Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Mulai berperang


__ADS_3

" Bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nyonya ? " tanya salah satu penjaga bayangan di gelapnya malam.


Hanya para penjaga bayangan yang mendengar pertanyaan itu. Beberapa pria bertopeng itu tidak akan mendengar suara mereka.


" Tembak saja!" perintah salah satunya lagi.


" Nyonya Maya nanti akan jatuh dan berdampak pada janinnya "


Mereka mulai berfikir untuk menyusun rencana, namu salah satu dari mereka melihat Hud yang tengah bersembunyi di sekitar pria bertopeng itu.


" Itu Hud " Tunjuk salah satu dari penjaga bayangan.


Hud memberi kode kepada mereka untuk melakukan tembakan. Ia yang akan menangkap sang nyonya nanti.


Para penjaga bayangan mengerti kode itu, mulai mengarahkan pistol mereka ke arah beberapa pria bertopeng.


Dor..dor..dor..


3 peluru keluar bersamaan dan mengarah ke tubuh pria bertopeng itu. Suara teriakan kesakitan terdengar.


Hud dengan cepat menangkap sang nyonya dan membawanya kembali ke kamar. Beberapa penjaga mulai berlari masuk ke dalam manssion untuk mengepung pria bertopeng itu.


" Bawa mereka ke markas. 2 orang menjaga di sana sampai king dan yang lainnya kembali !" perintah Hud.


Mereka mengangguk dan membawa beberapa pria bertopeng itu ke markas. Bik Nur yang sempat mendengar teriakan buru-buru keluar dan melihat para penjaga yang mambawa orang asing dari kamar Maya.


" Apa yang terjadi ?" tanya bik Nur saat melihat Hud ada di kamar Maya.


" bik Nur, ada beberapa orang yang mengusik nyonya Maya "


" Astaghfirullah. Bawa Maya ke kamar. Bibik yang akan menjaganya. Kita antisipasi siapa tahu ada pihak lain lagi yang akan masuk ke kamar ini " perintah bik Nur.


" Baik, bik " Hud membawa Maya ke bawah kamar bik Nur.


"Apa kalian sudah memberitahu, Key ?" tanya bik Nur.


" Kami belum menyampaikannya, tapi setelah ini kami akan mengirim informasi tentang kejadian malam ini "


" Jangan beritahu dulu. Maya tidak apa-apa saat ini, biarkan Key fokus dengan masalahnya "


" Baik, bik " Hud meninggalkan kamar bik Nur dan kembali melakukan tugasnya.


Bik nur kembali tidur dan menemani Maya di sebelahnya. Ia tahu, Maya pasti shokk dengan kejadian malam ini.


...****************...


Di pinggiran kota, tampak beberapa mobil terparkir di tengah lapangan yang luas. Key, Bagas, dan Tama tampak keluar dari mobil mereka masing-masing.


" Sekarang kita ke arah mana, Tam ?" tanya Bagas.


" Kita ke arah jam 10 "


Mereka berjalan memasuki hutan yang sangat lebat. Para anggota tetap di tim mereka masing-masing. Mereka tidak berjalan bersamaan, tapi menjaga jarak.


Selama mereka berjalan kaki, tidak ada gangguan sama sekali. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sebentar sampai hari terang.


Mereka tidak mungkin untuk tidak tidur dan akan berdampak pada kesehatan mereka.

__ADS_1


**


Pagi hari sudah menjelang, mereka melanjutkan perjalanan masuk ke tengah hutan. Sampai terdengar suara Tama di alat komunikasi.


" Untuk tim pertama, pelankan langkah kalian. Usahakan jangan menimbulkan suara. Jarak 20 meter di depan adalah wilayah borxta "


Mereka yang mendengar itu, memelankan langkah mereka. Memperhatikan sekitar dari wilayah tersebut.


" Tim 1 memberi informasi: Di depan sekitar 10 orang tengah berjaga di garis wilayah mereka. Kami menunggu perintah "


" Lumpuhkan dengan senyap. Jangan sampai yang lain tahu !" perintah Key.


"Baik "


Mereka mengeluarkan sabuah panah dan mengarahkan anak panah ke arah pihak lawan.


Shuuut...


Anak panah itu berhasil mengenai jantungnya. Sehingga mereka meninggal di tempat.


" Kami berhasil melumpuhkannya. Langkah bisa di lanjutkan "


" Good job tim 1" puji Bagas.


Mereka kembali melangkah lebih dalam masuk ke wilayah borxta. Hingga mereka bisa melihat sebuah pagar yang terbuat dari batu bata menjulang tinggi.


" Tim 3, periksa di sekitar tanah bersih itu apakah di sana tertanam ranjau. Lakukan dalam 1 menit" suara Tama.


