Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Pergerakan


__ADS_3

" Aku cemburu boo. Kamu berbicara dengan pria lain selain diriku sudah membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengurungmu di mansion. Aku benci dengan tatapan mereka yang mengangumimu. Hanya aku yang boleh melihat wajah ini, hanya aku" Key mengusap pipi Maya, kemudian mengecup setiap inci wajah Maya.


Key memandang wajah Maya dengan intens. Sebuah senyuman terlukis di bibir Key, entah apa yang tengah dia difikirkan. Saat Key masih setia memandang wajah Maya, terdengar suara ketukan pintu, hal itu membuat Key mengalihkan perhatiannya dari wajah Maya.


Key menegakkan tubuhnya dan berjalan membuka pintu. Ketika Key membuka pintu, dia bisa melihat banyak orang yang berdiri di depannya. Seluruh keluarganya hadir di sana. Ada Mama, papah dan uncle Jang. Ada juga Tama dengan membawa istrinya Jihan serta Bagas pun turut ada di depannya.


" Masuklah!" Key membuka pintu sangat lebar agar mereka semua bisa masuk.


Setelah semuanya masuk, Key kembali menutup pintu dan berjalan mendekat brangkar Maya sambil berdiri menghadap ke arah keluarganya.


"Mama brought your favorite food, you must not have eaten yet" (Mama bawa makanan kesukaanmu, kamu pasti belum makan) Mama Sheila mengangkat rantang berisi makanan yang ia bawa dari mansion.


"Not yet, but I'm not hungry yet" ( Belum Mah, tapi aku belum lapar) Key langsung berbalik ke arah Maya setelah ia mengatakan hal tersebut.


"Eat first" (Makanlah dulu, sayang) Mama Sheila mendekati Key dan memegang bahunya agar Key berbalik menghadapnya. "You have to take medicine after this. How do you look after your wife, if you are sick" (Kamu harus minum obat setelah ini. Bagaimana caranya kamu mau menjaga istrimu, kalah kamu sakit)


Key berfikir mengenai perkataan sang Mamah. Perkataan Mama ada benarnya, sia yang akan menjaga istrinya jika ia sakit dan drop kembali. Ia tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali. Ia ingin selalu berada di sisi Maya. Ia tidak ingin meninggalkannya sedikitpun.


"Okay Mah, I want to eat" Key mengambil rantang itu di meja dan mulai memakannya.


 Hal itu membuat Mamah Sheila tersenyum. Kemudian dia berbalik ke arah Maya. Mama Sheila memperhatikan Maya, entah apa yang dia pikirkan.


" You are my son's wife, which means you are also my daughter now"( Kamu adalah istri putraku, yang mana kamu juga adalah putriku) ucap Mama Sheila sangat pelan. Hanya dia yang bisa mendengarnya, entah Maya juga mendengarnya atau tidak.


" Bangunlah, Key menunggmu" mama Sheila mengusap tangan Maya.


" Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Maafkan kami harus menjauhkan mu dengan Key dalam waktu yang cukup


 lama, tapi kini kami sudah membawanya kembali. Jadi bangunlah dan buka matamu" Mama Sheila sangat berharap Maya cepat bangun dan bisa melihatnya.


Mama Sheila sangat ingin berinteraksi dengan Maya sebagai mertua dan menantu. Selama ini ia juga butuh seorang wanita untuk bisa bertukar pikiran, karena selama ini ia hanya dikelilingi beberapa pria.

__ADS_1


Bercerita dengan sesama wanita itu lebih menyenangkan dan nyambung, berbeda dengan pria yang terkadang menganggapnya semua biasa saja dan bukan masalah besar.


Saat Mama Sheila terdiam, tanpa dia sadari Key sudah selesai makan dan menghampirinya. Key berdiri di sisi sang Mama.


" Boo.." panggil Key.


Mendengar panggilan itu, Mama Sheila tersadar dari lamunannya dan menoleh. "Ehh..kamu sudah selesai makan?" tanya mama Sheila.


