Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Membuka mata


__ADS_3

Menikah merupakan impian semua orang.Di cintai oleh pasangan dan disayangi adalah keinginan setiap pasangan.


Pernikahan yang dialami key yang tak pernah ia pikirkan.Diumur yang ke tiga puluh tahun, ia akan memiliki istri.Yang bahkan belum terbangun dari tidurnya yang sudah satu Minggu ini.


"Selamat bro" Bagas menepuk bahu key.Key tersenyum menanggapinya.


"Thanks" ucap key singkat.


"Selamat nak. Dia sudah menjadi tanggung jawabmu.Rawat dia dengan baik" Ucap Bu Sri D


dengan tulus.


"Cinta itu akan perlahan tumbuh disini.Jika kau menghargainya menjadi istrimu" Bu Sri menunjuk kearah dada key.


"Iya Bu" Balas key.


"Kami akan keluar" Ucap Bagas dan bergegas berdiri dari duduknya.


Tama hanya mengikuti Bagas dari belakang. Sajak tadi Tama hanya terdiam saat key melakukan ijab qobul.Masih ada rasa kecewa dalam dirinya melihat key menikah seperti ini.


Key yang melihat sahabatnya yang hanya melewatinya tanpa memberi sepatakata pun hanya menghela nafas. Ia tahu Tama tidak menyukai rencananya kali ini.


Semua orang sudah bubar dari tempat pelaksanaan ijab qobul beberapa menit yang lalu. Key dan Maya hanya berdua didalam kamar. Key berdiri dan melangkah kearah kasur Maya.Ia menatap Maya dalam.


Memperhatikan wajah istrinya yang baru-baru dia nikahi beberapa menit yang lalu. Rasa canggung yang dialam key saat ini.Ingin menyentuhnya, tapi ia merasa ragu.


"Kamu belum bangun juga. Saat ini kamu sudah menjadi istriku" Akhirnya key hanya berdiri disisi Maya.


"Jangan salahkan aku jika saat kamu bangun.Kamu tidak terima dengan pernikahan ini" Lanjut key kembali.


"Tapi aku janji.Aku akan merawatmu sampai sembuh" Ucap key dengan sangat tulus.Tangannya mulai menyentuh tangan Maya,pelan tapi pasti akhirnya tangan itu dapat ia sentuh.


Degup jantung yang berirama dalam dirinya. Ia berusaha menetralisir perasaannya. Tangan itu mulai naik tepat diwajah Maya.Key mengusap pelan pipi itu dengan lembut. Ia memperhatikan wajah Maya dengan seksama.


"Cantik" Kata itu akhirnya keluar dari mulutnya.Ia tanpa sadar tersenyum melihatnya.


Tiba-tiba mata Maya mulai mengerjab. Key sangat kaget melihat itu.Ia menjauhkan tangannya dari pipi Maya. Saat mata itu sedang berusaha untuk terbuka,key berlari keluar dari kamar dan pergi memanggil dochtuir.


.


***

__ADS_1


Mereka semua kembali masuk kedalam kamar rawat Maya. Mereka menunggu dengan resah. Bu Sri, Bagas, Tama mereka menunggu disofa. Sementara key ia berdiri disisi ranjang. Ia benar-benar setia menunggu Maya sadar.


Mata Maya mulai terbuka secara perlahan. Cahaya lampu yang menerpa wajahnya membuat dia sulit untuk membuka mata. Pelan-pelan mata itu terbuka menyipit. Bola mata itu bergerak ke kanan dan ke kiri. Maya masih memperhatikan mereka. Maya mulai siapa mereka? .


"Nona Maya apa kau mendengarku" Suara seorang dochtuir yang memperhatikan Maya pergerakan Maya sejak tadi.


Maya menggerakkan matanya kearah suara yang dia dengar.


"Nona, Jika kau mendengarku berikan pergerakan agar kami tahu!" Perintah dochtuir.


Maya memberi gerakan dengan membuka tutup matanya.


"Syukurlah. Nona mendengar kami" Mereka semua yang ada disana sangat bersyukur akhirnya Maya dapat membuka matanya dengan sempurna.


Ada rasa haru dalam diri Bu Sri saat mengetahui Maya sudah sadar. Dia yakin, Maya selama satu Minggu ini tidak membuka matanya karena tidak ada dukungan disekitarnya. Dia juga yakin Maya tidak ingin membuka matanya, karena ia merasa sendirian di dunia ini. Bu Sri meneteskan air matanya mengingat semua perjuangan Maya selama ini.


