Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Tidak bisa berkutik


__ADS_3

"Gorge, aku lupa membawa jilbab cadangan" ucap Maya.


Maya memang selalu membawa jilbab cadangan saat pergi, apalagi saat dia mengenakan jilbab segiempat. Dia akan membawa jilbab cadangan yang langsung pakai saja, agar lebih mudah.


"Nanti kita beli, karena tidak mungkin kita untuk putar balik"


"Buang-buang duit"


"Enggak boo, sama aja kalau kita putar balik, buang-buang bensin" jawab key tersenyum. Dia tahu jika istrinya akan berkata seperti itu. Makanya dia sudah mempersiapkan jawabnnya, agar istrinya tidak merengek lagi nantinya.


"Baiklah" ucap Maya.


Mereka kembali terdiam, namun berbeda dengan Maya. Dia tidak terlihat diam dalam mobil mulutnya bergerak seperti sedang mencoba sesuatu dalam mulutnya.


Key yang menyadari hal itu merasa aneh dengan istrinya. Ia memperhatikan mulut yang bergerak itu dan tampaknya Maya juga sedang mengusap perutnya.


"Boo, kamu kenapa?" tanya Key.


" Sepertinya anak kita ingin makan sup ayam dengan es lemon, gorge" jawab Maya.


" Bukankah kamu tadi sudah sarapan? apa kau laper lagi?" Key bingung dengan permintaan istrinya, karena sebelum mereka berangkat ke perusahaan mereka menyempatkan untuk sarapan pagi terlebih dahulu.


" Yang sarapan tadi itu, aku! sekarang yang mau sarapan itu, dede" jawab Maya.


"Hah...." Key melong mendengar jawaban istrinya. Bagas yang sedang menyetir mobil bahkan ikut melongo mendengar ucapan istri sahabatnya.


" Kamu kenapa sih, kok kaget gitu? yang aku bilang kan, benar. Masa kamu lupa jika ada dedek di perutku, kan kamu yang buat, aneh" Ucap Maya.


Ia kesal melihat wajah suaminya yang tampak kaget dengan ucapannya. Ia berfikir suaminya lupa kalau ada bayi dalam perutnya.


Key merasa sedih dengan ucapan istrinya, tetapi ia tidak menampilkan raut wajah itu secara nyata, ia hanya membuat wajah itu dalam hatinya.


Bagas yang ada di kursi kemudi menahan tawanya. Ia tahu jika Key cukup kaget mendengar ucapan istrinya itu.


"Baiklah kita belli nanti kalau sudah sampi di perusahaan, yah?" Ucap key. Ia membujuk Maya agar tidak kesal lagi.


"Kenapa harus tunggu sampi di perusahaan? kan, kita bisa singgah belli. Banyak, kan yang kita lewati?"


"Iyah, boo-boo, tapi aku ada meeting pagi ini. Nanti aku terlambat, nanti aja, yah?"


"Masa kamu lebih mementingkan meeting kamu dari pada aku. Kalau gak sanggup ikutin kemauannya si dede nggak usah bikin. Aku tidak akan memberimu jatah lagi" ucap Maya.


Ia tidak mau menatap wajah Key. Ia hanya menatap keluar jendela. Key yang mendengar itu ingin rasanya dia berteriak. sikap Maya benar-benar berupa drastis semenjak dia hamil.


Key membuang nafasnya kasar. Ia berusaha menetralkan amarahnya agar tidak meledak membuat istrinya semakin marah padanya.


"Bas, cari restoran yang menjual sup ayam dan lemon" perintah Key pada Bagas.


"Baik" jawab Bagas.


Bagas mencari restoran terdekat dari jarak mereka saat ini. Saat udah mendapatkannya memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


"Sudah sampai" ucap Bagas.


"Ayo boo, aku akan mengantarmu!" ajak Key. Ia sudah bersiap untuk turun menamani Maya, namun lengannya di tahan oleh Maya.


"Tidak perlu menemaniku, berikan saja aku uang!" Maya masih marah pada Key, makanya ia tidak ingin ditemani olehnya.


Key lagi-lagi membuang nafasnya. Ia mengambil dompet di saku celananya, mengeluarkan kartu debit dan memberikannya pada sang istri.


"Ambllah, beli apapun yang kamu suka di sana" ucap Key.


Maya menerima kartu itu dan keluar dari mobil menuju restaurant.


Hahahaha....


Tawa Bagas akhirnya meledak juga. Ia tertawa melihat raut wajah sahabatnya yang tidak dapat berkutik di depan istrinya. Key yang di tertawa kan hanya pasrah saja.


