
Hari baru telah tergantikan. Key terbangun dengan perasaan bahagia, melihat sang istri yang tertidur lelap di sampingnya. Hal itu membuatnya tersenyum.
Key mencium kening istrinya dan berbisik pelan, " Selamat pagi boo-boo ku" ucap key tersenyum.
Dia turun dari ranjang dengan hati-hati. Dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya, apalagi semalam dia membuatnya kelelahan.
Setelah membersihkan dirinya, key turun ke dapur untuk mengambil sarapan. Dia akan memakannya di kamar bersama Maya.
"Bik..." Panggil key pada bik nur.
"Ada apa tuan?" tanya bik nur.
"Aku ingin ambil sarapan dan membawanya ke kamarku" balas key.
"Tunggu sebentar tuan, bibik akan menyiapkannya terlebih dahulu" ucap bik nur.
"Oke bik, aku akan menunggunya di sini" key duduk disalah satu kursi yang ada di dekat meja.
Key memperhatikan bik nur yang tengah mempersiapkan makanannya di piring.
"Bik.." Panggil key lagi.
"Kenapa tuan? apa ada tambahan?" bik nur monoleh dan menghentikan kegiatannya sebentar.
"Kenapa bibik memanggilku dengan sebutan 'tuan'? biasanya bibik memanggilku dengan nama saja, kenapa sekarang berubah?" tanya key penasaran.
Sejak key kembali lagi ke manssion ini dan menetap selamanya di manssion. Bik nur merubah panggilannya padanya, hal itu membuat key bingung, tapi baru kali ini key sempat menanyakan pada bik nur.
Bik nur terdiam mendengar pertanyaan itu.
" Apa karena ada Maya di sini?" tanya key kembali, setelah dia menunggu dan tak mendapatkan jawaban.
" Bukan seperti itu, bibik hanya merasa kurang sopan jika hanya memakai nama saja jadi bibik merubahnya" bik nur mulai menjelaskan alasannya.
" Tapi itu membuat bibi dengan key semakin berjarak" ucap key.
Key mendekat kearah bik nur dan memegang bahunya, sambil berkata, " Bik.., Key sudah menganggap bibi sebagai orang tua key, setelah mommy dan Daddy. Apa bibik tahu? Key sangat bahagia saat key bibik tahu baik-baik saja setelah insiden itu"
"Jadi key mohon, bibik jangan membuat jarak pada kami, apalagi sekarang sudah ada Maya. Bibik bisa bercengkraman denganya"
" Maafkan bibik. Bibik nggak bermaksud seperti itu" ucap bik nur, merasa bersalah.
Dia tidak menduka, perlakuannya ternya membuat key merasa di jauhi olehnya.
"Aku akan memaafkan bibik jika bibik sudah kembali seperti dulu. Saat kami masih kecil, bibik selalu marah-marah pada kami saat membuat ulah" key mengingat masa kecul dirinya dengan Bagas dan Tama bersama bik nur.
"Apalagi jika bibik menghukum ku berdiri menghadap dinding. Kami rindu hal itu, bik" ucap Bagas.
Bagas yang baru saja datang ke manssion dan mendengar percakapan key dengan bik nur. Ikut mengingat kenangan mereka.
"Benar yang Bagas katakan, bik. Kami sangat rindu dengan itu" ucap key tersenyum.
"Kalian ini bisa saja. Bibik tidak pernah lupa dengan itu. Bibik juga merindukan kalian" ucap bik nur tulus.
Dia merentangkan tangannya untuk meminta Bagas dan key memeluknya. Key dan Bagas melihat itu saling tatap, kemudian berhambur memeluk bik nur.
__ADS_1
"Terimakasih, selalu mengingat bibik" ucap bik nur.
" Kita yang harusnya berterima kasih pada bibik, karena sudah merawat kami dengan sepenuh hati" ucap Bagas.
"Tentu, bibik ikut bahagia jika kalian bahagia" ucap bik nur. Bik nur melepas pelukannya
"Sudah, bibi mau buat sarapan, nanti tidak jadi-jadi sarapannya"
"Ahh..bibik benar. Aku sudah sangat lapar" ucap Bagas.