" Yahh.." jawab Key singkat.


"Boo.. semua orang ada di sini. Kami semua menunggmu bangun" Key berpindah posisi dengan berdiri di dekat kepala Maya. Ia membungkuk dan menjadikan kedua sikunya sebagai tumpuan dia tas brangkar.


Key mengusap kepala Maya yang terbalut sebuah jilbab sederhana tanpa Pat.


" Ohh..aku ingin memperkenalkan seseorang orang padamu" Key melirik Mama Sheila sekilas, kemudian melanjutkan ucapannya. "Saat ini dia berdiri di sebelahku. Dia seorang perempuan yang juga sangat berharga bagiku. Mah, mendekatlah!" Key menarik tangan sang Mama agar lebih dekat.


" Dia mamaku sekaligus mamamu juga" ucap Key sambil tersenyum.


Mama Sheila tersenyum. Ada perasaan hangat ketikan sang putra menyebut dirinya salah satu yang berharga baginya. Ia juga senang Key memperkenalkannya pada Maya. Mama Sheila sekali lagi mengusap tangan Maya.


Mama Sheila tidak mengatakan apapun. Key sangat fokus menatap wajah Maya. Sampai akhirnya tangan Maya bergerak, tapi Key tidak menyadarinya. Hanya Mama Sheila yang menyadarinya, karena ia masih mengusap tangan Maya.


Pergerakan Maya membuat mama Sheila kaget dan langsung menghentikan usapannya. Ia memperhatikan tangan Maya untuk memastikan. Dan benar saja tangan Maya kembali bergerak.


" Key tangan Maya bergerak" Mama Sheila memberitahu Key dengan nada kaget.


Sontak saja Key langsung menoleh. "Boo.." panggil Key.


Mata Maya belum terbuka, hanya tangannya yang masih tampak bergerak sedikit.


" Aku akan memanggil dokter" ucap Tama. Ia berlari keluar dan mencari dokter.

__ADS_1


"Boo, bangunlah. Aku yakin kamu mendengar suaraku kan?" Key menggenggam tangan Maya erat. Sesekali ia mencimumnya.


Mama Sheila mengusap punggung Key, agar bersabar dan tidak terlalu memaksakan Maya untuk sadar.


Tak berselang lama Tama kembali dengan membawa dokter serta suster. Key dan mama Sheila memberi ruang pada mereka untuk memeriksa keadaan Maya.


Mereka yang ada di sana menunggu dengan harap-harap cemas. Mereka berharap ini ada hal baik untuk Maya. Berbeda dengan uncle Jang yang menampilkan raut yang tidak terbaca, entah apakah dia tidak peduli atau dia menyembunyikan kekhawatirannya.


"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" tanya Key setelah dokter terlihat selesai memeriksa.


"Ini perkembangan yang bagus. Terus ajak istri anda berbicara agar ia merespon dan memiliki semangat untuk sadar. Istri anda pasti mendengar suara anda saat berbicara. Jangan berhenti untuk terus memberikan respon" ucap dokter


"Apa ada kemungkinan dia bisa sadar hari ini?" tanya Key.


"Untuk itu saya tidak bisa memastikan. Kita hanya bisa menunggu perkembangannya saja. Jika anda bertanya apakah dia biasa bangun hari ini? itu bisa saja, tapi bisa saja juga tidak"


Key membuang nafas berat. "Baiklah. Terimakasih, dok"


"Panggil saya kembali, kalau pasien kembali melakukan pergerakan-pergerakan kecil"


"Baik, dok"


Dokter mengangguk. "Kalau begitu saya permisi" dokter pamit undur diri bersama dengan suster.


Setelah sepeninggalan dokter, Key duduk di lantai dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia berfikir Maya akan sadar, tapi ternyata tidak sesuai dengan harapannya.


"Sabarlah Key. Setidaknya Maya memiliki perkembangan yang bagus" ucap Mama Sheila sambil mengusap punggung Key.


.


.

__ADS_1


LANJUT


__ADS_2