Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Boo-boo


__ADS_3

Warning: ada adegan 21+...


Maya meninggalkan para pria itu dan pergi ke kamarnya, dia ingin buang air besar, tapi dia malu harus mengatakannya.


"Aku keatas dulu" Ucap Maya pada key.


Key mengangguk dan Maya meninggalkan para pria dibawah.Maya yang terburu-buru masuk kekamar mandi, rasanya sudah berada diujung.


Tak berselang lama kemudian, akhirnya Maya selesai menuntaskan hajatnya.


"Akhh, leganya" Maya mengusap-usap perutnya.


"Ternyata bajuku basah" Ucap Maya, saat melihat bajunya ternyata basah akibat terkena air.


Maya mepaskan pakaiannya dan tersisa hanya pakaian dalam saja . Maya yang membelakangi pintu, tidak menyadari key masuk ke kamarnya.


Sementara key yang melihat itu terbelalak, dia kaget melihat Maya yang hampir tel***ang bulat.


Dia melangkah pelan, tanpa menimbulkan suara apapun. Maya yang hendak memakai bajunya terhenti, saat merasakan ada yang memeluknya dari belakang.


Ehh...


Maya menoleh dan melihat wajah key yang tersenyum. Ia berusaha menutupi tubuhnya dan ingin melepaskan pelukan key.


"Ap..apa yang kamu lakukan?" Tanya Maya gugup.


"Kau ingin menggodaku?" Bukannya menjawab, key malah kembali bertanya.


"Si..siapa ya menggodamu, ak..aku hanya ingin berganti pakaian"


"Benarkah?" Key tersenyum licik.


Dia memutar tubuh maya dan menghimpitnya ke dinding, Dia tersenyum licik.


"Ja.. jangan macam-macam yah" Maya melorotkan matanya, agar terlihat garang.


Key tersenyum melihat itu, bukannya takut key semakin menggencarkan aksinya.


"Aku tidak macam-macam, hanya satu macam saja"


"Apa maksudmu?"


"Kau ingin tahu maksudku?" Maya mengkerutkan keningnya, dia masih bingung.


Namun saat dia masih berfikir, tiba-tiba key menyambar bibirnya.


Emmhh....


Maya kaget dan berusaha untuk melepasnya. Dia mendorong dada key, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawannya.


Key yang merasa terganggu, menangkap kedua tangan Maya dan menahannya diatas kepala Maya.


Key semakin liar, kali ini dia harus menerobos milik istrinya.


Key melepaskan pan**tannya dan menatap Maya penuh damba. Key kembali meraup bibir kecil itu, tapi kali ini dengan begitu lembut, membuat Maya terbuai dan membalas dengan kaku.


Ini pertama bagi mereka, namun key sangat ahli melakukannya. Key yang merasakan Maya membalasnya, mulai menggendongnya seperti Kuala. Bibir itu bahkan tidak lepas sama sekali.


Mereka mendarat dengan sempurna diatas kasur. Key memindahkan ciumannya kearah leher, alhasil membuat Maya men****h.


Ha***tnya semakin menggebu-gebu, tangannya mulai meraba-raba mencari sesuatu yang sangat kenyal dan empuk.


Key meng****p salah satu dari benda lembut itu, membuat Maya benar-benar terbuai.


Key berpindah ke sebuah gua. key melepas kain segitiga itu, saat sudah terlepas, Maya merapatkan pahanya, dia malu.


"Ak..aku malu"


"Tidak apa-apa" Key menenangkannya.


"Tapi..."


"Percaya padaku" Key kembali meraup bibir itu.

__ADS_1


Key mepaskan pakaiannya dengan terburu-buru, dia sudah tidak sabar. Saat semua pakaiannya sudah terlepas, membuat basoka itu terpampang nyata.


Mata Maya melotok, itu sangat besar. Dia takut, benda itu akan sangat sulit untuk masuk dan membuatnya kesakitan.


"It..itu"


"Ak..aku takut" Ucap Maya.


"Itu tidak akan sakit, percaya pada ku"


Key ingin membuka kaki Maya, tapi Maya menahannya.


"Jangan takut, sakitnya hanya sebentar"


"Tapi aku takut" Ucap Maya pelan.


"Aku akan melakukannya pelan-pelan"


Key kembali membukanya, kalini Maya mencoba membukanya perlahan. Ketika kaki itu terbuka, key dapat melihat sesuatu yang sangat ingin dia sentuh. Key benar-benar memperhatikan secara intens.


Maya yang melihat itu merasa malu, wajahnya memerah, Semerah tomat. Maya ingin menutupnya kembali, tapi key menahannya.


"Aku akan melakukannya"


Maya hanya mengangguk, dia pasrah menyerahkan semuanya pada suaminya.


Key mulai melancarkan aksinya dan...


(Kalian pikir sendiri, yah....)