" Tunggulah dulu di situ, bibi buat sarapan untuk Key dan istrinya" bik nur menunjuk kursi, menyuruh Bagas untuk menunggu.
***
" Ini, sarapannya sudah jadi" bik nur memberi nampan berisi makanan pada key.
"Terimakasih, bik" key mengambil nampan itu dari tangan bik nur.
Key berjalan membawa makanan untuk kata kamar, namun saat ia sudah sampai di depan tangga ada Maya yang tengah berjalan turun.
"Itu mah dibawa kemana, gorge?" tanya Maya.
"Ini mau di bawa ke atas untuk kamu, tapi kamunya sudah turun duluan" ucap key.
"Kita makan di meja makan saja sama kak Bagas" ucap Maya. Ia mengambil makanan itu dan membawanya ke meja makan.
Key membuang nafasnya kasar. Dia yang ingin bersifat romantis tapi gagal, karena sang istri sudah turun lebih dulu.
Key berjalan dengan lesuh ke meja makan. Bagas yang melihat itu tertawa, sedangkan bik nur hanya tersenyum melihat key.
"Ckk..diam lo"
"Kelamaan sih, Lo membawanya" ucap Bagas.
Key tidak menjawabnya lagi dan hanya pasrah saja. Bik nur yang juga sudah selesai membuat makanan untuk Bagas.
"Bibik makan di sini saja!" pinta Maya.
"Tidak perlu. Kasian para pekerja yang lain jika bibik disini" tolak bik nur.
"Umm..gitu yah, baiklah bik" ucap Maya. Bik nur hanya mengangguk.
Mereka akhirnya memakan makanan mereka masing-masing. Maya ya sekali-kali memberikan laut tambahan untuk suaminya.
***
Setelah mereka makan, mereka pergi ke taman belakang untuk sekedar berbincang saja. Maya yang duduk di samping key mendadak menginginkan sesuatu.
"Gorge.." Panggil Maya.
"Kenapa?" tanya key.
" Aku ingin rujak buah, deh" Maya mengucapkan keinginannya.
" Aku akan meminta bibik untuk membuatnya" key ingin berdiri dan pergi memintanya pada bik nur, tapi Maya menghentikannya.
__ADS_1
" Ehh..jangan, aku ingin membuatnya sendiri dengan bibik, boleh yah?"
"Hmm..baiklah, apapun yang membuatmu senang" key mengusap rambut Maya.
"Terimakasih" ucap Maya tersenyum senang. Dia bergegas pergi ke dapur untuk meminta bantuan pada bik nur.
***
" Oh yah, di mana tama?" tanya key pada Bagas setelah Maya sudah pergi ke dapur.
"Lah, mana gue tau, kan kemaren dia masih ada di manssion? Gue juga baru datang" ucap Bagas.
" itu dia yang gue gak tahu. Kemarin gue masih berbicara dengannya lewat telpon, tapi saat gue sampai di sini dia sudah nggak ada sampai pagi ini" balas key
" Mungkin dia di markas" ucap Bagas.
"Bisa jadi, tapi kenapa dia memang seperti itu?"tanya key.
"Entahlah, dia memang selalu aneh" ucap Bagas.
Saat mereka sedang asik bercerita, tiba-tiba ada Maya dan bik nur datang membawa semangkuk besar yang berisi rujak buah.
"Taraaa... rujaknya sudah jadi" Maya menunjukkan rujak yang ada di tangannya.
"Wah.. tampaknya sangat enak" Bagas terlihat sangat ingin mencicipinya.
"Kakak mau? itu masih ada di bibik" tunjuk Maya pada semangkuk rujak di tangan bik nur.
"Berikan padaku, bik!" pinta Bagas.
Bagas memasukkan rujak itu kedalam mulutnya.
"Wahh.. enak sekali" ucap Bagas.
"Kau sangat hebat membuat rujak, maya" puji Bagas
"Kakak bisa saja" Maya tersipu.
"Mau coba?" Maya memberikan sepotong buah kepada key.
"Bolah, aaaa" key membuka mulutnya meminta untuk Maya menyapinya.
Maya menyuapi key, sampai akhirnya mereka saling suap-suapan .
.
.
.
.
Lanjut...
Jangan lupa LIKE, COMMENT AND VOTE
__ADS_1