" Sepertinya anakmu membencimu, hahah..." ucap Bagas.


" Kenapa dia bisa membenciku? bahkan memiliki tangan dan kaki dia belum punya" tanya Key.


" Dia memang tidak memilikinya, tapi dia punya hati dan pikiran yang tersambung dengan ibunya"


"Ckk... entahlah, gue gak ngerti" ucap Key.


"Itu yang dinamakan hormon. Jadi kau harus berhati-hati dalam berucap, karena dia sangat mudah tersinggung dan sikapnya juga mudah sekali berubah" Bagas menjelaskannya pada Key agar mengerti dan tidak shock nantinya.


"Pantas saja sikapnya akhir-akhir ini sangat aneh, ternyata pengaruh bayi kami" ucap Key.


"Entahlah, gue juga gak tahu. Gue belum menceritakan hal itu padanya. Gue hanya bilang masih ada masalah yang belum gue tuntaskan" jawab Key.


"Seharusnya kau memecatnya hari itu!" ucap Key.


"Gue tidak bisa memecatnya, sementara gue masih butuh bantuan, sedangkan Lo, selama dua hari tidak pergi ke perusahaan"


"Lo, kan tahu apa yang gue lakukan selama dua hari itu"


"Tapi...." ucapan Bagas terhenti, karena Maya sudah datang dengan menentang sebuah mangkuk plastik berisikan sup ayam.


"Sudah? tidak ada lagi?" tanya Key.


" Sudah tidak ada lagi. Ayo jalan kak Bas!" Maya menjawab pertanyaan Key dan memerintahkan Bagas untuk menjalankan mobilnya kembali.


Bagas menyalakan kembali mesin mobil dan mengajukan mobilnya menuju ke KPS company.


Perusahaan


Mobil mereka kini murah sampai di perusahaan. Bagas membuka pintu penumpang untuk memberi jalan kepada sepasa suami istri itu.


Key keluar terlebih dahulu kemudian membantu Maya untuk keluar.


"Biar aku saja yang membawa supnya, Maya" tawar Bagas saat ia melihat Maya akan mengambil sup itu.

__ADS_1


"Apa tidak apa-apa, kak?" tanya Maya.


"Tidak apa-apa"


"Terimakasih, kak" ucap Maya. Bagas hanya mengangguk.


Key menggandeng Maya masuk ke dalam perusahaan. Para karyawan yang melihat itu sangat heran. Mereka berfikir dalam hati ' ada hubungan apa atasan mereka dengan mantan sekertarisnya?' itulah kira-kira pikiran mereka, tapi mereka hanya berani berkata dalam hati saja. Mereka takut di pecat jika terlalu banyak ingin tahu.


Key, Maya dan Bagas masuk ke dalam lift khusus atasan. Didalm lift Key tidak melepaskan genggaman tangannya pada sang istri.


Ting...


Bunyi lift berhenti dan terbuka. Key, Maya dan Bagas keluar dari dalam lift, mereka berjalan beriringan menuju ke ruang CEO.


Bagas dan Key menoleh ke meja Kia dan kebetulan dia tidak berada tak tampaknya. Key dan Bagas bernafas lega mereka tidak harus melihat wajah Maya yang akan berubah nantinya.


Di dalam ruangan CEO Key menyuruh Maya untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya. Bagas meletakkan makanan yang Maya beli tadi di atas meja.


"Apa kamu lelah?" tanya Key setelah Maya duduk.


"Tidak. Kan, ada kamu yang membantuku jadi aku tidak lelah" jawab Maya tersenyum. Key merasa lega melihat senyum sang istri kembali.


"Baguslah" ucap key dengan membalas senyumannya, sambil mengusap kepala sang istri yang di balut jilbab berwarna crem.


"Terimakasih kak bas, sudah membawakan makananku" ucap Maya.


"Sama-sama. Gue akan keruanganku sekarang!" ucap Bagas. Ia juga pamit pada Key untuk kembali keruangannya mempersiapkan berkas yang akan mereka bahas saat meeting nanti.


Key mengagguk sebagai jawaban dari ucapan Bagas.


.


.


.


.


.


.


LANJUT...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN, YA!


LIKE, COMMENT, AND VOTE...


Sepertinya besok author tidak akan up, karena masih suasana lebaran idul Adha.


SELAMAT HARI RAYA KURBAN, BUAT YANG MERAYAKAN....

__ADS_1


__ADS_2