Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Belum siap


__ADS_3

Saat ini mereka berada dikamar mereka masing-masing. Seperti Maya dan key yang sedang duduk dikasur bersama. Maya merasa canggung dengan situasi kali ini.


" Emmm kak" Panggil Maya kepada key.


Key tidak menoleh sama sekali saat dipanggil.


"Kak" Panggil Maya sekali lagi. Tapi key tidak berbalik lagi. Dia sibuk dengan handphone yang dia pegang.


"Haiss.. KAK" kali ini Maya memanggil key dengan sangat kerasa. Key akhirnya menoleh saat mendengar suara Maya yang sangat keras.


"Siapa yang kamu panggil" Tanya key heran.


"Kakaklah" ia menjawab dengan cemberut.


"Aku?"


"Ihh.. iyahh" Maya sangat kesal menjawab pertanyaan key yang tidak mengerti.


"Kau memanggilku kakak. Yang benar saja"


"Lahh emang kenapa?"


"Aku bukan kakakmu" Jawab key ketus.


"Terus Maya harus panggil apa. Bapak gak boleh, kakak juga gak boleh. Terus apa dong" Maya mulai bingun dengan nama panggilan yang diinginkan suaminya itu.


"Ya iyalah gak boleh. Orang aku bukan bapakmu dan juga aku bukan kakakmu. Aku ini SUAMImu" key menekankan kata suami didepan Maya. Dia juga mulai kesal.


Mereka mulai berdebat masalah nama panggilan yang entah dari mana asalnya. Maya benar-benar bingung harus memanggil apa.


Aku harus memanggilnya apa ,kata Maya dalam hati.


"Terus Maya harus panggil apa? Aku bingung" dia merasa bingung. Apa lagi melihat suaminya yang mulai terlihat kesal dengannya.


"Terserah"


"Ihh. Jawabannya selalu terserah, kan aku jadi bingung. Maunya apa sih tu orang. Suami siapa pula dia itu" ucap Maya dalam hati.


Dia mengumpat suaminya yang selalu berkata terserah dan itu membuat Maya bingung, disatu sisi dia merasa serba salah.


Key yang berada dikamar mandi dan Maya berinisiatif mengambilkan pakaian untuk key. Dia mengambil tongkatnya dan mencoba perlahan melangkah ke lemari pakaian.


Key keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.


"Apa yang kamu lakukan?" Key bertanya pada Maya saat melihat Maya berdiri didepan lemari pakaiannya.


"Aku sedang ambil pakaian untuk mu" jawab Maya.


Posis Maya saat ini membelakangi key yang masih setia berdiri dibelakang Maya. Saat setelah berkata seperti itu dia menoleh dan langsung memekik melihat key yang tidak menggunakan pakaian.


Akrhhhh...


Maya menutup wajahnya. Dia malu melihat key yang bertelanjang dada. perut kotak-kotak, dengan dada yang terbilang besar untuk ukuran pria. Apa lagi dengan rambut basah yang habis keramas. Membuat Maya pangling, walau dia hanya melihatnya sekilas tapi dia tahu bagaimana bentuk tubuh key.


"Ckk lebay" ucap key.


"Mematikan bajunya" key meminta bajunya.

__ADS_1


Maya mengulurkan tangannya, tetapi dia masih menutup mata. Key yang melihat tingkah Maya seperti memiliki ide jahil dikepalanya.


Key Manarik pinggang Maya dan melemparkan tongkat itu kesembarang arah.


Arkhhh..


Maya begitu kaget saat tongkatnya hilang dari pegangannya. Key yang memang Langsung memegang pinggang Maya, membaya menghimpit ketembok.


"Ap..apa yang kakak lakukan?" Maya sangat kaget saat key melakukan seperti itu padanya.


Wajah mereka sangat dekat. Membuat Maya gugup.


"Aku sudah bilang jangan memanggilku kakak"


"Lal..lalu aku haru panggil apa?"


"Menurutmu?"


Aroma mulut key yang sangat wangi membuat Maya kehilangan akal. Key yang melihat Maya menutup matanya tersenyum miring. Dia mendekatkan wajah dan cup bibirnya mendarat dengan sempurna.


Maya kaget, key mulai menyesap dengan lembut dan itu membuat maya terbuai. Ia kembali menutup matanya dan menikmati ciuman itu. Dia tidak munafik jika dia sangat menginginkan lebih dari itu.


