Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Menceritakannya


__ADS_3

Seperti di pagi hari biasanya ,Key berpamitan lebih dulu pada istrinya sebelum berangkat bekerja.


" Aku berangkat kerja dulu ya, boo?" ucap Key.


" Iya" jawab Maya seraya tersenyum.


" Anak papah baik-baik ya, jangan nakal. Kasian mamah" ucap Key pada bayinya. Ia selalu tidak lupa untuk berbicara pada bayi yang belum lahir itu.


" Iya papa. Aku tidak akan nakal" ucap Maya mengantikan sang bayi bicara.


Key tersenyum dan mencium kening istrinya, lalu berangkat menuju kantor. Maya yang sudah tidak melihat mobil suaminya masuk kembali ke dalam manssion dan menuju ke taman belakang.


Tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu. Di taman itu biasanya Maya merawat bunga yang sudah ada di sana dan ada juga yang baru di belli olehnya.


Matahari semakin naik dan mengenai apapun yang ada di bumi. Matahari mulai masuk melalui pentilasi udara dan merembet masuk ke dalam kamar.


Membaut seorang pria yang masih tertidur menjadi bangun , karena merasa terganggu dengan sinar matahari. Tama yang baru saja tidur subuh tadi menjadi bangun dan membersihkan dirinya.


Setelah Tama selesai mandi, ia mengambil bajunya di lemari dan memakainya. Saat ia tengah memakai baju terdengar suara ketukan pintu. Tama berjalan dan membuka pintunya.


" Ada apa, bik?" tanya Tama, saat ia mengetahui ternyata bik Nur lah yang mengetuk pintu.


" Bibik bawa makanan untukmu" jawab bik Nur.


" Taro saja di meja bik! " pinta Tama.


Bik Nur membawa makanan itu masuk dan menaruh di meja dekat dengan tempat tidur. Bik Nur tidak langsung pergi setelah menyimpannya. Ia memperhatikan Tama yang sedang memakai baju.


Tama yang menyadari bik nur belum pergi dari kamarnya, menoleh dan menghampirinya.


" Bibik kenapa ? apa ada yang ingin bibik katakan?" tanya Tama. Bik nur menghela nafas lembut dan menatap Tama.


" Nak , jika kamu punya masalah berbagilah. Jangan sering memendamnya sendiri " ucap bik nur.


Tama kaget dengan perkataan bik nur. Apalagi dengan perubahan panggilan bik nur padanya. Panggilan itu terakhir bik nur katakan pada saat ia SMA, tapi kali ini bik Nur kembali memanggilnya dengan sebutan itu.


" Bi..bik " ucap Tama terbata-bata.


" Yah...?" ucap bik Nur. Ia dapat melihat raut wajah Tama yang berubah sendu. Ia mengusap bahu Tama.


" Jangan suka menyimpan masalah sendiri . Walaupun kita merasa, kita bisa mengatasinya sendiri. Berbagilah dengan seseorang yang menurutmu dapat kamu percaya " ucap bik Nur.


Tama hanya diam saja mendengar ucapan bik Nur. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tidak ingin melihat mata bik Nur yang membuatnya dapat bersedih.

__ADS_1


Bik Nur yang tahu kegundahan hati Tama, langsung menariknya masuk kedalam pelukannya.


Tama tersentak dengan gerakan bik Nur yang tiba-tiba, tapi saat merasakan kehangatan yang tidak pernah lagi ia dapatkan semenjak sang mama lebih memilih pergi bersama laki-laki laii , membuat Tama akhirnya membalas memeluk bik Nur.


Bik Nur mengusap punggung Tama dengan lembut. Bik Nur tahu, kalau Tama punya masalah yang membuatnya selalu memilih sendiri.


" Walaupun bibik bukan yang melahirkan kamu dan bibik bukanlah siapa-siapa, tapi yang perlu kamu tahu, bibik sudah menganggapmu sebagai putra bibik" ucap bik Nur.


" Bibik tahu kamu sudah dewasa dan dapat mengatasi masalahmu sendiri .Bibik dengan senang hati menjadi sandaran mu saat kamu butuh bibik " lanjut bik Nur.


Tama yang mendengarnya meneteskan air matanya. Ia semakin memeluk bik Nur dengan erat. Ia selalu berfikir tidak ada yang akan mengerti tentang dirinya ,tapi bik Nur membuat ia sadar bahwa ada seorang wanita yang bukan siapa-siapa baginya , tapi begitu perhatian dan mengerti kegundahan hatinya.


" Terimakasih, bik. Setelah sekian lama bibik kembali seperti dulu .Tama menjadi rindu dengan sikap bibik yang dulu. Yang selalu ada untuk Tama dan menjadi pendengar yang baik " ucap Tama. Ia masih memeluk bik Nur.


