
Hari-hari yang di jalani Maya berjalan baik. Semuanya kembali kerutinitas semula. Key sudah kembali ke perusahaan dan bekerja. Mama Sheila dan papa Syam sudah menetapkan di mansion bersama anak, menantu dan cucunya.
Dengan kehadiran Mama Sheila dan papa Syam membuat Maya bisa merasakan kasih sayang dari mereka. Mereka benar-benar memperlakukan Maya seperti putrinya sendiri .
Umur baby Kim sudah 4 Minggu. Dia sudah bisa di ajak bercanda. Bahkan baby Kim sudah memperlihatkan senyumannya yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi gemas.
Pagi ini baby Kim tengah berada di halaman belakang mansion dengan ditemani oleh Oma dan opanya. Baby Kim tengah berjemur dan sang Oma yang mendekapnya, yaitu mama Sheila.
"Baby Kim sangat tenang di jemur. Di seperti menikmatinya. Baby Kim hanya diam, bahkan dia kadang tertidur" ucap papa Syam seraya mengusap-usap punggung baby Kim.
"Iyah pah. Mamah menjadi ingat ketika Key kecil dulu, dia juga sangat suka sekali di jemur. Bahkan jika kita terlambat atau lupa menjemurnya ketika harinya tiba, Key akan menangis"
"Hahah...papah juga mengingatnya. Yang paling papah ingat ketika umur Key sudah 7 bulan, kita terlambat membawanya berjemur. Key dengan sendirinya merangkak ke sini dan berjemur sendiri. Bahkan dia juga sudah tidur santai di kursi di mana dia sering di jemur dulu"
" Hahahaha...." Mama Sheila dan papa Syam tertawa bersama ketika mengingat kelakuan Key kecil.
"Dan sepertinya baby Kim menuruni kelakuan Key yang sudah berjemur" ucap Mama Sheila.
"Sepertinya" ucap papa Syam.
Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka dengan sang cucu. Setelah merasa cukup mama Sheila dan papa Syam membawa baby Kim masuk ke dalam mansion.
Saat mereka sudah sampai di ruang keluarga untuk menemui Maya, mereka melihat Key tengah tidur di atas paha Maya.
"Loh..kamu sudah pulang Key?" tanya mama Sheila.
"Iya mah" jawab Key tanpa beranjak dari pangkuan Maya.
"Kenapa cepat sekali?" tanya papa Syam.
"Aku tidak betah di perusahaan. Aku merindukan baby Kim " ucap Key seraya mengambil baby Kim dari gendongan Mama Sheila
"Kau merindukan baby Kim atau mamanya baby Kim?" ledek mama Sheila.
"Hehe..aku merindukan baby Kim, tapi aku lebih merindukan mama-nya" Key mengedipkan sebelah matanya ke arah Maya.
Maya tersipu malu. Key yang melihat itu semakin ingin menggoda Maya.
"Mama jaga baby Kim dulu, aku ingin menidurkan Maya terlebih dahulu" Key kembali memberikan baby Kim kepada mama Sheila.
"Kenapa aku?" tanya Maya heran.
Key hanya tersenyum genit. Mama Sheila dan papa Syam mendengar ucapan Key sama-sama memutar bola matanya malas. Mereka tahu maksud dan tujuan dari ucapan Key.
Key berdiri dan menarik tangan Maya.
__ADS_1
"Eh..mau ke mana? baby Kim Belu minum susu" Maya menahan dirinya agar Key tidak bisa menariknya.
"Kan masih ada 3 kantong susu yang sudah kamu pompa tadi" ucap Key
"Tapi...ahhh..." Maya belum menyelesaikan ucapannya, Key langsung menggendong Maya dan membawanya ke kamar.
"Key.. apa-apaan sih" Maya kesal.
Key hanya diam saja. Sesampainya di dalam kamar Key melempar Maya dengan pelan di atas kasur. Key membuka jasnya dan kemajanya sehingga dada Key terekspos.
Key langsung menindih Maya.
"Mau ngapai?" Maya kaget dengan Key yang langsung menindihnya.
"Aku menginginkanmu, boo " ucap Key serak. Bibirnya sudah bergerak di leher Maya.
Maya memejamkan matanya merasa sensasi yang sudah lama ia tidak pernah mendapatkannya.
