Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Ingat pesanku!


__ADS_3

" Apa kamu harus pergi ? bisakah aku melarangku untuk tidak pergi ?" mata Maya mulai berkaca-kaca. Ia tidak ingin Key pergi ke sana. Ia takut Key akan kenapa-napa.


" Itu tidak bisa, boo. Ini adalah masalahku dan tidak mungkin aku membiarkan mereka ke sana tanpa diriku. Teman macam apa aku membiarkan mereka melakukannya sementara aku bersantai di sini. Itu sangat jahat bukan ?"


Maya terdiam. Benar yang dikatakan suaminya. Dia menjadi orang yang sangat jahat . Dan dia juga menjadi orang jahat, karena tidak mengizinkan suaminya pergi.


" Boleh yah ? izinkan aku pergi " kata key lagi.


" Dengan berat hati aku mengizinkanmu, tapi kamu harus berjanji untuk kembali kepada kami " air mata Maya akhirnya lolos juga. Mengalir dengan deras tanpa suara.


Key mengusap air mata itu dan mencium bibir istrinya. Menyesapnya sebentar kemudian melepasnya kembali. Ia memegang kedua pipi istrinya sang mengangkatnya sedikit untuk melihatnya.


" Aku akan selalu berusaha untuk kembali bersama kalian. Aku mohon jangan terlalu menghawatirkanku. Aku tidak mau, gara-gara kamu terlalu memikirkan ku, kamu bisa stres dan berakibat pada bayi kita "


Hikss..hiksss..


suara Isak tangis tampak terdengar di kamar itu. Hari yang sudah sangat gelap dan sunyi menjadi saksi Maya menangis yang tidak merelakan suaminya pergi.


" Akan aku usahakan " ucap Maya lirih.


" Ayo kita tidur. Ini sudah larut malam " Key menarik istrinya untuk tidur.


Mereka berbaring dengan berpelukan. Sebelum Key menutup matanya, ia sempatkan untuk mencium kening istrinya.


" Tidurlah. Tutup matamu " Key menyapu wajah Maya agar dia menutup matanya.


Maya melakukannya. Key melihat itu tersenyum dan menarik istrinya ke dalam pelukannya.


Dalam keadaan mata yang tertutup tanpa Maya inginkan, air matanya kembali mengalir mengenai kaos milik suaminya.


Aku berharap hari esok tidak ada. Aku ingin selalu seperti ini saja. Aku ingin egois, Gorge. Membayangkan kamu pergi rasanya sangat sesak. Siapa yang akan menciumku sebelum tidur dan siapa yang akan memanjakanku ? _ batin Maya_


Key yang merasakan bajunya basa, tahu jika istrinya tengah bersedih. Ia juga tidak punya pilihan lain. Ini sudah menjadi rencananya sejak dulu. Tidak mungkin ia akan menundanya lagi.


Key semakin mempererat pelukannya jika mengingat ia akan meninggalkan istrinya untuk waktu yang tidak di tentukan.


Semua mata yang ada di mansion Syam sudah nampak tertutup. Mereka sudah siap yang menyambut hari baru esok harinya.


Pagi hari


Matahari sudah mulai nampak di ufuk timur. Semua mahkluk hidup sudah membuka mata mereka. Memulai aktivitas mereka masing-masing.


Berbeda dengan Maya yang belum bangun. Setelah melaksanakan kewajibannya subuh tadi, tanpa terasa matanya kembali tertutup dan melanjutkan tidurnya di atas pangkuannya sang suami. Usapan lembut mengenai kepalanya yang di lapisi sebuah mukena sangat terasa. Sehingga membuat Maya kembali mengantuk.


Key yang melihat istrinya kembali tertidur, memindahkannya ke atas kasur. Ia meninggalkan Maya di kamar dan berjalan ke ruang kerjanya.


Matahari yang mengusiknya, Maya pun terbangun. Ia melihat sekelilingnya dan tidak melihat suaminya. Maya menjadi panik. Ia mengira Key sudah pergi tanpa pamit lebih dulu padanya.


Maya buru-buru keluar dari kamar dengan masih memakai mukenah.

__ADS_1


" GORGE.." teriak Maya.


" GORGE...KAMU DI MANA ?"


" Bibik lihat suamiku nggak ?" tanya Maya pada bik Nur.


" Nggak. Key belum turun "


" Dia nggak ada di kamar, bik " Maya meninggalkan bik Nur dan masih mencari keberadaan suaminya


Maya terus berteriak memanggil suaminya. Key yang mendengar istrinya memanggil, segera keluar dari ruang kerja. Ia berlari menuruni tangga.