" Maukah kamu membaginya dengan bibik ?" tanya bik Nur.


Tama yang mendengar itu melepaskan pelukannya dan menghapus jejak-jejak air matanya. Ia kemudian menatap bik Nur yang tersenyum ke arahnya .


" Tama takut mengecewakan ,bibik " jawab Tama .


" Bibik tidak yakin untuk tidak kecewa mendengar ceritamu , tapi bibik akan mendengar alasanmu kenapa kamu melakukannya " ucap bik Nur .


Tama diam menatap bik Nur. Ia berfikir , apakah ia akan menceritakannya pada bik Nur . Melihat tatapan teduh bik nur yang membuat hati Tama merasa damai . Tama akhirnya mau untuk menceritakan masalahnya pada bik Nur .


" Sebesar apapun masalahnya , pastu memiliki jalan keluar " ucap bik Nur.


" Tapi...ini berbeda ,bik " ucap Tama seraya membaung nafas kasar.


" Tama membuat masa depan seseorang hancur . Bukannya hanya masa depannya saja , tapi hatinya juga . Membuat dia begitu sangat membaciku " lanjut Tama .


Bik Nur sedikit kaget . Ia seakan mengerti perkataan Tama yang membuat seseorang hancur , tapi ia tidak ingin gegabah dan kembali menayakan maksud dari perkataan Tama .


" Membuat masa depan hancur seperti apa yang kamu maksud ?" tanya bik Nur .


" Tama...... merenggut mahkota seorang gadis , bik . Tama juga menganggap ia seorang pel***r sehingga dia sangat membenciku " jawab Tama .


Bik Nur sangat kaget . Merenggut mahkota seorang gadis benar-benar kesalahan yang besar . Ada rasa kecewa mendengar perkataan Tama , tapi ia juga harus tahu apa penyebabnya Tama melakukan hal itu .


" Apa kamu sengaja melakukannya ?" tanya bik Nur .


" Tidak ,bik . Tama melakukan saat mabuk , tapi aku menuduhnya dialah yang datang sendiri padaku . Tama juga memberikan sebuah cek padanya seperti seorang pel***r " jawab Tama .


" Apa kamu sudah menemui gadis itu ?" tanya bik Nur .

__ADS_1


" Sudah . Tama ingin menebus kesalahan Tama , tapi dia tidak mau " jawab Tama .


" Siapa gadis itu ?" tanya bik Nur. Tama menjadi ragu untuk mengatakan nama gadis itu . Ia yakin bik Nur akan semakin kecewa padanya .


" Maafkan Tama ,bik . Bibik mengenal gadis itu . Dia pernah datang ke manssion ini " ucap Tama menunduk . Bik Nur semakin shok mendengar . Ia merasa tahu siapa yang Tama maksud .


" Apa gadis itu Jihan ?" tanya bik Nur . Ia harus memastikannya .


" Maafkan Tama ,bik " hanya kata itu yang mampu Tama ucapkan . Ia menggenggam tangan bik Nur yang tampak berusah menetralkan nafasnya .


" Apa anak yang di kandung Jihan itu adalah anakmu juga ?" tanya bik Nur .


" Maaf ,bik " jawab Tama seraya menunduk .


Bik Nur memijit pelipisnya . Ia tidak tahu harus mengatakan apalagi . Ini sangat rumit .


" Apa Bu Farah tahu ,kalau kamu yang menghamili anaknya ?" tanya bik Nur .


" Dia tahu , bik . Bahkan Bu Sri juga tahu " jawab Tama .


Bik Nur menutup wajahnya dengan kedua tangannya . Apa yang harus ia lakukan untuk membantu masalah Tama kali ini .


" Tama pernah berbicar berdua dengan Jihan , tapi dia tidak mau melihat Tama lagi semenjak hari itu . Tama ingin bertanggung jawab dan ingin merawat bayi kami bersama , tapi Jihan tidak mau " ucap Tama .


" Bagaimanapun , kamu harus berusaha untuk mencoba membujuk Jihan lagi . Mengurus anak itu bukan hal yang mudah , apalagi kalau anak itu sudah besar nantinya . Dia akan di enak oleh temannya , karena tidak memiliki seorang ayah " ucap bik Nur .


" Tapi Tama tidak tahu harus melakukan apa " ucap Tama .


Sekali lagi bik Nur membuang nafasnya kasar . Ia juga menjadi bingung untuk mencari jalan keluarnya .


.


.


.


LANJUT...


Beberapa bab kali ini , kita membahas tentang masalah Tama dulu , yah .


Menurut kalian bab berikutnya, akan membahas tentang siapa nih...?


TENTANG TAMA DAN JIHAN ATAU KEY DAN MAYA ?

__ADS_1


AUTHOR TUNGGU PENDAPAT DARI KALIAN YAH....


__ADS_2