Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Mengulang malam indah kembali


__ADS_3

Hari sudah larut malam. Para tamu juga sudah meninggal hotel tempat resepsi pernikahan Key dan Maya.


Hanya tinggal pihak keluarga saja yang masih berada di tempat itu. Key, Maya, Bagas, Bu Farah, Bu Sri dan Jihan. Beberapa anggota Key juga berada di sana.


"Kalian tinggallah dulu di hotel ini. Besok pagi kita kembali ke manssion!" ucap Key.


"Tidak perlu, kami pulang saja malam ini. Takut merepotkan kalian" tolak Bu Farah.


"Tidak, Bu. Kalian tidak merepotkan sama sekali. Maya mohon tinggallah sebentar" ucap Maya.


"Maya benar, kalian tinggal ah sebentar. Saat kita kembali ke manssion esok hari, malamnya kita akan mengadakan pesta khusus keluarga saja" Key menimpali ucapan istrinya.


"Baiklah, kalau kalian memaksa" Bu Farah akhirnya setuju untuk tinggal.


"Yasudah, kaliam istirahatlah, pasti kalian capek meladeni para tamu hari ini. Baju kalian juga harus di ganti" ucap Bu Sri. Maya dan Key memang belum mengganti pakaiannya. Mereka langsung duduk bergabung bersama yang lain.


"Bu Sri benar, boo. Ayo kita ganti pakaian ini!" ajak Key. Ia menarik istrinya untuk berdiri.


Maya mengangguk dan mengikuti langkah suaminya. Ia juga merasa sangat lelah, berdiri sehari seharian, apalagi ia sedang hamil saat ini. Ia takut terjadi sesuatu dengan bayinya, kalau ia terlalu lelah.


"Selamat istirahat semuanya" ucap Maya seraya menoleh. Mereka semua menggangguk dan kembali ke kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.


Kamar


"Gorge, apa ini?" tanya Maya saat melihat kasur mereka di penuhi dengan bunga mawar yang berbentuk hati.


"Ini adalah hari spesial kita, walaupun malam pertama kita biasa saja, tapi kali ini aku ingin membuat yang spesial untuk malam ini" jawab Key dengan tersenyum. Ia manarik istrinya untuk masuk ke dalam kamar itu.


"Tapi kesan sudah berbeda, bahkan saat ini aku sudah hamil" ucap Maya. Ia menunduk menatap perutnya dan mengusapnya.


"Bagiku itu sama saja. Asalkan aku selalu menghabiskan malam bersamamu" Key menatap mata Maya dalam. Ia semakin memajukan wajah dan ingin meraup bibir yang masih di lapisi lipstik itu.


"Eitsss...jangan nyosor-nyosor. Aku sangat lelah dan gerah. Aku ingin mandi, lain kali aja, yah?" Maya menahan bibir Key yang hampir menyentuh bibirnya. Ia menggunakan tangannya untuk menahannya.


"Boo-boo.." rengek Key.


" Tidak bisa gorgeous ku" goda Maya. Ia lalu meninggalkan suaminya yang masih merengek, tapi sebelum pergi, Maya mencolok pipi Key dan mengedipkan matanya.


Hal itu membuat Key semakin panas. Dia tidak bisa, jika harus menahannya malam ini. Key mengganti bajunya sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.


Key yang sudah selesai mengganti pakaiannya, tampak mondar-mandir di depan pintu kamar mandi. Istrinya sangat lama di dalam sana, ia benar-benar tidak sabar.

__ADS_1


"Kenapa dia lama sekali?" gumam Key.


Key yang lelah menunggu ingin membuka pintu itu secara paksa, namun belum sempat dia mengenai pintunya, Maya lebih dulu membuk pintu itu.


"Kamu kenapa berdiri di sini?" tanya Maya heran melihat suaminya yang berdiri di depan pintu.


"Hehehe..aku menunggumu. Aku juga ingin mandi" Key mencari alasan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ohh, yaudah, mandi sana!" ucap Maya. Ia keluar dari kamar mandi.


