Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Koma


__ADS_3

Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan Maya.Selama dua jam mereka menunggu dan akhirnya yang ditunggu-tunggu pun keluar.


"Bagaimana keadaannya dochtuir?"tanya Bagas saat melihat dochtuir keluar dari ruang operasi.


"Begini tuan..Gadis ini memiliki luka cukup serius. untuk tusukan dibahunya sangat dalam.


Jahitan yang kami berikan pada bahunya sebanyak dua puluh jahitan, dalam tusukan itu sedalam 4cm dan luka tembak yang ada pada kakinya sudah kami keluarkan" ujar dochtuir.


"Apa tidak ada kesalahan yang lainnya lagi.Maksudku semuanya baik-baik saja?"Tanya Tama.


Dochtuir yang mendengar pertanyaan tuannya menghela nafas dengan lesuh.Dia khawatir saat menyampaikan berita ini.


"Maaf taun..kami memiliki kabar buruk tentang itu"Mereka yang ada disana kaget.


"Ada apa dengan?"Tanya key dengan khawatir.


"Maaf king.. Gadis itu mengalami koma, karena banyaknya darah yang keluar sebelum dia sampai disini dan ini mungkin untuk pertama kalinya dia menghadapi situasi seperti ini.Dari pemeriksaan saya tadi, jantungnya begitu berdebar sangat kencang. itu diluar batas normal dan...."


"Dan apa...?"tanya Tama.


"Jangan setengah-setengah kalau kau berbicara" geram Bagas.


"Dann.. mungkin saat bangun gadis itu akan shock dan mengalami trauma, tapi kami akan memeriksanya dengan lebih lanjut nanti saat dia bangun dan semoga saja itu tidak terjadi"Lanjut dochtuir.


Mereka mendengarnya tentu saja sangat kaget terutama key dan Bagas. Bagaimana tidak mereka yang membawa gadis itu dalam situasi seperti ini.Sementara key dia benar-benar merasa bersalah.sebelum mereka berangkat dari awal Maya memang menawarkan untuk tidak ikut karena sudah ada Bagas yang bisa menemaninya, tapi dia tetap maksa Maya untuk ikut dengan alasan Maya lah yang masih memegang semua catatan penting waktu meeting pada saat itu.


Walaupun sebenarnya dia ingin memberikan pelajaran pada Bagas, karena pada saat itu dia bolos dalam bekerja, tetapi takdir berkata lain.


"Baik king, tuan-tuan.Kami akan memindahkannya keruang perwatan"


"Jangan membawanya kesana"Ucap key.


Dochtuir bingung dengan ucapan king nya.


"Jadi kita harus membawanya kemana?"


"Apakah saat ini gadis itu memakai jilbabnya?"Tanya key kembali.


"Tidak king.karena kita tidak memiliki itu disini"


Key yang mendengar ucapan dochtuir mulai berbalik menatap Bagas.


"Kau pergilah membeli pakaian untuknya.Sesuwai yang selalu dia kenakan"Perihtah key pada Bagas.


Bagas mengerti dan pergi membeli pakaian untuk Maya.Walaupun sebenarnya dia bingung seperti apa saja pakaian yang digunakan Maya.Karena ia hanya melihat Maya menggunakan pakaian kantor saja.


Bagas tetap pergi ia berpikir,ia akan bertanya pada penjaga toko nanti.


**


"Jika kita tidak membawanya keruang perawatan.Kita akan menaruhnya dimana?"


"Tidak mungkin kau membiarkannya tiggal didalam sana"Lanjut Tama ,sambil menunggu kearah ruang operasi.


"Tunggulah Bagas kembali.Biarkan Maya didalam sementara" ujar key.


"Memangnya kenapa"


Key melangkah duduk sofa yang ada didekat mereka.Key menatap tama.,"Karena gadis itu berbeda dari gadis biasanya" Tama yang mendengar itu mengkerutkan alisnya.

__ADS_1


"Apanya yang berbeda?"tanya Tama kembali.


"Dia sangat menjaga auratnya.Dia sangat tidak ingin dilihat jika auratnya terlihat"


"Maka dari itu,gue menyuruh Bagas untuk membeli pakaian untuknya terutama kain penutup kepala yang selalu dia kenakan setiap saat"


Tama menggangguk mengerti.Dia memang pernah mendengar bahwa umat muslim harus menjaga auratnya, walaupun banyak diluar sana yang beragama yang tidak menutup auratnya.


Mereka akhirnya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Oh yah.Mau diapakan pria lemah itu?" Tama kembali membuka suara.


Key menoleh mendengar pertanyaan Tama.Dia lupa kalau ada seseorang yang harus dia beri pelajaran dan biang masalah dari semua ini terjadi.


"Dimana pria itu?"


"Dia berada di ruang died"


Key mendengar itu segera berdiri dari duduknya dan melangkah pergi keruangan yang ditunjukkan oleh Tama tadi.Tama melihat key melangkah pergi, mulai mengikuti key dari belakang.