***


"Terimakasih, boo-boo" Ucap key lembut.


Setelah pergulatan panas mereka, yang memakan waktu hampir 3 jam lamanya.


Nafas mereka terengah-engah, Maya hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya. Key yang melihat istrinya kelelahan, tersenyum. Dia merasa bangga pada dirinya, mendapatkan seorang istri yang tidak pernah disentuh oleh siapa pun.


Cup cup cup


Key merebahkan tubuhnya disamping Maya, meraihnya dan memeluknya dengan erat. Meninggalkan sisa-sisa kepuasan terhadap diri mereka masing-masing.


Keesokan harinya


Matahari sudah mulai meninggi, jarum jam sudah menunjuk angka 9. Mereka bangun sudah sangat siang dan melewatkan sarapan pagi.


Key yang pertama kali membuka matanya, saat mata itu terbuka, pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tenang istrinya, dia tersenyum mengingat kejadian semalam.


Key mengusap pipi Maya dengan sangat lembut, dia masih memeluk erat sang istri.


Ketika key melihat jam dinding, ternyata dia kesiangan, key melepaska tangannya yang dijadikan bantal oleh istrinya.


Key melangkah ke kamar mandi, melakukan rutinitas mandi seperti biasanya. Beberapa menit kemudian, key menyelesaikan kegiatan mandinya.


Key menoleh ke tempat tidurnya dan ternyata Maya belum bangun juga. Dia mendekat kearahnya dan menciumnya, alhasil itu membuat Maya terganggu.


Saat matanya terbuka key tersenyum merekah.


"Selamat pagi, boo-boo"


"Emhh..pagi" Maya masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Ayo mandi, ini sudah pukul sembilan"


"Benarkah?"


"Yahh, lihat jam itu" Maya melihat jam dan benar saja, itu sudah pukul sembilan.


Maya bangun dan mendudukkan dirinya dipinggir kasur. Key tersenyum geli melihatnya, Maya yang menyadari key tertawa mulai bertanya,


"Kenapa?" Tanya Maya dengan khas bangun tidur.


"Tidak apa-apa" Jawab key, yang sesekali melihat kearah dada istrinya.

__ADS_1


Maya yang melihat arah tatapan key, juga ikut menunduk. Maya kaget dan buru-buru menutupnya dengan selimut.


"IHH.. dasar MESUM" teriak Maya sambil melempar bantal kearah key.


Hahahah...


Key tertawa terbahak-bahak, ia merasa seperti memenangkan lotre.


"Memang kenapa? aku sudah melihatnya semalam, bahkan semuanya"


Maya juga mengingat hal itu, membuat dia merasa malu. Dia melilitkan selimut itu ditubuhnya dan ingin berlari kekamar mandi untuk menghindari suaminya.


Namun saat baru selangkah, ia merasa sangat perih di bagian bawahnya.


"Auuuh" pekik Maya.


Key yang melihat itu, mendekat.


"Sakit yah?" Tanya key santai, ia tahu pasti itu akan sakit jika digunakan berjalan.


Maya mengangguk malu. Key tersenyum melihat itu.


"Ihh, kenap senyum-senyum?" Maya kesal melihat Key yang tersenyum seperti itu, ia merasa key mengejeknya, padanya itu adalah ulahnya.


"Sensi banget sih gadis satu ini" ejek key.


"Ehh, bukan gadis lagi, karena sudah aku sentuh" lanjut key, masih mengejek.


"Bantuin, jangan di ejek terus"


"Iyah-iyah"


Key membantu Maya untuk ke kamar mandi dengan cara menggendongnya.


"Terimakasih" ucap Maya.


"Mau aku bantu?" Goda key.


"Enggak perlu" tolak Maya.


"Yakin, kalau punggungnya mau digosok, kan susah nanti"


"Aku bilang enggak perlu, yah gak perlu"


"Yakin"


"Isss, pergi sanah" Maya mulai kesal dan menyiram key dengan air, key masih mengenakan handuk dan belum berpakaian.


Hahahah..


Key tertawa, ia keluar dan keluar dari sana, tapi sebelum dia menutup pintu, key kembali mengintip.


"Apa lagi?, keluar sana" Maya kembali menyuh key untuk keluar.


"Selamat mandi boo-boo" ucap key dengan tersenyum jahil dan langsung buru-buru menutup pintunya.


Maya yang mendengar panggilan itu kaget


"Boo-boo?"


"Dia memanggilku Boo-boo?" Ucap Maya dalam hatinya.


Memang Maya baru menyadari panggilan itu, walaupun key sejak tadi memanggilnya dengan sebutan itu.


Maya tersenyum mengingatnya, dia jadi malu-malu sendiri.


.


.


.


Lanjut

__ADS_1


Sesekali key mencium istrinya, hal itu membuat Maya terganggu


__ADS_2