Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Meninggalkan lama


__ADS_3

" Maaf yah, meninggalkan mu lama " ucap Key. Ia menarik istrinya dan memeluknya. Membenamkan kepalanya di dada istrinya. Kedua gundukan kenyal itu sanagat terasa mengenai pipinya. Key menggoyang-goyangkan kepalanya di antar dua gundukan sang isteri.


" Tidak masalah. Jangan pernah merasa bersalah karena meninggalkanku lama. Yang penting kamu kembali ke rumah ini dengan selamat dan bisa seperti ini " ucap Maya. Ia tidak menjadikan itu sebuah masalah baginya. Ia berfikir, ada kalanya sang suami butuh bermain dengan para sahabatnya.


Ia tahu bagaimana banyaknya pekerjaan suaminya di kontor dalam sehari. Duduk lama di depan leptop itu juga membuat lelah. Ia pernah mengalaminya juga. Jadi tidak ada alasan baginya untuk melarang sang suami untuk pergi.


" Terimakasih, boo. Aku mencintaimu " ucap Key di antara dua gundukan istrinya.


Maya mengusap-usap kepala suaminya. Ia ingin membuatnya tertidur, tapi dugaan Maya salah. Key tidak bisa tertidur dengan usapan itu, malahan Maya membangunkan sesuatu. Key yang merasakan miliknya merespon, memasukkan tangannya ke dalam baju Maya.


Key menariknya ke atas hingga terlihatlah dua gundukan kenyal tanpa penghalang. Maya memang membuka branya saat ingin tidur, karena itu menyiksanya.


" Gorge..apa yang kamu lakukan ?" tanya Maya saat melihat suaminya tiba-tiba menarik bajunya.


" Aku ingin minum susu " jawab Key. Ia langsung menyambar salah satu gundukan itu dan menghisapnya seperti bayi. Gundukan satunya tidak lepas dari pegangan Key. Dia bermain-main di sana.


Hingga akhirnya Key merasa puas, ia berpindah kelain tempat dan melakukannya. Maya yang melihat kelakuan suaminya, hanya membiarkannya saja. Ia akan dengan senang hati melayani permainan suaminya.


" Gorge.. pelan-pelan " ucap Maya pelan. " Nanti dedenya kenapa-napa " ucap Maya.


Maya merasakan Key begitu keras, membuat ia takut pada bayi dalam perutnya.


" Maaf, boo. Aku terlalu bersemangat" ucap Key. Ia memelankan permainannya.


****


Beberapa menit kemudian, pasangan suami istri itu telah selesai dengan permainan mereka. Key yang belum turun dari atas tubuh istrinya hanya diam dan memeluknya. Hingga akhirnya ia kembali memasukkan salah satu gundukan itu dalam mulutnya dan memutar tubuhnya beserta istrinya untuk saling berhadapan.


Posisi tidur mereka miring, sehingga Maya seperti menyusui seorang bayi. Maya yang merasa kelelahan membiarkannya saja. Ia tidak sanggup untuk protes. Dalam posisi seperti itu bertahan hingga esok harinya.


Pagi hari..


Terdengar suara kaca jendela seperti di ketuk dari luar. Maya yang merasa terusik dengan suara itu membuka matanya. Ia melihat ke arah jendela yang bertepatan menghadap ke arahnya.


Entah kapan gorden jendela itu terbuka. Seingatnya, ia menutupnya semalam.


" Kenapa gordennya terbuka? perasaan aku menutupnya semalam. Apa itu angin, tapi mana mungkin " batin Maya.


Suara ketukan pada jendela kaca mengalihkan perhatian Maya. Ternyata itu adalah burung yang mematuk-matuk jendela kamarnya. Ia berfikir ada orang yang mengetuknya, ternyata hanya hewan.


Maya ingin bangun untuk membersihkan diri, namun ia terhenti karena menyadari dadanya seperti ditarik-tarik.


Ia melihat ke bawah, ternyata suaminya masih menyusu. Maya sampai menganga melihatnya.

__ADS_1


" Dia tidak pernah melepasnya dari tadi malam ?" gumam Maya.


" Gorge, bangun..." Maya menepuk-nepuk pipi suaminya.


" Hmm.." sahut Key, tapi dia tidak membuka matanya dan mulutnya masih di posisi yang sama.


" Ihh..bangun. Dada aku juga di lepas " ucap Maya seraya menekan-nekan dadanya agar suaminya melepasnya.