Dochtuir memeriksa keadaan Maya dengan teliti apakah ada kejanggalan yang dirasakan oleh Maya.


"Nona apa yang anda rasakan saat ini?" Tanya dochtuir.


"Ka..kaki ku tidak bisa kugerakkan dan tanganku sangat sakit jiga aku menggerakkan nya" ujar Maya pelan.


Ia masih merasakan kakinya begitu sakit. Luka dibahunya pun demikian. Walaupun luka itu mulai mengering, tapi belum sepenuhnya. Jika digerakkan pun jahitannya akan lepas dan dapat mengeluarkan darah.


"Luka?"


"Benar nona.Apa anda lupa bagaimana anda mendapatkan luka itu?" Tanya dochtuir kembali untuk memastikan apakah Maya mengalami trauma atau tidak.


Maya mulai berpikir kerasa mengingat bagaimana bisa ia mendapatkan luka itu. Kejadian itupun melintas dipikirkan Maya. Tusukan yang ia dapat dan tembakan itu Arkkkhhh.... Maya menutup telinga. Suara tembakan itu terngiang-ngiang dikepalanya. Maya memukul-mukul kepalanya untuk menghilangkan suara itu dari pikirannya, tapi usahanya nihil.Suara itu masih ada.


Key panik melihat Maya yang berteriak dan memukuli kepalanya sendiri.


"Hentikan maya" key berusaha menghentikan Maya dengan menahan kedua tangannya.


Dochtuir yang melihat itu langsung memberikan suntikan bius kepada Maya. Dia mulai kehilangan kesadaran dan akhirnya dia tertidur kembali. Mereka semua menghela nafas.


"Nona Maya benar-benar mengalami trauma. Saat dia mengingat kejadian itu. Dia akan berteriak histeris" ucap dochtuir itu melihat kearah key yang masih menunduk melihat keadaan Maya.


"Saran saya. Jauhkan sesuatu yang dapat mengingatkan Maya tentang kejadian itu. Agar dia tidak histeris kembali" Lanjut dochtuir.


"Baiklah" Ucap key.

__ADS_1


"Biarkan nona maya istirahat kembali. Setelah obat bius itu habis dia akan sadar kembali" key mengangguk tanda mengerti.


Setelah dochtuir itu pergi. Bu Sri mulai mendekat kearah Maya dan key. Beberapa alat medis sudah terlepas dari badan Maya yang tersisa hanya selang infus saja. Ia mengusap tangan Maya dengan lembut.


"Nak..." Panggil Bu Sri. Ia tahu Maya dalam keadaan obat bius dan ia akan sadar jika obat itu habis.


"Kau tidur kembali dan belum melihat ibu disini" Bu Sri berkata dengan tangis tertahan.


"Jika kau sudah bangun. Jangan berteriak lagi. Ada ibu disini. Kau juga punya suami saat ini" Lanjut Bu Sri.


"Sadarlah nak. Jangan biarkan mimpi buruk itu mengganggumu" Setelah mengatakan itu Bu Sri mengecup kening Maya dengan sangat lembut. Ia pergi dari kamar dan masuk kekarnya sendiri.


Bagas dan Tama juga ikut keluar dari sana. membiarkan key untuk berduaan dengan istrinya.


**


Matahari sudah hilang digantikan dengan bulan. Hari sudah gelap membuat aktifitas orang-orang terhenti.


Seorang gadis mengendarai sepedanya dengan cepat. Dia ingin cepat sampai dirumahnya. Dia takut ada orang jahat yang akan mengganggu dirinya.


"Assalamualaikum" Ucap gadis itu saat dia sudah sampai dirumahnya.


Rumah dengan beralaskan plasti dan dinding yang terbuat dari kayu.


" Waalaikumsalam" Jawab ibu dari gadis itu.


"Ibu sedang apa?" Tanya gadis itu.


"Ibu lagi masak tumis kangkung sayang"


"Wah... itu pasti sangat enak" Gadis itu sangat gembira melihat masakan ibunya.


"Tentu saja. Kamu pergilah mandi, setelah itu baru makan. Kamu sangat bau" Ibu gadis itu pura-pura menutup hidungnya.


"Masa..." Gadis itu mencium baunya sendiri.


"Jihan enggak bau tu.."


Yahh gadis itu bernama Jihan. Dia gadis yang pesepeda yang hampir ditabrak oleh Tama siang tadi.


.

__ADS_1


Lanjut...


Like, komen, vote yah....


__ADS_2