
Malakukan ritual suami istri merupakan kewajiban. Setelah mereka melakukannya semalam dan membersihkan diri mereka, akhirnya mereka keluar dan menuju ruang makan.
"Apa masih sangat sakit, jika kamu menggunakannya berjalan?"
"Sedikit"
"Kemarilah, aku akan menggendong,mu"
"Enggak usah" Tolak Maya, dia malu harus digendong.
"Memang kenapa?"
"Di bawah banyak orang, aku malu" Maya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hanya ada para pekerja di bawah, Tama dan Bagas sudah berangkat ke kantor sejak pagi tadi" ujar key.
Maya mulai berfikir, jika dia tetap berjalan, akan terasa sakit, tapi dia juga malu.
"Ayo" ajak key
Maya akhirnya mengangguk, key menggendong Maya ke lantai bawah dan ternyata ada Tama disana.
Maya yang melihat itu kaget.
"Bagaimana ini?, ada kak Tama disana" Maya mulai khawatir.
"Tidak apa-apa" ucap key, menenangkan.
Maya cemberut, saat didepan meja, key mendudukkan Maya dikursi, sedangkan Maya masih sangat malu.
Sementara Tama, dia tidak memperhatikan pasutri itu sama sekali, karena dia terlalu fokus dengan makanan yang ada didepannya.
"Lo gak ke kantor?" tanya key.
Tama hanya menggeleng dan tetap lanjut memakan makanannya.
Key hanya diam melihat tanggapan sahabatnya dan ikut makan dengan istrinya.
"Kamu ingin makan yang mana?" tawar key.
"Aku ingin ikan goreng itu" tunjuk Maya pada ikan yang ada didepan Tama.
Key ingin mengambilnya, tapi Tama menahan tangannya, key bingung melihat itu.
"Jangan ambil punya gue!" Tama menatap, key tajam.
"Lo, udah punya satu di piringmu" Key melihat ikan goreng itu, ada dipiring Tama.
"Tapi, ini punya gue dan ini juga sudah tersisa hanya satu" Tama tetap ngotot, mempertahankan ikan goreng itu.
Maya yang melihat perdebatan mereka, panik. Dia harus melerai mereka. Maya menyentuh pundak suaminya dan berkata,
"Gorge, tidak apa-apa, aku makan telur rebus itu saja"
"Tidak apa-apa, makan saja ikan ini" Key memberikan ikan goreng itu.
Sementara Tama, wajahnya mulai tak bersahabat.
Brakk..
Tama membanting sendok yang dia pegang, membuat sepasang suami istri itu terlonjak kaget.
"Kau ini kenapa?" tanya key heran.
__ADS_1
Tama tidak menjawab dan tetap menatap key Tama, lama-kelamaan ada genangan dipeluk matanya, membuat mereka kaget dan bingung.
"Lo jahat, itu ikan gue" Ucap Tama, air matanya sudah ingin meluncur dari matanya.
Tama langsung berlari, dia pergi dengan air mata yang masih terus menetes.Maya yang melihat itu merasa tidak enak hati.
"Ada apa dengannya? kenapa dia sensi sekali?"
key yang tidak ingin ambil pusing, melanjutkan makannya.
Setelah selesai mereka pergi keruang tv dan nonton kartun kesukaan istrinya. Saat mereka sedang asik nonton, ada tema lewat dengan terburu-buru.
"Mau kemana, lo?" tanya key.
"Ke mana aja" Jawab Tama, ketus.
Key semakin heran dengan Tama, tidak biasanya Tama bersikap seperti itu, itu bukan dirinya.
Tama melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan manssion menuju KPS company. Tujuannya saat ini, ingin menemui Bagas.
Tama sudah berada didepan gedung dan menuju keruangan Bagas.
Brak...
Tama membanting pintunya, membuat Bagas yang sedang fokus pada pekerjaannya tersentak kaget, dia sampai mengelus dadanya, saking kagetnya.
"Ckk, bisa tidak, kalau masuk itu ketuk pintu, jangan main nyelonong aja!"
Tama tak menghiraukan ucapan bagas, dia berjalan ke sofa dengan menghentakkan kakinya, dia sangat kesal hari ini, entah apa yang membuatnya bisa sekesal itu.
Bagas sampai mengkerutkan alisnya. tingkah Tama, benar-benar diluar kebiasaannya.
"Ada apa?" Tanya Bagas.
"Gue kesal sama, key"
"Memang kenapa,dia?" Tanya Bagas bingung, karena setahunya, key tidak pernah mengganggu siapapun, kecuali orang itu yang berbuat salah padanya.