"Key..." ucap Maya. Tubuhnya bergeliat ketika tangannya Key sudah masuk ke dalam bajunya dan menyentuh sumber susu baby Kim.
"Jangan memanggil namaku , boo. Aku tidak suka" ucap Key serak. Key semakin kuat bermain bukit kembar Maya.
"Jangan...jangan di pencet. Airnya keluar" Maya menahan tangan Key.
Key berhenti dan memilih menurunkan tangannya memasuki gua yang membaut miliknya. Memutar jari-jarinya di dalam sana. Hal itu membuat Maya mengeluarkan suara-suara anehnya.
Akhirnya sepasang suami istri yang sudah sangat lama tidak merasakan sensasi itu, kini memiliki rasa yang berbeda ketika melakukannya lagi. Mereka seperti baru pertama kali melakukannya.
Key benar-benar menggempur Maya habis-habisan. Ia tidak memikirkan baby Kim yang sudah sangat ingin bertemu dengan mama-nya. Bahkan mama Sheila sudah menghampiri kamar mereka dan meminta untuk keluar, karena baby Kim sudah menangis mencari mama-nya.
Maya meminta Key untuk berhenti, karena ia juga tidak enak hati dengan mama Sheila. Ia juga merasa kasian mendengar tangisan baby Kim, tapi Key tetap tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan kegiatannya.
Setelah beberapa jam akhirnya Key selesai dengan kegiatannya. Maya terlihat sudah tertidur karena kelelahan. Sebelum meninggalkan Maya, Key mencium kening Maya terlebih dahulu,lalu mencari sang putri.
Sesampainya Key di bawah, mama Sheila menatap Key tajam.
"Lama sekali. Mama sampai kesusahan membuat baby Kim diam" gerutu mama Sheila.
"Hehe..maaf mah. Key kebablasan" Key cengar-cengir dan mengambil baby Kim di gendongan Mama Sheila.
" Maaf yah, papa lama" ucap Key pada baby Kim dan mencium pipi baby Kim yang berisi
Key membawa baby Kim ke kamarnya dan menidurkan baby Kim di sebelah Maya. Key tersenyum melihat istri dan putrinya yang tertidur lelap di sebelahnya.
"Papa menyayangi kalian" ucap Key tulus. Key pun ikut memejamkan matanya dan memeluk baby Kim.
__ADS_1
Mereka tertidur bersama hingga bangun di sore hari. Maya dan Key bangun ketika mendengar suara baby Kim yang menangis.
Sontak saja Maya kaget dan langsung memberikan ASI-nya pada baby Kim. Baby Kim langsung diam dan terlihat memjamkan matanya kembali.
Sedangkan Key yang juga sudah membuat matanya tidak bisa memejamkannya kembali. Key memilih bangun, saat ia akan beranjak ke kamar mandi, telponnya berbunyi.
Key mengambil handphonenya yang berada di atas lemari kecil yang berdekatan dengan kasur. Key melihat nama yang tertera di layar, yang ternyata telpon dari Bu Farah.
"Halo, Bu Farah" ucap Key setelah menjawab telponnya.
"......."
"Apa!! benarkah?"
"....."
"Iya, Bu. Aku dan Maya akan ke sana "
"......"
"Baik, bu" Key menutup telponnya.
Maya yang sejak tadi hanya mendengar perkataan Key dan sangat penasaran apa yang sedang Bu Farah katakan
"Kenapa?" tanya Maya penasaran.
"Jihan sudah melahirkan"
"Sungguh?" Key mengangguk.
"Woaahh... kalau begitu kita harus ke sana" ucap Maya antusias.
"Iya, kita akan ke sana. Apa kita akan membawa baby Kim?" tanya Key.
"Sepertinya jangan. Tidak baik baby Kim di bawa ke rumah sakit, banyak virus di sana"
"Siapa yang akan menjaganya di sini? Mama dan papa juga pasti akan ikut untuk melihat Jihan"
"Ada bik Nur"
"Baiklah.Kita juga sepertinya haru mencari baby sitter" ucap Key
.
.
__ADS_1
Lanjut
Sekedar informasi, novel "saat bangun tiba-tiba menjadi istri tuan muda" sebentar lagi akan tamat. Tinggal beberapa bab saja..