" Boo " panggil Key. Ia melihat istrinya yang tengah menangis di taman belakang.


" Gorge " Maya berlari menghampiri Key dan memeluknya.


" Kenapa menangis ?" Key menggendong Maya dan membawanya duduk di bangku taman.


" Aku mencarimu. Aku mengira kamu sudah pergi, karena aku tidak melihatmu tadi " jawab Maya. Matanya tampak memerah.


" Aku tidak akan pergi sebelum pamit padamu. Lagi pula aku sedang di ruang kerja tadi " Key mengusap air mata Maya.


" Aku hanya panik " Maya menyandarkan kepalanya pada dada Key.


" Maafkan aku " Key mengusap kepala Maya.


" Bibik bawa sarapan untuk kalian. Kalian makanlah dulu " bik nur datang membawa dua mangkuk sup udang dengan air lemon.


" Terimakasih, bik " ucap Key.


Bik Nur meninggalkan mereka dan kembali ke pekerjaannya.


" Boo, ayok makan. Aku akan menyuapimu " Key menurunkan Maya dari pangkuannya dan mendudukkannya di sebelahnya.


Key mengambil semangkuk sup dan menyuapi Maya. Maya menerima makanan itu masuk ke dalam mulutnya.


" Kamu nggak makan ?" tanya Maya.


" Setelah kamu baru aku makan " Key kembali menyuapi Maya.


Maya mengambil sup yang masih ada di meja. Ia mengarahkan sendoknya ke mulut Key.


" Kamu juga harus makan "


" Nanti, boo " Key menolak.


" Buka mulutmu, kalau tidak aku tidak mau makan " Maya mengancam.


Key akhirnya pasrah dan menerima makanan itu. Maya dan Key saling suap-suapan hingga sup itu habis.

__ADS_1


***


Tak terasa jam sangat cepat berputar. Key, Tama, dan Bagas tengah bersiap untuk pergi ke markas. Mereka akan mengatur rencana di sana bersama dengan anggota yang lain.


" Ingat pesanku, setiap kamu ingin keluar dari manssion kamu harus pamit sama bik Nur sebelum pergi. Jangan pergi keluar, kalau bukan pak Han yang mengantarmu "


" Jika kamu butuh bantuan, mintalah pada Rudi, Rud atau Hud, kamu mengerti " Key memberi pesan pada istrinya sebelum berangkat.


" Yaah..." Maya mengangguk dan berusaha menahan tangisannya.


" Jangan menangis, boo. Kamu membuatku semakin berat untuk meninggalkanmu "


" Kamu harus pulang dengan selamat. Kami menunggumu di sini " kata Maya sambil mengusap perutnya.


" Aku janji, boo. Jaga dirimu baik-baik dan selalu ingat pesan ku " Key mengecup bibir, dahi, pipi dan yang terakhir kedua mata Maya.


Key berbalik dan berjalan menghampiri kedua sahabatnya yang tengah berdiri di sisi mobil. Mereka masuk ke dalam mobil. Key tidak menoleh sama sekali pada istrinya. Ia tidak ingin melihat air mata istrinya lagi. Itu akan membuatnya kepikiran dan akan menghambat misinya.


" Tampaknya, istrimu sangat sedih key " ucap Bagas.


" Yahh.. dia menangis sejak semalam "


" Dia sangat khawatir padamu " ucap Tama.


" Dan itu membuat gue khawatir dengan kondisinya. Gue ingin semua ini cepat berakhir dan menikmati kebersamaan kami "


" Semuanya harus berjalan lancar " kata Tama.


" Itu harus " kata Bagas.


Markas


Di markas saat ini terlihat sangat sibuk. Markas terdengar sangat ribut, karena suara-suara para anggota yang sibuk berlatih. Suara tembakan dan suara para anggota yang tengah berlatih beladiri.


Tama, Bagas dan Key Tampa memasuki markas. Mereka berjalan ke ruangan Tama untuk membahas rencana mereka, setelah itu mendiskusikan dengan para anggota lainnya.


" Kita tetap akan membagi tim. Sesuai dengan anggota-anggota yang kalian latih. Gue serahkan pembagian tim untuk anggota kalian " kata key.


Tama dan Bagas mengangguk setuju.


" Gue juga ingin kalian sisihkan 10 anggota kalian untuk tetap di sini " kata Key lagi.


" Untuk apa ?" tanya Tama bingung.


.


.


LANJUT..

__ADS_1


__ADS_2