"kau tahu, key memakan ikan goreng ku, aku sudah memesannya pada bik nur, tapi dia malam mengambilnya dan memberikan pada istrinya itu" ucap tama, kesal. Dia benar-benar mengeluarkan unek-uneknya didepan Bagas.
"Itu hanya ikan goreng"
Tama melorotkan matanya mendengar perkataan Bagas. Dia langsung berdiri dihadapan Bagas dan menatapnya tajam.
"Kau bilang hanya, ini ikan goreng spesial yang sangat gue ingin makan sejak semalam" Bentak Tama
"Kau ini sebenarnya kenapa? apa yang salah dengan itu? kau bisa meminta bik nur untuk membuatnya kembali!"
"Kalian ini semua jahat, tidak ada yang membela ku sama sekali" Tama mengatakannya dengan sedih. Dia merasa tidak ada yang mengerti perasaannya, dia kembali mengeluarkan air matanya.
Bagas sampai melongo melihatnya, mulutnya terbuka lebar, bisa-bisa lalat akan masuk kedalam sana.
Bagas berdiri dan mendekat kearah Tama dan..
Plakk...
Bagas menamparnya, dia jijik melihat Tama bertingkah seperti itu.
"Jangan pernah menampilkan wajah seperti itu! itu menjijikkan"
Tama shock, saat Bagas menamparnya. Tangisannya semakin menjadi-jadi. Dia meraung-raung, seperti anak kecil.
Bagas kelabakan melihatnya, dia tidak menyangka ini akan terjadi. Ini bukan sahabatnya, sahabatnya tidak pernah bertingkah seperti itu, dia selalu menjaga imagenya didepan semua orang, tapi apa yang dia lihat kali ini sangat berbeda.
__ADS_1
"HEI, henti itu!" Bagas berteriak untuk menyuruh Tama untuk berhenti.
"Enggak, gue gak mau" Tama masih menangis, sesekali dia melempar barang yang ada disana.
"TERUS LO MAU APA?" Bagas benar-benar pusing menghadapi sikap Tama yang seperti ini.
"Beliin gue ice crem!"
"Apa? ice crem? yang benar saja. Pergilah beli sendiri"
"Yaudah, aku banting ni" Tama ingin membanting leptop Bagas yang ada dimeja.
"Banting aja, jika Lo berani!" Tantang Bagas.
Tama mengambil itu dan benar-benar ingin membantunya. Bagas yang kaget, dia tidak percaya Tama akan melakukan itu, dia buru-buru menangkap ketop itu dan..
Gudubrakkk..
Bagas meloncat dan jatuh diatas lantih dengan tidak sedap, tapi dia mengabaikannya. Saat ini leptopnya lebih penting dari tubuhnya dan dia berhasil mendapatkannya.
Bagas bernafas lega, dia menatap Tama tajam dan Tama membalas tatapan itu.
"Apa? Lo kira gue gak berani gitu, gue berani kali"
"Keluar dari ruangan gue sekarang!" Perintah Bagas, kesabarannya hampir habis, menghadapi sahabatnya yang satu itu.
"Gue gak mau! gue akan keluar, jika Lo beliian gue ice crem" Tama benar-benar bersifat seperti anak-anak.
"Baiklah, gue akan beliin Lo ice crem" akhirnya Bagas pasrah, dia tidak ingin Tama membuat kekacauan lagi di ruangannya.
Bagas mengambil hp nya dan menelpon penjaga kanti yang ada di bawa untuk membawakan ice crem ke ruangannya.
Di kantin kantor tersedia semua jenis makanan, termasuk cemilan-cemilan, agar para karyawan tidak memiliki alasan untuk keluar dari perusahaan untuk sekedar makan siang.
"Sudah gue pesan, sekarang Lo duduk disana dan diam!"
Tama menurut dan duduk disofa. Bagas kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda akibat ulah Tama.
Sebenarnya Tama hanya datang ke perusahaan hanya sekedar bermain seperti biasanya.
Tok tok
"Masuk" kata Bagas.
"ini ice creamnya pak" Penjaga kantin, memberikan Bagas satu box ice cream.
"Letakkan di sana!" Bagas menunjuk meja yang ada didepan Tama.
Penjaga kantin itu meletakkannya sesuai perintah atasannya, setelah meletakkannya dia pamit undur diri.
Tama sangat antusias membuka kota itu, tapi saat dia sudah membuka bungkus ice creamnya, Tama ingin muntah, baunya membuat dia mual.
Dia berlari kekamar mandi dan memuntahkan disana, Bagas yang melihat itu bingung
Apa lagi kali ini?
.
.
.
Lanjut
__ADS_1