" Kenapa ?" tanya Key dengan suara serak.


" Astaghfirullah..punyaku sampai merah" pekik Maya.


Plukk...


Maya memukul lengan Key lumayan keras. Membuat Key mengaduh.


" Aduh..kenapa sih boo?" tanya Key. Ia bangun dari tidurnya dan menatap istrinya.


"Lihat nih perbuatan kamu " ucap Maya seraya menunjuk ke salah satu buahnya.


" Hehehe...soalnya enak, boo" ucap Key cengegesan setelah melihat punya istrinya.


" Auu..ahh..aku mau mandi " ucap Maya.


" Tumben, biasanya dia malu " ucap Key heran.


Biasanya Maya sangat malu tidak memakai apapun di depan suaminya, tapi kali ini berbeda. Dia dengan santainya berlenggang ke kamar mandi tanpa menggunakan apapun.


" Boo, punyamu naik turun tuh. Hahahah.. " teriak Key seraya tertawa.


" Biarin.." teriak Maya dari pintu kamar mandi.


" Ikut dong " ucap Key. Ia berjalan ke kamar mandi yang pintunya sudah di tutup oleh istrinya.


" Nggak boleh " sahut Maya dari dalam kamar mandi.


Klikk...


Terdengar suara pintu terkunci dari dalam kamar mandi. Belum sempat Key masuk, Maya sudah mengunci pintunya. Key membuang nafasnya kasar dan menunggu istrinya keluar.


...****************...


Sepasang suami istri yang saling berteriak hanya karna ingin satu kamar mandi, berbeda dengan Jihan yang masih di hantui rasa marah bercampur kesal pada ayah dari bayi yang dia kandung.

__ADS_1


Apalagi mengingat di mana Tama meminta untuk memperbaiki hubungan dengannya dan ingin merawat bayi bersama, membuat Jihan marah besar.


Dia berfikir, untuk apa dia meminta hal seperti itu. Padahal dia sendiri yang tidak menginginkan bayi ini sejak awal.


Di sinilah Jihan sekarang, ia begitu sibuk bekerja di toko. Padahal perutnya sudah memasuki 3 bulan. Terlihat dari perutnya yang sudah sedikit terlihat, walau dia memakai pakaian yang longgar.


" Terimakasih, sudah belanja di toko kami " ucap Jihan pada pelanggan.


" Huh... hari ini cukup melelahkan " gumam Jihan. Ia duduk di kursi dan meluruskan kakinya.


Jihan mengusap-usap perutnya yang sudah terasa pada tangannya.


" Sehat-sehat yah nak. Kita tidak butuh ayahmu untuk menamani kita. Ada nenek yang akan bersama kita terus " ucap Jihan pada perutnya.


" Ji.. kami di mana" terik Amelia mencari Jihan, karena ia tidak melihat Jihan di kasir.


" Aku di sini, Mel " sahut Jihan seraya mengangkat tangannya.


Meja kasir memang lumayan tinggi. Setinggi pinggang Jihan, tapi kalau dia duduk Jihan tidak akan terlihat. Apalagi kursi yang di duduknya agak pendek.


" Aku kira kamu di mana " ucap Amelia setah melihat Jihan.


" Aku baru selesai melayani pelanggan. Aku capek banget, jadi aku duduk " ucap Jihan.


" Itu pasti. Apalagi perutmu sudah mulai membuncit. Pasti beratnya bertambah " ucap Amelia. Jihan hanya tersenyum menanggapinya.


" Seharusnya dalam keadaan hamil beginj, kamu istirahat di rumah. Bukan kerja " ucap Amelia lagi.


" Aku akan istirahat, kalau perutku sudah terasa berat dan sulit untuk berjalan " ucap Jihan.


" Dasar kamu " ucap Amelia. Ia berbalik dan meninggalkan Jihan.


" Ehh..kenapa kamu mencariku tadi ?" tanya Jihan sambil berteriak.


" Nggak jadi, soalnya kamu capek " sahut Amelia.


" Aku sudah selesai kok istirahatnya, jadi aku bisa bantu " ucap Jihan. Ia berjalan mengikuti Amelia.


" Ehh..nggak usah, kamu di kasir aja. Nanti ada pelanggan lagi " ucap Amelia. Ia menahan Jihan untuk tidak mengikutinya.


.


.

__ADS_1


LANJUT..


__ADS_2