Mereka mulai melakukan perintah Tama. Mereka mulai mendeteksi keberadaan ranjau.


Duarrrr...


" Maaf tuan, saya melakukan kesalahan"


" Siapkan diri kalian. Pihak musuh terlihat berlari dari arah depan dan samping dengan jumlah yang sulit untuk di hitung " tim 3 memberi informasi.


Semua anggota Key mempersiapkan senjata mereka. Tembakan musuh sudah mengarah ke arah mereka.


SERANG...


Teriak pihak musuh. Ada tembak tidak bisa di hindarkan. Banyak juga anggota lain yang melawan menggunakan katana. Suara tembakan dan desingan pedang membuat suasana pagi itu sangat mencekam.


" Key, arah jam 3 masuk ke dalam wilayah mereka. Jangan sampai borxta lolos " suara Tama.


" Baik. Tim 5 , lindungi saya dan tim 4 ikut saya masuk !" perintah Key.


Key menembak dengan mambabi buta. Hingga hanya pihak musuh yang tumbang akibat pelurunya. Tim 5 berusaha melindungi pemimpin mereka agar bisa masuk ke wilayah inti musuh.


" Gue sudah di dalam " suara Key.


Key dan tim 4 sedikit membungkuk agar pihak musuh tidak melihat mereka. Mereka berjalan dengan sangat pelan hingga tidak menimbulkan suara.


Salah satu pintu rumah tampak terlihat. Key mencoba untuk membuka pintu itu dan ternyata tidak terkunci. Key memberi kode kepada tim 4 untuk mengikutinya masuk.


Saat Key dan tim 4 berhasil masuk, terlihat banyak lorong di dalam rumah itu.


" 10 orang ikut dengan saya lurus ke depan dan yang lainnya membagi diri ke kiri dan kanan " perintah Key.

__ADS_1


" Baik "


Mereka dengan pelan menyusuri lorong-lorong tersebut. Hingga terdengar suara dari arah depan mereka.


" Ada musuh yang menyusup ke markas kita dan bos sudah bersembunyi di ruang bawa tanah " suara itu beras dari anak buah borxta.


Key memberi Koda kepada mereka untuk melumpuhkan musuh tersebut.


Dor...


Tembakan mengarah ke arah musuh. 3 musuh tampak tumbang sehingga kawan-kawannya berlari menyerang tim 4. Beberapa yang mengikuti Key mengalihkan perhatian mereka ke lorong lain.


Setelah itu Key dan sisanya berjalan kembali untuk mencari ruang bawah tanah yang mereka dengar dari bawahan borxta.


" Gue mendengar dari salah satu anak buah borxta jika saat ini borxta tengah berada di ruang bawah tanah " suara Key.


" Posisi lo saat ini di mana ?" tanya Tama pada Key.


" Posisi gue sedang berada di lorong tengah "


" Lo belok ke kiri, di sana ada sebuah pintu dan dekat dari pintu itu ada sebuah tombol tersembunyi. Lo raba aja dinding di sekitarnya" Tama memberitahu Key di mana letak ruang bawah tanah itu.


Tama bisa tahu letaknya, karena ia sudah menghafal denah rumah itu.


Key melakukan yang sesuai Tama instruksikan.


" King, itu pintunya " tunjuk salah satu anggota tim 4 pada sebuah pintu kayu bercorak tengkorak.


Key melangkah ke sana dan mencoba meraba dinding sekitarnya. Hingga salah satu dinding itu dapat di tekan yang berbentuk kotak.


Bergeserlah dinding di depan mereka, sampai menunjukkan sebuah tangga yang memiliki pencahayaan yang minim.


" Kalian cek Pintu itu siapa tahu ada sesuatu di sana. Ambil saja yang menurut kalian itu penting! " perintah Key.


" Baik, king " mereka ke pintu bercorak tengkorak.


" Jika kalian sudah selesai di sana susul gue. gue butuh anggota saat ini " suara Key.


" Kami tim 2 menuju anda, king " tim 2 menyusul Key dan anggota tim 4 lainnya.


Key mencoba turun ke bawah dengan masih ada beberapa anggota tim 4 yang ikut dengannya.


Dalam langkahnya, Key berhati-hati dan memperhatikan sekitar. Ia berjaga-jaga siapa tahu ada jebakan di ruangan itu.


" Kami tim 1 menginformasikan: 23 anggota tumbang di garis awal "


Semua yang mendengar itu menghela nafas berat. Mereka pasti akan kehilangan anggota dan teman-teman mereka. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain berusaha tetap menjaga satu sama lain.


" Kami terima " suara Tama.


Arkhh...


" Key, apa yang terjadi " suara Tama.


" Key " suara Bagas.


.

__ADS_1


.


LANJUT


__ADS_2