hanya di rumah saja. Apalagi setelah hari itu, ia tidak pernah lagi datang ke perusahaan.


"Boo-boo, nanti kau kelelahan. Kau baru saja memuntahkan isi perutmu dan itu membuatmu kehabisan tenaga. Sekarang kau ingin ikut denganku,itu akan berdampak pada kehamilanmu" Key menjelaskan dengan hati-hati kepada istrinya agar dia mau mengerti.


" Aku sudah baik-baik saja. Mamu kenapa sih tidak mengizinkan aku ikut? kamu selingkuh lagi ya dariku?" Maya tetap ngotot untuk ikut. Key yang melarangnya membuat Maya curiga lagi pada suaminya.


"Astaghfirullah boo, aku tidak pernah melakukan hal itu" Key tidak menyangka jika sang istri berfikir seperti itu padanya.


"Lalu kenapa aku tidak boleh ikut? kalau kamu tidak mengizinkan aku untuk ikut, kamu juga tidak boleh pergi ke kantor"

__ADS_1


Key menghela nafas berat mendengar perkataan istrinya. " Baiklah kamu boleh ikut, tapi kau jangan terlalu lelah. Kamu harus selalu ada di dekatku, mengerti!" Key akhirnya setuju untuk membiarkan Maya untuk ikut.


Maya yang mendengar itu sangat senang. Dia memeluk Key dan menciumnya.


"Terimakasih. Gitu kek dari tadi" Maya langsung meninggalkan Key yang mematung mendengar ucapannya.


Bagaimana tidak key begitu shock mendengarnya. Istrinya baru saja tersenyum padanya dan memeluknya, tapi sekarang wajahnya malah berubah.


"Astaga, ada apa dengannya. Sikapnya mudah sekali berubah" batin key.


Dia segera keluar dari kamar dan menyusul sang istri yang sudah ada di lantai bawah.


" Kalian lama banget, sih" ucap Bagas yang sejak tadi menunggu. Key menghela nafas dan mengangkat bahunya. Bagas yang melihat itu sepertinya mengerti apa yang terjadi pada key.


mobil yang di naiki oleh key, Maya dan Bagas sebagai supirnya.


" Jam berapa meetingnya nanti, bas?" tanya key setelah melihat arloji yang melekat di tangan.


"Jam 10" jawab Bagas.


Maya yang sejak tadi terdiam selama perjalanan, akhirnya membuka suara.


"Gorge, aku lupa membawa jilbab cadangan" ucap Maya.


Maya memang selalu membawa jilbab cadangan saat pergi, apalagi saat dia mengenakan jilbab segiempat. Dia akan membawa jilbab cadangan yang langsung pakai saja, agar lebih mudah.


"Nanti kita beli, karena tidak mungkin kita untuk putar balik"


"Buang-buang duit"


"Enggak boo, sama aja kalau kita putar balik, buang-buang bensin" jawab key tersenyum. Dia tahu jika istrinya akan berkata seperti itu. Makanya dia sudah mempersiapkan jawabnnya, agar istrinya tidak merengek lagi nantinya.


.


.


.


.


.


.


LANJUT....


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, AND VOTE

__ADS_1


UP NYA BESOK LAGI...


__ADS_2