Saat mereka sudah berada didepan pintu.Para anggota key yang berjaga dari luar membukakan pintu untuk key.


key melangkah masuk dan melihat seseorang yang dia kenal sedang duduk dengan mata terpejam.Kakinya terikat dan tangannya menggantung di udara.


"Bangunkan" perintah key dengan dingin.wajah datar itu sangat mendominasi diwajahnya.


Anggota yang ada didalam ruangan itu mulai membangunkan Jacob.Ya, Jacob lah yang disandra saat ini.Dia membuat kekacauan beberapa jam yang lalu.


Byurrr...


Jacob yang disiram kelabakan.Dia membuka matanya secara kasar.Jacob melihat sekelilingnya dan matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenal.


"Beraninya kau menyanderaku" kata Jacob denga mata melotot.


"Tentu saja kami berani.Memangnya kau siapa yang perlu kami takuti?" Ucap tangan denga sinis.


"Kau salah melawanku.Akan ada seseorang yang datang ketempat ini dan akan menghabisi kalian semua.terutama kau.."Jacob menatap key marah.


Sementara key yang ditatap seperti itu hanya diam dengan wajah datar nya.


"oh ya...kami menunggu orang itu.Apakah dia sangat hebat?"Ucap Tama dengan nada mengejek.


"tunggu saj kau..."Jacob belum melanjutkan ucapan tetapi langsung terpotong oleh ucapan key.


"Diamlah"Tama terdiam mendengar itu.


"Apa alasanmu ingin menangkapku?" Tanya key dengan dingin.


"Tentu saja ingin membawamu kehadapan bosku.Agar aku mendapatkan uang yang sangat banyak darinya" kata Jacob dengan pongah.


"Siapa bosmu?"


"Kau tak perlu tahu siapa bosku.Yang perlu kau tahu bosku sangat membencimu dan dia akan membunuhmu.hahahha"Jacob tertawa sangat keras


Mereka yang ada didalam sana hanya diam mendengar tawa Jacob.Tama yang mendengar ucapan Jacob mulai geram.Ia mengambil pisau kecil yang ada dimeja itu dan mendekat kearah Jacob.


"Apa yang mau kau lakukan dengan pisau itu?" tanya Jacob.


"Tentu saja ingin mengambil peluru milikku yang ada di lenganmu"Ucap Tama denga tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ka..kau Jang..jangan macam-macam"Ucap Jacob dengan terbata-bata.


"Kau sangat takut rupanya.Padahal ini hanya pisau kecil"Ujar Tama.Ia memutar-mutar pisau itu didepan Jacob.


Tama mulai mendekatkan pisau itu kelengan Jacob.Ia mulai membelah lengan Jacob dengan asal.Jacob better sangat kencang bagaimana tidak Tama menyayat kulitnya dengan begitu kerasa tanpa menggunakan bius.


Tama yang melihat Jacob berteriak dia hanya tertawa senang.Sementara para anggota yang ada disana hanya dia melihat itu.Mereka Sudah terbiasa melihatnya.Bahkan mereka pernah melihat yang lebih kejam dari itu.


Darah mengalir deras dari lengan Jacob.Peluru itu berhasil diambil oleh Tama.


"Lihat peluru ini.sangat sayang jika dia hanya tinggal didalam sana" Tama berkata dengan mengejek dihadapan Jacob.


Jacob masih berusaha menahan rasa sakit dilengannya.


"ohh.masih ada satu lagi ternyata"Tama melihat tangan Jacob sebelah lagi.Dia ternyam merekah melihat itu.


"To..tol..tolong hentikan"Jacob mulai berbicara terbata-bata.


"kau tidak ingin pisau ini mengeluarkan peluru itu?"Jacob menggeleng.


"Padahal aku hanya ingin membantumu mengeluarkan peluru itu.agar kau merasa tidak sakit"Tama berkata dengan pura-pura sedih.


"Baiklah jika kau tidak ingin pisau ini mengenai kulitmu.Maka katakan sekarang siapa bosmu"


Tama mulai berdiri dan pergi dari hadapan Jacob.


"Aku tidak akan memberi tahumu"


Jacob masih tidak ingin memberitahu siapa bosnya sekaligus siapa yang menyuruhnya.


"Ohh...berarti kau ingin merasakannya sekali lagi?"


"Tidak.. tolong jangan lakukan itu"ucap Jacob memelas.


"Makanya katakan sekarang"Tama mulai habis kesabaran.


"Tidak.akau tidak tahu" Jacob kembali berkilah.


"Kau...."Ucapan Tama berhenti saat key menahan tangan saat ia ingin pergi kehadapan Jacob.


Tama berbalik menatap key.Key berdiri dari duduknya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan pembicaraan mereka.Key mulai melangkah kehadapan Jacob.Saat dia sudah dihadapan Javan ia mengangkat tangannya.Jacob kaget melihat itu.


"Katakan" key mengangkat tangannya yang memegang pisto.


Yah..key saat ini sedang memegang pistol dan mengarahkan pistol itu tepat diwajah Jacob.


"aku tidak akan mengatak...."


Dor


Dor


.


.


.


Lanjut

__ADS_1


__ADS_2