Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Kain kecil


__ADS_3

Maya sangat bahagia saat melihat tempat itu begitu ramai. Apalagi di temani oleh suami tercinta. Mengunjungi berbagai stan makanan yang ada di sana. Menikmati udara sejuk nan asri. Melihat lampu-lampu keemasan menerangi malam.


" Thank you, sudah membawaku ke sini, my Gorge " Maya memeluk Key di bawah cahaya lampu.


" Akan kulakukan untukmu. Apapun yang membuat bibir ini selalu tersenyum, aku akan melakukannya untukmu " Key mengusap bibir Maya lalu memberinya kecupan.


Maya tersenyum dan memperhatikan sekitarnya dengan bahagia.


Key yang juga memperhatikan sekitar, merasa ada yang janggal. Perasaannya mengatakan ada bahaya di sekitarnya. Key memeluk tubuh Maya, ia takut ada yang akan mencelakai istrinya.


" Boo, ayo kita kembali ke penginapan !" ajak Key.


" Jangan dulu. Aku masih ingin di sini " Maya belum mau untuk kembali ke penginapan.


" Ini sudah pukul 09:09, boo. Udaranya juga semakin dingin. Tidak baik ibu hamil berkeliaran malam-malam "


" Hufft.. baiklah " Maya membuang nafas pasrah.


Key menggandeng istrinya kembali ke penginapan.


Dor....


Arkhhhh.....


Suara peluru melesat mengenai sesuatu. Para penduduk dan wisatawan terdengar berteriak dan berlari untuk menyelamatkan diri mereka. Mereka takut akan terkena peluru juga.


Key yang kaget dengan tembakan itu sedikit membukukan badannya dan istrinya. Ia takut tembakan itu menuju ke arah Maya.


Setelah satu tembakan itu selesai, Key menoleh ke belakang dan mencari sesuatu yang terkena peluru itu. Peluru itu mengenai meja tepat di mana Maya berdiri.


Gawat. Mereka mengincar Maya , batin Key


" Kita harus pergi dari sini, boo " Key menarik Maya pergi.


Maya berusah berjalan cepat. Ia sangat takut. Kejadian beberapa bulan yang lalu kembali berputar di ingatannya. Di mana ia terkenang tembakan dan menyaksikan pekelahian di depan matanya.


Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Ia berusaha untuk tetap sadar. Ia menggenggam tangan suaminya dengan sangat erat. Ketakutan benar-benar menguasai dirinya.


Dor..


Dor


Dor


Terdengar suara tembakan kembali, tapi ini lebih dari satu peluru. Key menarik istrinya untuk di depannya untuk waspada. Jangan sampai ada peluru yang melesat ke arahnya dan mengenai istrinya.

__ADS_1


" Gorge.." ucap Maya lirih.


" Bertahan, boo. Penginapan sudah dekat "


Suara orang-orang yang berada di Old spitalfields market kambali ricuh. Ada yang bersembunyi dan ada yang berlari semakin jauh. Salah satu dari mereka sudah mengubungi polisi, tapi polisi itu belum juga sampai.


Key dan Maya terus berlari sampai ke penginapan mereka. Hingga saat sudah sampai di depan pintu, Maya hampir saja terjatuh. Untung saja Key cepat menangkapnya, kalau tidak Maya bisa saja mengalami keguguran.


" Bangun, boo" Key menepuk-nepuk pipi Maya lembut.


Tidak mendapatkan respon, Key menggendong istrinya ala bridal style masuk ke dalam penginapan.


" Tolong. Apakah di sini anggota medis ?" Key meminta tolong kepada petugas yang penginapan.


" Bawa istri anda kembali ke kamar anda, tuan. Saya akan membawa anggota medis ke kamar anda "


" Terimakasih.."


Key membawa Maya ke kamar mereka. Dengan perasaan yang campur aduk, Key tetap berusaha kuat untuk istrinya.


Sampai di kamar, Key meletakkan Maya di atas kasur.


Tok..tok..tok..


Key buru-buru membuka pintu. Masuklah seseorang yang berpakaian dokter. Ia menanyakan di mana pasiennya dan Key menunjuk Maya yang terbaring.


" Apakah istri anda pernah mengalami trauma ?" tanya dokter itu.


