
Hari-hari berganti, bulan pun ikut berganti. Tak terasa kehamilan Maya sudah mamasuki 7 bulan. Dan rencananya akan diadakan acara syukuran kehamilan Maya, tapi Maya menolak untuk mengadakannya. Maya hanya ingin acara kecil-kecilan saja. Dia tidak ingin mengundang banyak orang.
Maya sebenarnya sangat ingin mengadakannya bersama Key, tapi sampai saat ini Key belum juga di temukan. Maya sudah pasrah, Maya meminta kepada Tama dan Bagas untuk berhenti mencari. Bukan karena dia tidak ingin Key ditemukan, tapi Maya berfikir jika Key sudah siuman dan mengingat dirinya, Key pasti akan datang menemuinya di mansion ini.
Maya juga berfikir, para anggota pasti juga merasa lelah mencari. Tama dan Bagas juga sudah menjelaskan padanya, kalau yang membawa Key adalah uncle Key sendiri. Dan dia adalah orang yang memiliki kekuatan besar, sehingga sulit mereka tembus.
Maya hanya bisa menunggu dan menunggu. Walaupun dia tak tahu sampai kapan ia akan menunggu. Maya yang tidak lagi membantu Bagas di perusahaan, karena perutnya yang sudah besar membuatnya merasa pengap saat terlalu lama duduk. Maya juga keseringan berbaring dari pada duduk, karena pinggang terasa pegal.
Semenjak Maya ikut membantu Bagas dan Albert untuk meluncurkan produk mereka, Maya sudah sangat dekat dengan Albert. Terkadang Maya jalan bersama dengan Albert, bukan kerena mereka janjian, tapi mereka tidak senga bertemu ditempat itu.
Sama seperti hari ini, Maya tidak sengaja bertemu dengan Albert di mall. Maya yang di temani oleh Rud dan Hud untuk membeli pakaian , karena sudah banyak beberapa pakaian yang tidak muat di tubuhnya akibat perutnya yang membesar.
Rud yang setia berada di sisi kiri Maya dan Hud yang mendorong kursi roda untuk berjaga-jaga, siapa tahu Maya akan merasa kelelahan. Tapi kursi roda ini bukan kursi roda yang biasa di gunakan di rumah sakit, tapi kursi yang memang biasanya di pakai untuk ibu hamil, orang dewasa atau anak-anak.
"After this, where do you want to go?" (Setelah ini kau ingin kemana?) tanya Albert setelah Maya keluar dari toko pakaian.
" Emm..maybe I'll go straight home. So what? ( mungkin aku akan langsung pulang. Memang kenapa?)
"How about we go for a short walk or are you already feeling tired?" (Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar atau kau sudah lelah?)
" Where do you want to go?" ( memangnya anda ingin kemana?)
" How about having a snack at the City park?" ( Bagaimana kalau jajan makanan ditaman kota?)
" Emm.. boleh deh "
Albert tersenyum senang mendet jawaban Maya.
" Nyonya, lebih baik anda duduk. Dari tadi anda berjalan terus dari lantai atas "Rud menyarankan Maya untuk duduk di kursi roda yang sedang Hud dorong. Dari saat mereka datang hingga saat ini, Maya belum pernah istirahat. Mereka takut nyonya mereka akan kelelahan dan kakinya akan membengkak.
Maya mengangguk tanda ia setuju. Kakinya juga sudah merasa pegal, karena terlalu lama berjalan. Dengan hati-hati Maya duduk di kursi. Saat Maya sudah duduk, dia mengusap perutnya. Rasanya sudah sangat tidak sabar menanti kelahirannya.
__ADS_1
" Perutmu sudah berapa bulan, Maya ?" tanya Albert saat mereka sudah hampir dekat dengan pintu keluar mall.
" Sudah 7 bulan" Maya tersenyum melihat perutnya.
" Wahh.. sebentar lagi dia launching yah.."
" Anda bisa saja. Anak saya bukan produk " Maya sedikit terkekeh mendengar perkataan Albert.
Hahah..
Albert hanya tertawa. Entah kenapa, ia sangat suka melihat Maya tertawa. Ia merasa damai melihatnya. Sebenarnya Albert mendengar dari anak buanhnya, kalau Key menghilang. Maka dari itu, Albert menanyakan pada Bagas tentang kebenaran apa yang ia dengar.