Key yang sejak tadi tidak merasakan pemberontakan mulai melancarkan aksinya. Awalnya dia hanya ingin mengerjai Maya, tapi dia malah terjebak dengan permainannya sendiri.


Key membopong Maya keatas kasur. Dia memberi jeda pada Maya. Maya menatap key dalam. Key kembali melakukanya. Tangannya mulai mebuka pakaian Maya. Maya masih belum menyadari hal itu, ia benar-benar terbui akan permainan suaminya.


Saat semua pakaian Maya terlepas dan yang tersisa hanya pakaian dalam saja. Key melepas bra itu dan memasukkan tangannya kedalam bungkusan gunung kenyal itu.


Ekhhh..


Suara ******* keluar dari mulut Maya. Tangan key semakin liar diatas tubuh Maya. Saat akan membuka kain segitiga itu, ternyata bukan hal yang sulit baginya.


Akhhh...


Seakan belum puas key membuka kaki Maya. Dia memperhatikan dengan sangat detaila semua lekuk tubuh istrinya. Basoka miliknya sejak tadi sudah berdiri sangat tegak. Ia mengarahkan miliknya kedalam goa.


Maya terbelalak saat marasakan benda keras ingin menerobos miliknya.


"Hentikan" Maya meminta untuk berhenti. Key Mengabaikannya. Key semakin memperdalam, tapi belum sanggup untuk ia terobos.


"Tolong hentikan...hiksss" Kali ini Maya mengatakannya sambil menangis.


Key yang menyadari itu menghentikan aksinya.


"Maaf" Key merasa bersalah.


Sementara Maya dia masih menangis, dia juga merasa bersalah tidak memberikan hak untuk suaminya dan dia juga yang merasa terbuai akan permainan suaminya tadi. Membuat key ada kesempatan.


"Aku juga minta maaf" Maya mengatakan dengan sisa-sisa air mata.


"Aku belum siap"


"Enggak apa-apa. Aku juga lancang tadi, tanpa minta persetujuanmu"


Mereka akhirnya berdamai, karena mereka sadar itu kesalahan mereka masing-masing. Key memungut kembali pakai Maya yang berserakan dilantai dan memberikannya pada Maya, sedangkan key dia berjalan masuk kedalam kamar mandi tanpa mengenakan pakaian sama sekali.


"Kenapa juga miliknya besar sekali. Apa punya ku sudah robek?" Maya memeriksa miliknya dia takut punya nya sudah robek.

__ADS_1


" syukurlah, Ternyata tidak" Maya merasa lega.


Ceklekkk..


key keluar dari kamar mandi menuntaskan sesuatu yang tertunta.


"Mandilah" Perintah key pada Maya, yang sudah mengenakan pakaian lengkap.


"Iyah.." Maya meraih tongkatnya.


"Mau aku bantu?" key menawarkan bantuan.


"Tidak perlu" Tolak Maya halus.


"Enggak apa-apa. Kamu kesusahan pasti"


"Tapi.."


Tanpa ba-bi-bu key langsung mengangkat Maya dalam gendongannya dan membawanya kedalam kamar mandi.


"Panggil aku jika kamu sudah selesai" Ucap key setelah mendudukkan Maya diatas kloset.


"Jangan protes" Ucap key kembali saat melihat Maya akan membuka suara.


Maya bungkam dan membiarkan saja.


*****


"Dari mana saja lo?" Tanya Bagas pada Tama.


Bagas yang sedang menonton tv melihat tama yang s sudah pulang dan sudah berada dimanssion saat ini.


"Bukanka kau sudah tahu?"


"Tapi.. tidak biasanya Lo pulang telat begini"


"Gue punya urusan" Tama masih menjawab singkat-singkat saja.


Setelah managtakan itu Tama langsung pergi kedapur untuk makan. sejak pagi tadi dia belum makan sama sekali.


Bagas yang heran melihat sahabatnya yang terlihat aneh sejak pulang dari bar.


"Aku rasa urusan sangat berat yang membuat dia aneh seperti itu" Ucap Bagas dalam hati.


Bagas yang tidak ingin ambil pusing dengan sikap sahabatnya yang satu itu ,melanjutkan menonton tv kembali.


.


.


.


Lanjut..


Jangan lupa tinggalkan jejak yah...


Like, kome, and vote.

__ADS_1


Salam hangat dari author..😊


__ADS_2