" Pernah dok, tapi saya mengira trauma itu sudah hilang, karena istri saya tidak pernah mengalaminya"


" Tapi, trauma itu kembali muncul pada istri Anda. Apa penyebab dari trauma itu?" tanya dokter.


" Suara tembakan. Dia sangat takut dengan suara tembakan "


Mengingat hal itu, Key memejamkan matanya. Malam ini istrinya mendengar suara itu lagi, setelah kejadian itu.


" Saya saran untuk membawa istri anda ke psikolog untuk mengetahui mental istri anda lebih lanjut. Saya lihat juga, istri anda sedang hamil dan itu akan berdampak pada janinnya. Ibu hamil harus tetap ceria dan tidak boleh stres"


" Baik, dok. Saya akan membawa istri saya ke rumah sakit besok "


" Baiklah kalau begitu, saya permisi tuan" dokter itu pamit undur diri.


Setelah kepergian dokter itu, Key menyandarkan punggungnya dengan lesuh. Ia menutup matanya memikirkan semua masalah. Istrinya kembali mengalami traumanya dan 2 hari lagi ia harus pergi ke piring kota. Tepat di mana borxta berada.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


Lagi-lagi pintu kamar penginapan Key dan Maya di ketuk. Key mengerutkan dahinya, tapi tetap berjalan membuka pintu.


" Selamat malam, king " ternyata yang datang adalah salah satu anggotanya yang Key tugaskan untuk menjaga Maya.


" Saya menemukan ini dari pihak yang menembak tadi " salah satu anggotanya memberikan sebuah kain persegi yang berukuran 8 cm.


Mata key terbelalak sekaligus kaget. Ia tidak menyangka musuh sudah terang-terangan ingin membunuhnya dan mereka mengincar Maya juga.


Key menyuruh anggotnya untuk masuk dan berbicara di dalam.


" Apa kau berhasil menangkap orang itu?" tanya Key.


" Kami berhasil, king. Rud dan Hud membawanya kembali ke markas. Dan saya sudah memberitahu tuan Tama, kalau ada tahanan yang di bawa oleh Rud dan Hud "


" Bagus. Kau melakukan tugasmu dengan baik " Key memuji anggotanya.


" Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, king"


"Oh ya, besok pagi-pagi sekali, kau siapkan mobil. Kau akan menyetir besok dan beritahu pada Bagas untuk menyiapkan seseorang yang ahli dalam mengatasi psikologis !" Key memberikan kunci mobilnya.


" Baik, king"


" Pergilah !"


Setelah kepergian anggotanya, Key menatap kain kecil itu dengan mata tajam.


Kau yang mencari masalah denganku. Jangan salahkan aku, kalau kau akan mati di tanganku_ Key_


Key menyimpan kain itu di sakunya dan berjalan menghampiri sang istri yang belum juga membuka matanya.


" Kuharap kamu akan Bagun dengan keadaan yang sehat dan perasaan yang senang, boo" Key mengusap-usap pipi Maya dengan lembut.


" Aku mengira traumamu sudah sembuh, ternyata aku salah. Aku hanya mengajakmu untuk menghindari suara tembakan bukan mengajakmu untuk melawan ketakutanmu "


" Boo, dua hari lagi aku harus meninggalkanmu untuk membuat hidup kita aman kedepannya bersama anak-anak kita. Aku tidak ingin kehilanganmu seperti aku kehilangan kedua orang tuaku. Aku akan menghabisi dan menghancurkan mereka yang ingin berbuat jahat padamu. Dan aku mohon, bertahanlah disisiku. Saat pagi menjelang kuharap kamu baik-baik saja "


Key menatap wajah Maya yang tertidur. Matanya berkaca-kaca mengingat harus meninggalkan sang istri. Ia tidak mungkin untuk tidak pergi dan membiarkan sahabatnya dan para anggotanya berjuang hanya untuk dirinya.


Key yang merasa lelah membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Memeluknya dan berharap hari esok akan lebih baik dari malam ini.


.


.


LANJUT..

__ADS_1


Apa kira-kira yang ada pada kain kecil yang di dapatkan oleh anggota Key ?


Coba tebak dan tulis komentar kalian, author tunggu...


__ADS_2