Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Pulang ke mansion


__ADS_3

Hari kembali berganti. Saat ini Maya, Key dan baby Kim sudah di izinkan untuk pulang ke rumah mereka. Dan saat ini mereka tengah bersiap untuk pulang. Ada Bagas dan pak Han yang menjemput mereka.


Kenapa kedua orang tua Key tidak ada? itu karena mereka akan menyambut di rumah saja.


"Sudah selesai" ucap Key setelah selesai memasukkan potong baju terakhir kedalam tas.


"Baiklah, ayo pulang!" ajak Bagas sambil berdiri dari duduknya.


Key mengangguk. Key menghampiri istrinya yang masih duduk di atas brangkar dengan memangku baby Kim yang sudah tertidur pulas.


"Bas, bawa kursi rodanya ke sini!" perintah Key.


Bagas pun mendorong kursi roda tersebut mendekati Maya dan Key. Key membantu Maya turun dari brangkar dan menuntunnya duduk di kursi roda.


Key mulai mendorong kursi roda tersebut dengan hati-hati dan Bagas mengambil tas mereka. Di sepanjang koridor rumah sakit dan mereka berpapasan dengan suster dan perawat yang menangani Maya serta baby Kim menunduk kepada mereka sebagai sapaan.


Maya juga mengangguk sebagai balasan dan tidak lupa senyuman di bibir Maya. Tak berselang lama mereka sudah sampai di depan pintu keluar rumah sakit. Mobil mereka sudah terparkir di depan dengan pintu tengah sudah di buka oleh pak Han.


Key membantu Maya kembali masuk ke dalam mobil, setelah itu dirinya dan di susul Bagas duduk di bangku depan bersebelahan dengan pak Han. Pak Han juga sudah duduk di kursi kemudi setelah memasukkan kursi roda di dalam bagasi mobil.


"Kita berangkat sekarang tuan?" tanya pak Han.


"Iya" jawab Key singkat.


Mobil mereka pun meninggalkan area rumah sakit dan bergabung dengan kendaraan lainnya di jalan raya yang padat itu.


Beberapa menit kemudian mobil mereka sudah memasuki halaman mansion. Mereka turun dan berjalan bersama menuju pintu masuk mansion.


Ketika Bagas baru ingin membuka pintunya, pintu itu lebih dulu di buka dari dalam. Dan terlihatlah beberapa orang berdiri di sana.


"Selamat datang kembali Maya dan baby" ucap Mama Sheila dengan semangat dan penuh senyuman. Ia merentangkan tangannya menyambut kepulangan menantu dan cucunya.


Terlihat ada Tama, Jihan, papa Syam dan juga bik Nur. Mereka menyambut kepulangan Maya dan baby Kim setelah berhari-hari berada di rumah sakit.


Maya yang melihat itu tentu saja tersenyum bahagia, begitupun dengan Key.


"Terimakasih " ucap Maya tulus.


Mama Sheila kemuadian mendekati Maya. "Biar mama yang menggendongnya" ucap Mama Sheila.

__ADS_1


Maya mengangguk dan memberikan baby Kim pada neneknya. Dengan sangat senang hati mama Sheila menerimanya dan membawa baby Kim ke dalam mansion. Mereka semua mengikuti mama Sheila sampai di ruang keluarga.


"Cucu Oma cantik sekali" puji mama Sheila seraya mengusap pipi baby Kim.


Baby Kim sama sekali tidak terganggu set sekitarnya. Ia masih tidur dengan pulas di gendongan sang nenek.


"Apa dia sejak tadi tidur, Maya?" tanya mama Sheila.


"Iya, mah. Sejak di rumah sakit baby Kim tidur dan belum pernah bangun" jawab Maya.


"Namanya baby Kim?" tanya mama Sheila. Ia belum tahu nama sang cucu.


"Iya mah. Namnya Kimberley ulandari putri Keylbert. Kami memanggilnya baby Kim" jawab Key.


"Lohh...kenapa tidak ada nama papah di sana?" Tanya papa Syam heran.