Setelah mendengar kebenarannya dari Bagas, membuat Albert merasa kasihan dengan Maya yang tengah mengandung. Mungkin karena itulah ia merasa senang melihat Maya yang bahagia.
...----------------...
Sedangkan ditempat berbeda, tampak seorang pria sedang duduk di atas kursi roda. Terlihat kapalan bagaimana belakangnya tampak di perban.Entah ala yang terjadi padanya sampai kepalanya di perban seperti itu.
Dia terlihat menatap kolam ikan dengan air mancur di atasnya. Dilihat dari matanya, dia melihat kearah ikan-ikan yang berenang, tapi tidak dengan pikirannya.
Hufffft...
Pria itu menghela nafas. Dia merasa lelah det keadaannya yang seperti sekarang.
" Sayang, apa yang kamu lakukan disini?" terdengar suara wanita yang memanggilnya dengan sangat lembut. Wanita itu menghampiri pria itu.
"I'm just looking for fresh air;" ( Aku hanya mencari udara segar saja, Mah) ternyata wanita yang memanggil pria itu adalah Mamahnya.
" Udara disini memang sangat segar. Mamah juga sering duduk disini, kalau Mamah lagi suntuk " wanita itu menarik kursi agar bisa duduk disebelah putranya.
Pria itu menoleh dan tersenyum saat sang Mamah menggenggam tangannya yang berada di kursi roda.
__ADS_1
" Mamah memperhatikan sejak tadi, kamu terlihat sedang melamun. Apa kamu sedang memikirkan sesuatu, sayang?"
Pria itu tidak menjawab. Dia hanya menatap Mamahnya, dia ragu mengatakan apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
Wanita itu melihat putranya hanya diam menatapnya, tahu kalau dia sedikit ragu bercerita dengannya.
" Kalau kamu tidak ingin berbagi dengan Mamah, Mamah tidak masalah. Mamah tidak akan memaksamu ur bercerita" wanitu itu tersenyum kearah putranya.
" Mah, sebenarnya aku juga bingung dengan apa yang aku pikirkan saat ini. Aku selalu bermimpi tengah bertemu dengan seorang wanitanya yang sedang hamil. Setiap aku bertanya siapa dia, dia hanya tersenyum dan mengatakan ( kami menunggmu disini, cepatlah kembali ) hanya itu yang selalu dia katakan " pria itu menjelaskan tentang apa yang selalu menghantuinya setiap malam.
Wanita itu tersentak kaget mendengar cerita putranya. Ia sepertinya tahu siapa wanita yang sering datang di mimpi putranya.
" Apa kamu tidak pernah melihat wajahnya?'
" Tidak. Aku tidak bisa melihatnya, karena wajahnya terlihat buram, tapi aku bisa melihat dengan jalas perutnya yang membuncit "
Wanita itu menjadi bungkam. Ia sangat yakin siapa wanita itu.
Itu pasti istrinya yang tengah mengandung. Seharusnya Jang memberitahu mereka, kalau Key di bawa kesini. Bukannya menyembunyikannya Seperti ini. Semoga saja wanita itu sabar menunggu key pulang _ batin wanita itu_
Ternyata pria yang duduk dikursi roda itu adalah Key. Dia sudah sadar dari komanya 1 Minggu yang lalu. Setelah Key koma selama 5 bulan lamanya, Key akhirnya siuman. Sayangnya Key mengalami lupa ingatan akibat kepalanya yang terkena tembakan.
Peluruh itu mengenai otaknya, sehingga ingatannya terganggu. Key melupakan dirinya yang sudah menikah dan akan segera memiliki seorang anak.
Dan wanita yang duduk bersamanya didepan kolam ikan adalah Mamahnya. Kenapa mamah Key masih hidup, sedangkan Key pernah mengatakan kalau keluarganya dibantai oleh borxta dan antek-anteknya. Hanya mereka yang tahu, karena Key pun juga lupa jika kedua orang tuanya pernah di bunuh.
.
.
LANJUT
__ADS_1
wahh..ternya Key sudah simuan.
Apakah Key akan mengingat Maya?