Maya mengambil pakaiannya yang berada di dalam tas. Key yang memperhatikan pergerakan istrinya sejak tadi. Dia menelan ludahnya susah payah, apalagi melihat punggung dan paha istrinya yang terekspos, membuat gairahnya samakin naik.


Jagunnya naik turun melihat sisa-sisa air yang menempel pada tubuh istrinya.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Ini sangat rugi, kalau di lewatkan" Key tidak jadi pergi ke kamar mandi dan langsung berlari menghampiri istrinya.


Maya yang sedang berjongkok mencari baju tersentak kaget saat suaminya tiba-tiba mengangkatnya dari belakang.


"Akhh..GORGE.." teriak Maya.


Key memeluk pinggang Maya dari belakang dan melemparkannya di atas kasur yang masih penuh dengan bunga mawar.


Handuk Maya sampai terlepas, karena Key menghempaskannya dengan kasar.


"Maaf-maaf boo-boo. Aku lupa, maafkan papa yah, nak?" ucap key pada sang bayi.


"Kamu kenapa sih, main lempar-lempar aja?" tanya Maya. Ia ingin bangun, tapi Key mendorong dadanya pelan.


"Aku udah gak tahan, bok" ucap Key seraya menunduk ke arah miliknya. Maya mengikuti arah pandang suaminya dan dia menganga melihat itu.


Bagaimana tidak, sesuatu sangat runcing menyembul keluar di balik celana kaos pendek suaminya. Maya sampai menelan ludahnya kasar, karena merasa takut.


"Hehe..Gorge, aku sangat lelah. Dede juga tidak ingin di jenguk, katanya dia juga lelah dan ingin tidur saja" ucap Maya pura-pura lelah.


"Kami diam saja menikmati permainanku. Aku yang akan bekerja keras hari ini" ucap Key.


"Tapi...hmmmthh.." Maya ingin kembali protes, tapi Key lebih dulu menyimpan mulut sang istri dengan bibirnya.


Maya berusah melespakan ciuman suaminya, tapi karena ciuman suaminya yang begitu lembut membuat Maya terbuai. Dia membalas ciuman itu, membuat Key tersenyum di balik ciuman mereka.


Tangan Key berpindah mere***mas salah satu benda ken**yal itu, membuat Maya tidak dapat menahan desa***hannya.

__ADS_1


Akhhh...


Key yang tidak sanggup menahan membuat handuk sangat istri dan melakukan pen***yatuan.


Keesokan harinya


Mereka semua tengah berkumpul di halaman hotel. Menunggu mobil yang akan membawa mereka ke manssion.


"Ayo naik!" ajak Bagas. Ia yang akan membawa khusus sepasang suami istri itu. Sedangkan Bu Sri, Bu Farah, dan Jihan berada di mobil kedua yang di bawa oleh salah satu anggota Key.


Key mendorong kursi roda sang istri mendekat kearah mobil dan mengangkatnya masuk. Bagas memasukkan kursi roda ke dalam bagasi mobil.


Maya menggunakan kursi roda, karena dia sangat kelelehan dan tak sanggup untuk jalan akbat suaminya yang menggempurnya habis-habisan.


Kedua mobil melaju ke manssion Syam. Selama di perjalan Maya menyandarkan kepalanya di pundak sang suami dengan Key yang selalu mengusap perut Maya.


"Boo, apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Key.


"Tidak. Aku hanya tidak sabar untuk sampai di manssion, karena aku ingin memakan rujak buatan bik Nur" jawab Maya.


"Baiklah" Key mengagguk.


"Telpon bik Nur, supaya dia membuatnya. Kalau kita sudah sampai aku bisa langsung memakannya" pinta Maya.


"Oke-oke, aku akan menelponnya" ucap Key. Ia mencari nomor manssion.


"Halo, bik" ucap Key saat sambungan telepon sudah terangkat.


"Ada apa nak Key?" tanya bik Nur.


"Bik, buatkan Maya rujak buah. Dia ingin memakan buatan bibik setelah dia dampai di manssion nanti" ucap Key. Ia menoleh ke arah istrinya yang menempelkan telinganya di handphone.


"Iyah, bibik akan membuatnya"


"Terimakasih bik"


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...


__ADS_2