"Baby Kim kan anak Key, bukan anak papah. Jadi buat apa ada nama papa di nama baby Kim? Di nama Key aja nggak ada nama grandpa"


"Karena papah nggak mau ada nama grandpa di namamu, tapi papah mau cucu papah harus ada nama papa. Agar dia selalu mengingat papa nantinya" papah Syam sangat ingin ada namanya di belakang nama sang cucu.


"Key nggak mau" Key tetap kekeh.


Sejak dulu, ia sebenarnya sangat ingin memiliki seorang putri, tapi takdir tidak memberikannya. Maka dari itu, dengan kehadiran cucunya saat ini, ia sangat berharap. Dengan adanya cucu perempuannya, ia seakan memiliki seorang putri yang sangat dia dambakan.


"Tidak" Key tetap pada pendiriannya.


Papa Syam menunduk lesuh dan memilih pasrah. Maya yang sejak tadi memperhatikan perdebatan suami dan mertuanya, angkat bicara.


"Sepertinya ga dikatakan papah benar, Key. Kita tambahkan nama papa di belakang nama baby Kim" Maya setuju dengan hal itu.


Maya sebenarnya tidak mempermasalahkan masalah nama putrinya. Menurutnya, nama apapun itu pasti baik. Ia juga merasa kasihan melihat papah Syam yang sangat mengharapkan ada namanya di dibelakang nama baby Kim.


"Tapi boo, baby Kim seperti punya dua papah"


"Itu bagus dong, artinya baby Kim punya dua superhero. Baby Kim juga pasti senang ada nama grandpa-nya di sana" ucap Maya dengan tersenyum dan mengusap tangan Key. Ia berharap Key setuju dengan permintaannya.


"Bukankah kamu bilang akan menuruti semua permintaanku? dan sekarang aku meminta tambahkan nama papah di belakang nama baby Kim. Mau yah?" Maya mengatupkan kedua tangannya.


Key yang melihat menghembuskan nafasnya. Ia tidak bisa menolak jika Maya sudah seperti itu.

__ADS_1


" Baiklah-baiklah. Kita tambahkan nama papa di belakang nama baby Kim" Key akhirnya setuju walaupun terpaksa.


Mendengar dengar itu papa Syam tersenyum bahagia. Ia sangat senang dan gembira Key akhirnya setuju.


"Kamu harus memberiku hadiah, karena sudah setuju menambahkan nama papah di belakang nama baby Kim" bisik Key di telinga Maya.


"Hadiah? hadiah apa? Kamu sudah punya segalanya, apa lagi yang kamu inginkan? lagi pula aku tidak punya uang. Kamu bisa membelinya sendiri"


Key tersenyum misterius, hal itu membuat Maya menjadi merinding.


"Kamu kenapa senyum seperti itu? aku jadi merinding" ucap Maya seraya mengusap-usap lengannya.


"Kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk memberiku hadiah. Kami cukup tidur di atas kasur dan membuka kedua pahaku, itu saja" ucap Key dengan menaikkan kedua alisnya.


Maya yang mendengar itu membulatkan matanya. Ia mengerti hadiah apa yang Key minta darinya.


"Isss.. pikiranmu mesum sekali. Apa kamu lupa, kalau aku belum bisa melayani untuk beberapa Minggu kedepan?"


"Lupa? lupa hal apa?"


"Aku baru sudah melahirkan, Key..."


Key menganga mendengarnya. Ia benar-benar lupa akan hal itu. Padahal ia sudah sangat berharap bisa bermain sepuasnya dengan Maya malam ini. Key menyandarkan punggungnya dengan lesuh. Ia menjadi tidak bersemangat.


Sedangkan Maya yang melihat itu, hanya menahan tawanya. Ia paham Key pasti sangat menginginkannya, karena Key beberapa bulan ini tidak pernah mendapat jatahnya.


Oekk..oekkk...


Terdengar suara tangisan baby Kim, membuat Maya mengalihkan perhatian kepada sang putri.


"Cup..cup..cucu Oma sudah bangun. Kamu haus sayang" mama Sheila menepuk-nepuk pantat baby Kim.


Setelah mama Sheila berusaha membuat baby Kim diam, tapi dia tidak mau diam juga. Membuat mama Sheila akhirnya memberikan pada Maya agar memberikan ASI pada baby Kim.


.


.


LANJUT

__ADS_1


__ADS_2